CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Proyek Bersama


__ADS_3

Pagi kembali menyapa. Lalisa telah bersiap menuju SK III corporate untuk memulai pekerjaan nya sebagai modelling sekaligus brand ambassador dari perusahaan skin care tersebut.


Pertama kali masuk ke dalam perusahaan tersebut, Lalisa di sambut dengan sangat baik dan ramah oleh para staf di lobby perusahaan tersebut.


Lalisa dan sang asisten sekaligus managernya tersebut di persilahkan langsung ke ruang meeting yang berada di lantai 6 tepat di sebelah ruang CEO.


Jajaran petinggi managemen yang terlibat dalam proyek tersebut pun langsung segera menuju ke ruang tersebut bersama sang model yang mana ternyata sang CEO tersebut telah duduk menunggu mereka di ruang rapat tersebut.


Dengan raut muka datar namun tetap menunjukkan raut muka ramahnya sesekali, sang CEO pun segera mempersilahkan Lalisa dengan sang manager untuk segera duduk di kursi yang telah di sediakan.


"Perkenalkan disini saya sebagai CEO sekaligus pemegang saham terbesar di perusahaan yang telah saya rintis dari belum di kenal oleh khalayak umum hingga sekarang memiliki banyak anak cabang dari banyak belahan dunia. Kalian bisa memanggil saya Mr. Jim." Sahut Jimmy Liem di depan para staff dan modelnya yang hadir di ruang tersebut.


Amira pun menyenggol lengan Lalisa agar menoleh ke arahnya seraya mendekat kan diri ke arahnya tersebut.


"Apaan sih Mir? Entar aja lah ngobrolnya." Kata Lisa.


"Cakep banget ya Lis itu CEO nya. Pantasnya sih dia sendiri yang menjadi model produk skin care nya." Bisik Amira.

__ADS_1


"Maksud kamu aku enggak pantes gitu jadi model produk ini?" Tanya Lalisa.


"Bukan begitu Lis, kamu yang jadi model wanitanya terus Mr Jim itu yang menjadi model lelakinya. Kan cocok." Bisik Amira lagi.


Ehemm.. Ehemm.


"Yang keasikan ngobrol sendiri diperkenankan untuk keluar mengobrol di depan." Seru sang CEO.


Hal tersebut membuat Amira dan Lalisa terkejut. Lantas mereka berdua segera meminta maaf kepada sang CEO.


"Maaf kan kami Mr. Manager saya tadi tidak bermaksud untuk lancang mengajak saya mengobrol. Beliau hanya mengagumi sosok tampan seperti anda tuan. Kata manager saya anda lebih cocok untuk menjadi model pria di produk anda tersebut." Kata Lisa menjelaskan nya secara terang-terangan.


"Lisa.." Lirih Amira mencoba menghentikan perkataan selanjutnya yang akan terlontar dari mulut polos Lisa.


Seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut pun seketika berpikir hal yang sama dengan yang Amira bisikan dengan Lisa tersebut.


"Kalau menurut anda sendiri sebagai seorang model yang terkenal dan bertalenta, Apakah saya layak untuk menjadi seorang model pria di dalam produk saya sendiri?" Tanya Jimmy kepada Lalisa.

__ADS_1


"Menurut saya, dengan wajah yang sangat tampan dan tinggi tubuh anda menjulang di atas rata-rata itu sangatlah cocok menjadi model ini tuan." Sahut Lalisa.


"Baiklah. Saya akan berpartisipasi menjadi model pria di produk saya sendiri kali ini." Jawab Jimmy secara cepat setelah mendengar penuturan Lalisa.


"Tuan, Jadwal anda sangatlah padat. Tidak mungkin kan jika saya harus merombak jadwal anda kembali?" Bisik asisten Chris.


"Atur ulang semua jadwal ku selama aku menjadi model untuk produkku sendiri kali ini." Seru Jimmy dengan tatapan penuh paksaan kepada sang asisten.


"Baiklah tuan, saya usahakan semampu saya." Jawab asisten Chris dengan lemah.


"Berarti kita kembali merubah konsep awal kita karena model pun bertambah."Seru Jimmy kepada seluruh pegawai yang terlibat di dalam pembuatan konsepnya kali ini.


"Lisa, Apakah kamu bisa berenang?" Tanya Jimmy.


"Bisa Mr." Jawab Lisa dengan cepat.


"Baiklah, kita rombak konsep kita. Aku ingin konsep kali ini bernuansa seperti putri duyung dan pangeran. Kita aplikasikan produk waterproof kita ke dalam konsep iklan kita agar tahan lama ketika berada di air. Kalian buat lah konsep sebagus mungkin, kita rapatkan kembali untuk besok pagi. Untuk kali ini rapat saya tutup." Tutur Mr Jimmy seraya mengakhiri meeting kali ini.

__ADS_1


"Oh iya. Untuk model dan manager di minta untuk tinggal sebentar lagi. Karena kita sebentar lagi akan mengajak kalian berdua untuk makan siang bersama sebagai tanda terimakasih saya. Dan yang lain boleh keluar. Asisten Chris tetap disini." Ucap sang CEO memberikan intruski.


__ADS_2