
Diluar dugaan Lalisa dan Amira. Mereka berdua pun berfikir jika mereka akan makan siang bersama di restoran seperti kemarin. Namun yang terjadi dan terlihat kali ini ia berempat melakukan makan siang bersama nya di roof top perusahaan.
Hal yang mencengangkan untuk mereka berdua yakni sudah terlihat beberapa koki yang sedang memanggang beberapa jenis olahan barbeque yang baunya tercium sangatlah harum yang membuat perut Lalisa dan Amira meronta-ronta menginginkan untuk segera melahap makanan tersebut.
"Silahkan duduk di sudut sebelah sana nona-nona." Sahut sang asisten mempersilahkan kedua nya untuk segera duduk di samping Mr Jim.
Dengan langkah lebar keduanya pun ingin segera sampai ditempat duduk mereka dan melahap semuanya.
"Ingat jangan terlalu makan yang berlemak dengan banyak." Sahut Amira mengingatkan Lisa seraya mendudukkan pantatnya dikursi.
"Tenang saja nona, daging ini semua telah aku pilihkan yang rendah lemak dan kalori. Jadi makanlah lebih banyak pun tak masalah." Tutur Mr Jim sembari tersenyum hangat dan kemudian memandangi Lalisa dengan lebih intens.
__ADS_1
Dengan sigap pun Lalisa dan Amira pun segera mengambil beberapa potong daging dan beberapa jenis sayuran untuk ia santap bersama.
"Ya Tuhan, kenapa ini sangat lezat sekaliii.. Enak bangetkan ya Mir. Nomm.. Nomm.." Ujar Lisa sambil melahap daging-daging tersebut dan sayur mayur segar hingga mulutnya terasa penuh.
"Hu'um benar-benar enakk.. Mr Jim, kenapa sedari kemarin anda memberikan kami makan dengan makanan yang menyebabkan kami harus berpuasa selama semalaman. Kenapa juga selalu semuanya terasa sangat lezat. Tidak bisa kah anda memberikan menu sederhana yang lainnya lain kali, agar tidak menyiksa kami agar tidak tumbuh lemak di perut Lalisa. Kalau lemak hanya mengembang diperutku sih tidak masalah. Namun bagaimana dengan Lisa, Mr." Ucap Amira melayangkan protes ke sang boss tersebut.
"Baiklah, besok kalian ingin makan menu apa? Silahkan request sendiri pun tidak masalah." Jawab sang CEO tersebut sembari tersenyum hangat.
"Baiklah, biar besok asisten Chris yang memilihkan menu sehat untuk kalian. Oh iya bagaimana menurut kalian selama pemotretan tadi? Apakah aku terlihat kurang menarik ketika berpose dengan Lalisa?" Tanya sang boss dengan muka serius.
"Wahh kalian berdua benar-benar serasi dan romantis tuan. Sangat tampan dan cantik, konsepnya pun menarik sekali tuan berbeda dengan konsep-konsep yang lain. Seperti pangeran dan putri duyung sungguhan." Seru Amira dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
Ucapan Amira tersebut pun membuat Jimmy semakin tersenyum lebar.
"Kalau menurut nona Lisa sendiri bagaimana? Apakah saya kurang luwes di bandingkan model pria lain nya?" Tanya Jimmy dengan penuh harap.
"Anda benar-benar luwes dan terlihat seperti model profesional tuan." Lagi-lagi Amira menyerobot jawaban yang harusnya di jawab oleh Lisa.
Hal tersebut pun mendapat kan deheman interupsi dari asisten Chris.
"Benar tuan, seperti yang di katakan oleh Amira bahwa anda memang terlihat seperti sudah berpengalaman sebelumnya." Jawab Lalisa dengan jujur.
Hal tersebut membuat hati sang tuan menjadi semakin berbunga-bunga. Tidak sia-sia usaha nya selama ini untuk berlatih bersama seorang fotografer profesional lain nya yang di rekomendasikan oleh asisten Chris setelah pulang dari perusahaan.
__ADS_1
"Hufhh syukur lah jika usaha ku tidak sia-sia selama beberapa hari ini". Gumam asisten Chris