CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Korea Selatan


__ADS_3

Makan besar pun telah tersaji semua menu kesukaan Lalisa. Nampak sang mama telah menyelesaikan ritual nya bersama suaminya tersebut. Hal tersebut pastilah terlihat dari rambut sang mama dan papa yang nampak masih basah ketika menuruni anak tangga menuju ke ruang makan.


Lalisa yang melihat kedua orangnya seperti habis mandi pun merasa keheranan.


"Eh.. Mama sama Papa siang bolong begini udah selesai mandi keramas semua ya? Pantas saja ditungguin dari tadi lama banget turun nya." Seru Lalisa.


"Ini tadi mama sama papa merasa kegerahan takut ada kuman yang menempel dari rumah sakit. Jadi ya buat antisipasi kita mandi keramas lah, iya kan pa?" Jawab sang mama sambil melirik suaminya tersebut.


"Iya nak. Benar itu." Sahut papa Lisa.


"Hish, orang tua pembohong. Itu di leher mama kenapa merah-merah semua kayak habis di gigit drakula di siang bolong iya kan Mir?" Kata Lalisa.


"Iya benar Tante. Itu merah-merah semua lehernya kayak habis di ****** gitu deh Tante." Jawab Amira dengan gamblang yang membuat mama Lisa semakin malu.


"Ah bukan, ini mama tadi gatal-gatal jadinya ya kayak gini." Sahut mama sambil melotot ke arah suaminya.


Gara-gara suaminya tersebut yang sangat ganas dalam permainan ranjang membuat mama Lisa merasa malu karena sering terpergok anaknya memiliki bekas cupangan di lehernya.


Lalisa dan Amira hanya mengangguk-angguk saja mendengar penuturan mama Lisa yang selalu seperti itu.


"Emangnya Lisa masih anak kecil, dikibulin mama dengan alasan seperti itu terus. Lisa juga pernah kali ma di ****** Yudha seperti itu sampai di dada Lisa pun banyak tatto seperti itu." Gumam Lisa sambil tersenyum senyum sendiri mengingat dirinya ketika bertemu dan bermesraan berdua dengan Yudha.


" Hayoo mikir apa kamu? Kamu pasti lagi bayangin kalau kamu mau punya adek kan Lis?" Teriak Amira membuyarkan lamunan Lisa.


Mama dan papa Lisa yang mendengar perkataan Amira pun seketika langsung tersedak.


"Uhukk.. Uhukk."


"Argh. Uhukk.. Uhuk."

__ADS_1


Dengan cepat Amira dan Lalisa pun langsung menyodorkan air minum kepada kedua orang tua tersebut.


"Memangnya Lisa mau kalau punya adek lagi?" Tanya Papa Lisa setelah meminum air putihnya tersebut.


"Papa ngomong apa sih?? 3 anak sudah cukup pa. Ingat umur." Seru sang mama melotot tajam ke arah suaminya.


"Kalau Lisa mau punya Adek sih papa siap saja buat tempur sama mama pagi siang dan malam biar cepat jadi adek nya nanti." Jawab papa Lisa secara frontal tanpa malu.


"Papa!" Amuk sang mama meninggalkan meja makan karena rasa malunya tersebut.


Amira dan Lalisa yang mendengar dan melihat kedua orang tua tersebut berdebat dan berbicara vulgar pun melongo dan hanya bisa membayangkan saja jika Lalisa benar-benar punya adek bayi.


"Eh jangan-jangan mama kamu bentar lagi bunting adek kamu Lis?" Bisik Amira.


"Waduhh.. Aneh juga ya udah segede gini kalau punya adek bayi. Pantesnya kan aku ya kan yang punya bayi. Hehehe." Sahut Lisa berbisik kepada Amira.


"Aku kan cuma bercanda Mir." Jawab Lisa.


"Beneran juga enggak masalah kalau yang buat kamu hamil itu tuan Jim sendiri. Jadinya kamu enggak usah susah-susah buat bayar pinalti itu." Sahut Amira dengan muka mesumnya tersebut.


"Dasar perawan tua mesum dan suka mengkhayal." Seru Lalisa.


"Memangnya kamu pikir kamu juga bukan perawan tau mesum dan suka mengkhayal?" Jawab Amira membalikkan kata-kata dari Lalisa.


"Hiiihh, kamu itu ya sahabat laknat." Teriak Lalisa dengan gemas.


*


*

__ADS_1


*


Kini Yudha telah berhasil kabur menuju Korea berkat bantuan sahabat nya tersebut dengan merubah identitas nya tersebut.


Sahabat karibnya yang membantunya melarikan diri pun telah membuat seolah-olah Yudha meninggal dalam sebuah kecelakaan hingga mobilnya masuk jurang dan hangus terbakar.


Yudha pun telah membulatkan tekat untuk menghilangkan jati dirinya sebagai Yudha dan sebagai seorang model sekaligus aktor.


Ia pun menginginkan untuk merubah bentuk wajahnya secara total agar tidak mudah terlacak oleh siapa pun termasuk sang ayahnya sendiri. Yudha tidak mau hidup lagi di bawah bayang-bayang kebencian sang ayah sebagai alat untuk menghancurkan keluarga Lalisa itu sendiri.


Untuk pertama kalinya Yudha benar-benar jatuh cinta dan patah hati. Biarlah ia di anggap telah mati oleh semua orang.


Yudha ingin memulai hidupnya yang baru dengan sosok menjadi dirinya sendiri tanpa harus di bawah kendali sang ayah ataupun agensi.


Yudha pun terlalu lelah di kehidupan nya sebagai idola yang menurutnya itu semua palsu. Ingin menjalin hubungan asmara secara terang-terangan dengan orang yang di sukainya pun di larang, giliran demi menaikkan rating acara maka Yudha di buatkan berita yang tidak-tidak seputar asmaranya bersama orang yang sama sekali tidak di cintai.


Apalah arti popularitas jika belum menemukan ketenangan dan kenyamanan di dalam hati dan jiwa yang sesungguhnya.


Hidup seperti boneka, di kekang dan di atur oleh agensi sesuka hati. Makan sehari-hari pun harus di pantau agar tidak terlihat gemuk ataupun terlalu kurus.


Kini Yudha pun merasa lega uang luar biasa. Namun di satu sisi ia harus merelakan kenangan dirinya sebagai Yudha yang menjalin kasih bersama Lalisa pun juga harus sirna. Wanita yang sangat baik, tidak sombong, tulus, dan pintar.


Saat ini Yudha telah berhadapan langsung dengan dokter spesialis bedah plastik yang berada di Korea Selatan bersama dengan orang kepercayaan nya yang ia tempatkan di Korea.


Dokter Kimora namanya. Sangat cantik dan ramah. Kesepakatan antara dokter Kimora dan Yudha meminta untuk merahasiakan wajah aslinya dengan wajahnya yang akan menjadi wajahnya berikutnya pun berlangsung dengan lancar karena Dokter Kimora merupakan sahabat dekat dari sahabat nya Yudha yang berada di Jerman untuk mengelola perusahaan nya tersebut.


"Segala proses operasi bedah plastiknya bisa di mulai besok pagi tuan. Anda bisa beristirahat terlebih dahulu di ruang rawat inap yang telah di sediakan. Proses operasi bedah plastik ini sangatlah menyakitkan tuan. Jadi saya harap agar tuan bisa melalui rasa sakit tersebut dengan menahannya. Operasi ini juga tidak cukup untuk di lakukan sekali atau dua kali saja tuan. Karena tuan telah memilih wajah yang baru secara total maka seluruh bentuk muka harus kami bedah dan bentuk secara satu persatu." Tutur dokter Kimora.


"Baiklah dokter. Saya mengikuti segala proses dan prosedur yang dokter inginkan dan lakukan selama wajah saya bisa benar-benar berubah sesuai dengan yang saya ingin kan." Ucap Yudha dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2