
Setelah meeting berakhir, dengan segera asisten Chris mereservasi sebuah restoran untuk boss nya bersama model dan manager nya. Tetap seperti biasa asisten Chris mereservasi tempat yang tertutup yang memiliki privasi sehingga terhindar dari segala jenis paparazi.
Lantas mereka berempat pun berangkat menuju restoran tersebut menggunakan mobil yang biasa Mr. Jim kendarai bersama sang asisten. Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka berempat. Hanya sesekali terlihat sang tuan yang melirik Lalisa. Nampak berbeda dengan Lalisa yang hanya cuek menatap jalanan melalui jendela.
"Ternyata selama kita tidak bertemu dengan sangat lama, terlihat tidak banyak berubah. Masih tetap cuek dan waspada terhadap orang-orang baru." Gumam Jimmy dalam hatinya.
Tak berapa lama mereka pun telah sampai ke restoran yang telah mereka reservasi. Dengan langkah pasti mereka dengan segera menuju keruang VVIP nya untuk makan siang bersama.
Tak berapa lama pun makanan tersaji. Tak ada satupun masakan yang berbau udang yang telah di pesan sang CEO. Yang tersaji di meja tersebut adalah steak wagyu dan beberapa camilan kesukaan Lalisa sedari kecil.
Jimmy pun sangat mengerti jika Lalisa alergi dengan makanan yang berbau udang. Karena sewaktu kecil mereka pernah bersama dan melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Lalisa merasa kesakitan di sekujur tubuh nya terdapat bentol-bentol merah dan gatal ketika memakan udang yang membuatnya harus berbaring di atas kasur dan meminum obat anti alergi yang telah di resepkan oleh sang dokter. Sejak saat itulah Lalisa tidak pernah memakan udang sama sekali.
__ADS_1
"Kenapa Mr Jim tau makanan dan camilan kesukaan aku ya? Rainbow pancake itu sangatlah menggiurkan dan sayang jika tidak di makan dahulu. Namun aturan nya harus steaknya dahulu yang aku makan, baru pancake nya kan? Apa Amira akan memarahiku jika aku makan rakus kali ini ya?" Gumam Lalisa dalam hati.
"Ah masa bodo sajalah. Yang penting untuk saat ini yang tampak sangat lezat di mata langsung di sikat saja." Seru Lalisa dalam hati.
Segera Lalisa memotong-motong daging yang tersedia untuk nya dan langsung melahapnya seolah ia makan seorang diri lupa menjaga image nya di depan sang CEO.
Ia makan dengan cepat dan tergesa hingga makanan apa pun di dekatnya segera ia lahap untuk di habiskan.
Dengan senyum mengembang pun sang CEO melahap habis makanan yang tersedia sama hal nya seperti yang di lakukan oleh Lalisa.
Asisten Chris dan manager Amira pun di buat melongo oleh kedua bossnya tersebut. Tanpa mau berdebat akhirnya mereka pun semuanya ikut menikmati makanan tersebut dengan lahap.
__ADS_1
"Menu steak wagyu di sini sangatlah lezat Mr. Anda sungguh pandai memilih resto yang memiliki rasa yang luar biasa lezatnya di bandingkan tempat yang lain." Ucap Lalisa setelah menghabiskan seluruh makanan nya.
"Syukurlah kalau nona menyukai menu pilihan saya. Lain kali kita bisa mencoba makan siang kembali di restoran ini." Kata sang CEO sembari tersenyum kecil.
"Sayangnya seperti nya saya tidak bisa menikmati menu yang sangatlah lezat ini setiap saat Mr. Kalau pun setiap hari memakan menu yang seperti munhkin tubuhku sudah bentuk dan sudah beralih profesi." Sahut Lalisa dengan seraya tertawa.
"Benar sekali Mr. Setelah memakan menu dari sini pun mungkin sampai malam nanti Lalisa hanya bisa memakan beberapa buah saja untuk menekan berat badan akibat lemak yang menumpuk Mr." Sahut Amira.
Mendengar hal tersebut membuat sang CEO berpikir jika hari-hari yang di lalui Lalisa untuk menjadi model berbakat dan terkenal pastilah sangat berat.
Akhirnya obrolan ringan mereka pun berakhir setelah jam makan siang mereka selesai dan sesegera mungkin untuk kembali ke kantor.
__ADS_1