
Malam harinya setelah dokter visit ke ruang Lalisa, dengan segera Lalisa mencabut selang infus yang menancap di tangannya. Lantas membawa barang berharga nya dan pergi keluar dari ruang inapnya menggunakan baju, jaket seadanya, kacamata, dan topi untuk menyamarkan dan melangkah dengan hati-hati.
Segera Lalisa memesan taksi menuju apartemen nya untuk mengambil koper dan beberapa berkas penting yang harus selalu ia bawa bersamanya. Ia pun telah menjual seluruh perhiasan dan beberapa jam tangan mewahnya dalam waktu singkat serta memindahkan seluruh uang penjualan barang berharganya serta uang simpanan nya selama bekerja menjadi model yang ia miliki pun turut ia pindahkan ke dalam rekening pribadi rahasianya tersebut.
Kali ini tujuan nya Lalisa memesan taksi adalah munuju bandara. Iya telah memutuskan untuk berpindah menuju negara Prancis dengan bantuan sahabat karibnya di masa sekolah dahulu yang telah menetap di Prancis selama 2 tahun karena mengikuti suami idaman nya yang merupakan pengusaha kaya raya di Prancis tersebut dan telah memiliki seorang bayi laki-laki mungil.
Sahabat nya tersebut bernama Pricilia. Pricilia pun dahulunya merupakan seorang model sama seperti Lalisa. Namun Pricil lebih memutuskan untuk hengkang dari dunia modelling setelah dinikahi lelaki yang sangat ia cintai tersebut dengan lika liku kehidupan percintaan mereka yang dahulu juga penuh dengan ujian tersebut.
Lalisa pun meminta bantuan Pricilia dengan sangat untuk mencarikan nya sebuah apartemen untuknya tinggal selama di Prancis tersebut dan meminta bantuan nya untuk menutup jejaknya dari sang papa selama ia berada di Prancis.
__ADS_1
Dalam waktu singkat kini Lalisa telah berada di dalam pesawat menuju ke negara Prancis. Ya, Lalisa memilih negara tersebut karena iya pun ingin mengembangkan bakatnya dalam mendesign baju.
Lisa pun sangat terpaksa menggunakan cara melarikan diri dari pantauan orang tuanya untuk membuat orang tuanya tersebut mengerti jika segala sesuatu hal tidak ada yang bisa di paksakan. Selama di dalam pesawat tersebut, Lalisa sesekali mengusap air matanya yang sama sekali tidak mau berhenti untuk keluar.
"Maaf kan Lisa ma, pa. Lisa ingin menenangkan hati dan ingin merubah nasib merantau di negeri orang dulu. Hati Lisa sangat sakit dan terpukul jika Lisa masih berada di Indonesia." Ucap Lisa dalam hati dengan air mata yang masih bercucuran tiada henti. Tak berapa lama pun merasa lelah dan capek hingga tertidur dengan mata yang masih tampak sembab.
****
Lantas petugas rumah sakit pun segera menghubungi pihak keluarga Lalisa.
__ADS_1
Mama Lisa yang menerima telepon tersebut pun di buat kaget dan segera berteriak memanggil suami dan anak-anaknya yang lain.
"Paaa.. Papaa.. Harley, David.. Huhuhuhu.. Bagaimana ini??" Teriak mama.
Dengan tergopoh-gopoh semuanya pun segera menghampiri sang mama.
"Ada apa ma??" Tanya Harley dengan cemas.
"Lisa.. Lisa melarikan diri dari rumah saki. Ayo cepat kalian cari putri mama satu-satunya itu. Ini semua salah papa! gara-gara papa putri mama satu-satunya melarikan diri! Mama tidak akan memaafkan papa sampai Lisa ditemukan!" Teriak sang mama dengan histeris.
__ADS_1
Harley dan David yang mendengar kabar Lisa melarikan diri pun segera menuju kerumah sakit untuk memastikan semua kabar tersebut.