
Yana duduk dengan tenang sambil menggendong Zafa dalam pelukannya. Si kakak tampan ini masih asyik menikmati mimpi yang indah.
"Dedek Faza pendiam ya" Ujar Yana saat melihat si adik tampan sedang asyik menikmati dunianya sendiri dalam pelukan ayahnya.
"Iya, mereka berdua memiliki sifat yang berbeda. Terlihat dengan jelas ya sekarang, padahal mereka masih bayi yang lucu. Utu utu cucu Oma yang paling tampan" Mama Yasmin tertawa girang karena berhasil menggoda cucunya.
"Iya, Te"
"Te? Huft, panggil Mama saja, Yana" Suara Mama Yasmin terdengar tegas, dan berhasil membuat Yana langsung menganggukkan kepalanya tanpa berdebat.
"I-iya, M-ma"
"Oh ya, besok kamu nggak sibuk kan?" Tanya Mama Yasmin.
"Hm, besok saya ..."
Belum selesai menjawab, Bunda Aisyah menjawab dengan lantang jika besok putrinya rebahan saja.
"Bunda, kata siapa aku rebahan?"
"Kata siapa? Ya kalau nggak rebahan, pasti kamu nondon drama. Iya kan? Kamu itu lho ngapai nonton drama? Belum cukup lihat dan ngerasain sendiri drama hidupmu, hm?"
"Ish, Bunda" Bibir Yana maju dan itu terlihat sangat lucu. Dan tanpa mereka sadari (hanya author yang lihat), Zio tersenyum tipis melihat Yana.
"Oke oke, Mama anggap besok kamu free ya Yana. Hm, besok kamu temani Zio ya belanja bulanan sama beli perlengkapan bayi di mall. Oke?"
"I-itu, Yana tidak keberatan kalau Yana bantu belanja sendiri"
"Tidak sendiri, tapi kamu, Zio dan cucu Oma juga ikut"
"Ta-tapi ..."
Lagi-lagi, ucapan Yana terhenti. Sekarang giliran Zio yang melayangkan protes agar tidak perlu ikut menemani Yana dan anak-anak nya ke Mall.
"Besok aku ada rapat penting, Ma"
"Papa" Mama Yasmin memanggil suaminya yang masih asyik berbincang di depan rumah bersama Ayah Ahmad.
"Iya, Ma?" Jawab Papa Akbar dari arah luar rumah.
"Besok Zio ada rapat?"
__ADS_1
"Nggak ada, besok Zio free"
"Tuh denger, kamu berani ya bohongin Mama" Tatapan tajam Mama Yasmin tepat sasaran. Zio hanya bisa tersenyum kecil saat dia ketahuan berbohong.
"Iya"
***
Keesokan harinya, Zio telah siap begitupula bayi kembarnya yang sudah wangi dan pastinya sangat tampan.
"Yey, hari ini kita jalan-jalan ya"
"Bareng Yana"
Senyum bahagia Zio hilang begitu saja setelah mendengar ucapan Mama Yasmin.
"Awas, jangan lupa jemput Yana. Kamu tahu kan, Mama punya mata-mata. Jadi, kamu harus hati-hati Zio" Tatapan tajam Mama Yasmin berhasil membuat Zio berdiri kaku dan terpaksa memperlihatkan senyuman agar ibunya senang.
"Iya, kalau nggak lupa"
"Heh, jangan berani kabur kamu Zio. Ingat, mata-mata Mama"
"Iya, Mama. Kok tumben keluar sendirian? Papa mana?" Tanya Zio saat dirinya tidak melihat keberadaan ayahnya.
"Hah? Tumben banget masih tidur, matahari dah lumayan tinggi lho, Ma"
"Ya mau bagaimana lagi, Papa mu kelelahan gara-gara semalaman olahraga sama Mama"
"Ngapain olahraga malam-malam huh? Kayak ..."
Ucapan Zio terhenti seketika saat melihat senyuman nakal di bibir Mama Yasmin. Akhirnya, dia sadar arti dari olahraga malam yang dilakukan oleh pasangan suami istri.
"Ishhh, Mama bikin aku malu aja deh"
"Eh, ngapain kamu malu. Emang kamu nggak pernah olahraga malam, huh?"
Zio hanya diam, karena sejujurnya dia memang tidak pernah melakukan hubungan suami istri dimalam hari.
"Udah, sana kamu berangkat mumpung belum panas" Usir Mama Yasmin saat melihat wajah sedih putranya, dia tahu jawaban dari pertanyaan sebelumnya.
"Oke, Ma. Zio pamit ya, Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
"Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan kembali bersama Yana, Nak" Ujar Mama Yasmin sambil melambaikan tangannya kepada putranya yang sudah duduk di balik kemudi dan mobil yang ditumpanginya sudah menghilang dari penglihatannya.
***
Di dalam mobil, Zio hanya diam tapi tetap menunjukkan senyuman indah saat dia melihat bayi kembarnya melalui kaca di bagian tengah depan mobilnya.
"Wah, anak-anak Ayah tumben banget sih senyum gitu hm? Seneng banget ya bisa jalan-jalan bareng Ayah"
Tidak lama kemudian, mobil Zio berhenti tepat di depan rumah Yana. Sebelum dia akan mengeluarkan Faza dan Zafa, Yana sudah berlari keluar dari dalam rumah mereka menuju mobil Zio. Ternyata, Ayah dan Ibu Yana juga ikut menghampiri Zio yang berdiri dekat pintu bagian tengah mobil.
"Assalamualaikum, Pak, Bu"
Zio mencium dengan takdzim kedua tangan orang tua Yana.
"Waalaikumsalam, Nak Zio. Kalian jadi jalan-jalan ke Mall?"
"Iya, Bu"
"Yaudah, kalian segera berangkat. Mumpung masih belum panas, dan calon cucu Oma ini belum rewel. Muach"
Ibu Aisyah mencium dengan lembut pipi chubby Faza dan Zafa.
"Hati-hati di jalan ya, Nak Zio"
"Baik, Ayah. Kalau begitu kami pamit pergi dulu. Assalamualaikum"
Zio kembali mencium tangan Ayah Ahmad dan Bunda Aisyah, begitupula dengan Yana.
"Assalamualaikum, Ayah, Ibu"
"Waalaikumsalam"
Kedua orang tua Yana melambaikan tangan saat Zio putar balik mobilnya.
πΊπΊπΊ
Hay KAKAK-KAKAK CANTIK DAN MANIS
Maaf baru bisa up lagi setelah sekian lama ...
__ADS_1
Jangan lupa Like Comment Favorite novel ini ya, muach π
πππ