CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Dilarikan Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Tak terasa kini Lalisa telah melakukan pemotretan selama satu Minggu di dalam ruangan tertutup bersama kru dan sang CEO sekaligus partner model nya. Pekerjaan yang sangat melelahkan yang selalu menuntutnya untuk selalu tampil dengan sempurna. Selalu berganti kostum setiap saat, bahkan bukan hanya kostum. Model rambut, make up wajah dan mimik muka pun harus selalu menampilkan tampilan yang sesuai dengan konsep yang setiap hari selalu berbeda-beda.


Entah mengapa hari ini Lalisa merasakan lelah yang luar biasa. Kepalanya sesekali berdenyut nyeri. Namun masih ia tahan. Pandangan nya pun sesekali terlihat kabur. Hingga ia pun tidak kuat lagi menahan rasa lelahnya kali ini.


"Brughh..!" Terdengar seperti bunyi seseorang jatuh.


Dan benar saja kali ini Lalisa tergeletak tak sadarkan di depan toilet yang di sediakan di area pemotretan tersebut.


Seketika semua kru pun mengerubungi Lalisa. Amira pun datang dengan tergopoh-gopoh meminta seseorang untuk menggendong Lalisa menuju sofa untuk segera di rebahkan. Dengan sigap Mr Jim pun menggendong Lalisa merebahkan di sofa terdekat dan menempelkan telapak tangan nya ke dahi Lalisa.


"Ini panas sekali badan Lisa. Cepat segera kita bawa Lisa ke rumah sakit sekarang." Kata Jimmy menginterupsi sang asisten untuk segera menyiapkan mobil menuju ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Digendonglah Lalisa dengan langkah tergesa menuju ke mobil. Dengan cepat sang asisten melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


"Sejak kapan Lalisa sakit? Kenapa kamu tidak meminta izin saja jika Lalisa sakit seperti ini?" Tanya Jimmy dengan tajam ke arah Amira.


"Maaf kan saya tuan. Lisa sedari kemarin mengeluhkan kakinya sakit sekali dan meminta untuk di pijat. Sudah saya pijat katanya kakinya masih terasa nyeri dan badan nya pun menjadi hangat disertai demam. Sudah saya tawarkan untuk izin periksa dan istirahat dulu namun Lisa tetap kekeh bilang kalau dia masih sanggup." Jawab Amira dengan perasaan cemas sambil mengoleskan minyak aromaterapi ke hidung dan dada Lalisa.


Tak berapa lama pun mobil telah sampai di depan IGD. Segera Amira berteriak meminta brankar untuk Lalisa kepada petugas medis.


"Tolong berikan ruangan terbaik di rumah sakit ini secepatnya ya sus." Kata asisten Chris dengan sigap dan cepat dan Amira pun segera mengurus segala administrasi yang di butuhkan untuk Lalisa.


Kini selang infus telah terpasang di lengan Lisa. Ia pun tertidur dengan pulas dan nampak sekali wajahnya yang pucat.

__ADS_1


Dokter pun telah memeriksa Lalisa dan segera mengambil sampel darah untuk segera di cek di laboratorium.


Jimmy pun masih setia menunggu Lisa di dalam ruang VVIP tersebut. Berkali-kali Amira menawarkan diri untuk menjaga Lisa seorang diri pun segera di tolak oleh bossnya tersebut.


1 jam kemudian, hasil lab pun keluar. Sang dokter pun mendiagnosis jika pasien terkena chikungunya yang disebabkan oleh virus nyamuk. Hal tersebut menyebabkan sang penderita mengalami nyeri sendi, demam tinggi, ruam dikulit, mual serta pusing.


"Sebaiknya nona Lisa di rawat disini selama beberapa hari hingga keadaan nya membaik kembali." Sahut sang dokter kemudian.


"Baiklah dokter." Jawab Jimmy dengan cepat.


Tanpa terasa berita Lalisa dilarikan ke rumah sakit pun menjadi tranding topik di internet. Beberapa media pun berusaha mengorek informasi lebih lanjut tentang kenapa dan sakit apa hingga sang model yang sedang naik daun tersebut di larikan ke rumah sakit.

__ADS_1


Disisi lain, Yudha yang melihat berita tentang Lalisa yang dilarikan ke rumah sakit pun menjadi panik seketika. Pekerjaan nya yang tidak mungkin ia tinggalkan. Sehingga Yudha pun memikirkan beberapa cara supaya bisa melihat kondisi Lalisa dengan secepatnya.


__ADS_2