CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Kepanikan Harley dan David


__ADS_3

Setiba di rumah sakit, Harley dan David segera lari menuju kamar inap Lalisa. Namun yang mereka dapati memang kamar Lalisa kosong melompong hanya tersisa satu tas Lalisa dan sepucuk surat.


Kemudian Harley dan David pun membaca surat tersebut dengan seksama.


Di dalam surat tersebut menyatakan jika jangan mencari tau keberadaan nya sampai dirinya sendiri siap untuk menemui seluruh keluarga nya kembali.


Keduanya pun bergetar membaca surat dari adiknya tersebut. Bagaimana mungkin ia tega membiarkan sang adik pergi begitu saja tanpa ia ketahui dimana rimbanya? Bagaimana kalau dia sakit, terluka ataupun membutuhkan bantuan yang lain nya?


Harley dan David pun menjadi sangat kesal dengan sikap papanya tersebut. Bagaimana mungkin sang papa bisa bersikap tidak adil dengan putri mereka satu-satunya.


"Arghh.. Papa jahat. Ini semua karena papa." Ucap Harley dengan mengepalkan kedua tangan nya.


"Kak, marah tidak akan membuahkan hasil. Mari kita cari tau keberadaan Lalisa sendiri secara diam-diam. Kita bantu Lalisa semampu kita. Mari kita datangi kediaman tuan Liem untuk membahas pembatalan perjodohan antara Lalisa dengan putranya tersebut. Biarlah adik kita mencari tambatan hatinya sendiri kak." Ucap David.

__ADS_1


Jawaban David pun dapat diterima Harley dengan sangat baik.


"Yasudah kita urus masalah administrasi rumah sakit disini dahulu. Kita kemasi barang Lalisa yang tersisa." Tutur Harley.


Keduanya pun kemudian menenteng barang milik Lalisa yang tertinggal dan menuju tempat administrasi untuk mengurus pembayaran.


Keduanya pun nampak menghela nafas panjang sembari menunggu proses pembayaran tersebut.


"Sebaiknya kita menuju apartemen nya Lalisa dulu. Siapa tau ada petunjuk di dalam apartemen miliknya." Ucap Harley yang kemudian di setujui David dengan anggukan.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di basement mobil apartemen adinya tersebut. Dengan langkah tergesa keduanya pun menaiki lift menuju lantai apartemen adiknya berada.


Setelah sampai di depan pintu apartemen tersebut, segera David memencet angka-angka untuk membuka pintu apartemen tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu pun terbuka. Keduanya pun segera menyongsong masuk mencari petunjuk yang ada. Namun sampai satu jam berlalu pun mereka berdua tidak mendapatkan petunjuk apa pun dari dalam apartemen milik adik nya tersebut.


"Bagaimana ini kak? Kita tidak menemukan petunjuk apa pun." Ucap David dengan frustasi.


"Baiklah lebih baik kita pulang dulu saja sambil berbicara dengan papa untuk mendesak papa membatalkan perjodohan Lalisa." Ucap Harley.


Mereka berdua pun dengan langkah gontai keluar dari apartemen milik adiknya tersebut dan segera turun menuju basement tempat mobil mereka berada.


Harley pun melajukan mobilnya kembali kerumah dengan perasaan berkecamuk. Dimana adiknya sekarang? Harley pun segera menepikan mobilnya untuk melihat status kartu ATM yang pernah ia dan papa nya berikan untuk Lalisa.


Dengan cekatan Harley pun memeriksa melalui ponsel pintarnya tersebut dan tidak mendapati transaksi pembelian atau penarikan uang sama sekali sejak kemarin itu dari ATM yang pernah ia dan papanya tersebut berikan untuk Lalisa.


"Lisa pun tidak melakukan transaksi apa pun sejak semalam. Bagaimana ini David?" Ucap Harley frustasi.

__ADS_1


"Kita sebaiknya kembali kerumah dulu kak. Setelah kita sampai rumah akan aku coba menhubungi teman aku yang bekerja menjabat sebagai dirut di angkasa pura untuk meminta tolong check penerbangan atas nama Lalisa adik kita kak." Jawab David memberi solusi yang tepat.


"Baiklah, benar juga ide kamu. Kita pulang lebih dulu." Ucap Harley yang kemudian tancap gass mengemudikan mobilnya tersebut kembali ke rumah.


__ADS_2