CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Another Gossip


__ADS_3

Asisten Chris pun telah mengantarkan sang tuan nya menuju apartemen. Lantas asisten Chris pun melajukan mobilnya untuk kembali ke apartemen nya sendiri.


Kali ini Jimmy memasuki apartemennya dengan tergesa-gesa agar tidak tampak malu lebih lama jika ada orang mengetahui nya jika ia sedang menyamar menggunakan gamis dan hijab.


Setelah sampai ke dalam apartemen nya tersebut lantas Jimmy segera menuju kamar mandi untuk berendam menyegarkan diri dari kepenatan yang telah di laluinya hari ini.


"Hahh.. Hari yang melelahkan dan mengerikan. Ternyata menjadi publik figur memang sangatlah kurang menyenangkan jika diketahui oleh para fans fanatik jika sedang keluar ya." Gumam Jimmy sembari merileks kan tubuhnya di dalam bathtub berisi air sabun dan aroma terapi yang menenangkan.


"Apakah Lalisa juga sering mendapatkan goresan dan cubitan seperti yang aku dapat hari ini. Sebaiknya aku besok meminta satu pengawal kepada Chris untuk berjaga jika aku mau kemana pun." Gumamnya lagi sembari memikirkan keselamatan dirinya ketika di hadapkan dengan lautan fans.


Setelah cukup lama berendam, akhirnya Jimmy mengakhiri mandi nya malam ini. Setelah berganti berpakaian dengan piyama tidurnya, kini Jimmy mengobati bekas goresan kuku fans nya tersebut.


"Awwhh perih sekali. Kenapa goresannya banyak sekali. Ternyata para wanita sekarang sangatlah ganas-ganas ya." Tutur Jimmy sembari meringis kesakitan.


Setelah itu kemudian ia merebahkan tubuhnya di kasur kebesaran nya dan tanpa menunggu lama pun Jimmy terlelap kedalam mimpinya.


Pagi pun kembali menyapa. Jimmy pun bergegas bangun dari alam mimpinya setelah mendengar bunyi alarm pertanda waktunya ia untuk segera berbenah menuju ke kantornya yang sudah menjadi rutinitas nya setiap hari.


Ia pun segera mandi berganti baju. Menuju keruang makan dan memakan masakan yang telah di buatkan oleh bibi Art nya setiap pagi.


Ding Dong.. Ding Dong..

__ADS_1


Bunyi bell apartemen terdengar menggema. Dengan tergesa-gesa Bibi Ann segera melihat siapa yang datang. Segera ia persilahkan masuk sang asisten dari tuannya tersebut.


"Silahkan masuk tuan. Tuan Jimmy sedang sarapan diruang makan." Tutur Bibi Ann dengan sangat sopan.


"Baik Bibi. Terimakasih." Jawab asisten Chris dengan segera menemui sang tuan.


"Tuan, ada berita besar. Anda dengan nona Lisa sedang berada di tranding topik pembicaraan dari berbagai media yang mengatakan jika anda terlibat skandal hubungan dengan nona Lisa. Foto anda yang sedang hendak menuju ruangan rawat inap nona Lisa pun tersebar kemana-mana yang membuat netizen yakin jika kalian memiliki hubungan spesial." Terang asisten Chris dengan panjang.


Mendengar penuturan asistennya tersebut membuat Jimmy tersedak. "Uhukk.. Uhuukk. Uhukkk..!!"


"Ini tuan di minum dahulu." Sahut sang asisten sembari menyodorkan segelas air minum.


"Kamu mau membuat aku mati tersedak gara-gara mendengar perkataan mu yang tidak ada filternya sama sekali itu agar aku terkejut hingga tersedak??" Gertak sang tuan.


"Baguslah kalau kamu sudah menyiapkan pengawal untuk ku. Perketat pengawalan di area perusahaan. Aku yakin disana sudah ada banyak reporter. Hubungi sutradara kemarin yang kita temui untuk segera membuta berita terkait film dan aktrisnya buat agar booming supaya bisa menenggelamkan gossipku bersama Lalisa di media. Pagi ini adakan rapat mendadak dengan seluruh staff promosi dan penjualan." Perintah sang CEO.


"Baik tuan." Jawab asisten Chris sembari langsung menyibukkan diri berkutat dengan hp nya. Menelepon beberapa orang penting yang ditugaskan oleh atasan nya tersebut.


"Ayo kita berangkat." Titah sang CEO kemudian setelah ia selesai menghabiskan sarapannya.


"Baik Tuan." Jawab asisten Chris kemudian.

__ADS_1


"Bibi Ann, jika telah menyelesaikan tugas maka bibi boleh langsung pulang. Jangan lupa untuk di kunci kembali ya bibi." Tutur sang pemilik apartemen.


"Baik Tuan." Jawab Bibi Ann.


Sepanjang jalan Jimmy pun banyak melamun. Dia yang terbiasa hidup mandiri dan menyendiri kini hidupnya telah berubah menjadi di kenal khalayak umum setelah ia menjadi model pria di dalam produknya sendiri tersebut.


Ia yang belum terbiasa bertemu dengan banyak orang kini mulai mengambil sikap. Ia harus menyesuaikan dengan kondisi nya saat ini yang telah di kenal oleh banyak orang sebagai model pria pendatang baru yang paling di incar kaum hawa.


Ia pun telah sampai didepan perusahaan. Ia pun mengambil tindakan untuk bersikap seramah mungkin dan akan membuat pernyataan di akun sosmednya yang baru di buatnya untuk menumbuhkan fans yang baik dan setia untuknya.


Tuan Jim pun telah melenggang masuk kedalam perusahaan nya dan di sambut hangat oleh karyawan nya.


Segera ia mengadakan meeting membahas sasaran promosi dan evaluasi kembali untuk menumbuhkan daya beli masyarakat dengan harga yang bisa di beli oleh banyak kalangan dengan netto yang lebih kecil namun kualitas yang sama dengan netto yang ukuran normalnya.


Disatu sisi diruang perawatan Lalisa, kini Amira dengan hebohnya memperlihatkan berita-berita yang bermunculan tentang Lalisa dengan sang bossnya tersebut.


"Haduh gossip makin kemana-mana ya. Resiko jadi publik figur. Siap konsekuensi jika terjadi hal yang seperti ini. Tapi tunggu dulu Lisa. Sepertinya ada berita yang tidak kalah heboh seputar gossip pemain film ganteng-ganteng galau. Astaga ini kan Yudha. Ciuman antara Yudha dengan lawan main nya lihatlah Lisa, mereka terlihat sangat intim ya hott banget. Nah kan Yudha pasti terlibat cinta lokasi dengan lawan main nya di tempat yang baru." Tutur Amira yang membuat hati Lalisa seperti di tikam pisau.


Entah benar atau hanya gossip yang Lalisa saat ini rasakan adalah rasa cemburu yang menjalar di hatinya.


"Kenapa dia seperti sangat menikmati ciumannya bersama wanita itu. Apakah memang seperti yang dikatakan papa jika seorang publik figur akan sangat mudah di goda oleh lawan mainnya. Apalagi lawan mainnya ini buah da da nya pun terlihat lebih besar dan menonjol. Namun aku kan telah mengakhiri hubungan kita. Namun kenapa juga Yudha harus memberiku janji akan tetap menungguku setahun lagi sampai kontrakku selesai. Kenapa yang terlihat saat ini dia seperti mengingkari ucapannya dalam sekejap?" Desah Lalisa dalam hati.

__ADS_1


"Hei Lisa, jangan melamun. Sudahlah lupakan saja lelaki sepeti itu. Toh kamu kan sudah punya calon suami yang kaya raya walaupun dikabarkan memiliki wajah buruk rupa. Hehehe." Sahut Amira mencoba untuk mencairkan suasana.


"Eh kamu orang gila. Kamu itu mau menghiburku atau menghinaku dan calon suami aku?" Jawab Lalisa sembari mengerucutkan bibirnya.


__ADS_2