CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU

CEO BURUK RUPA ITU SUAMIKU
Serasi


__ADS_3

Waktu pun terus bergulir. Tanpa terasa pagi ini Lalisa tengah bersiap melakukan pemotretan dengan background nuansa ala pinggir pantai. Lalisa kali ini mengenakan kostum mermaid dan terlihat sangat cantik menawan.


Sedangkan disisi yang lain Mr Jim pun mengenakan kostum yang sama dengan memperlihat kan dada bidangnya yang sangat sixpack tersebut. Wajahnya yang tampan dan tubuh yang sangat menawan membuat mata semua wanita yang memandang pun berkeinginan untuk menjadi teman kencan sang CEO tersebut.


Tema pemotretan kali ini romansa sepasang duyung. Sang fotografer pun mengarahkan kegiatan foto mereka dengan sangat luwes, menginstruksikan agar mereka berdua saling berdekatan memandang satu sama lain.


Berbagai macam gaya yang di instruksikan oleh sang fotografer pun di lakukan mereka berdua dengan sangat baik dan membuat iri mata siapa pun yang memandang. Apalagi dengan gaya yang terakhir yang mengharuskan sang CEO tersebut merangkul Lalisa dari belakang dan saling mendongak bertatapan.


"Sangat serasi. Cut!! Finish." teriak sang fotografer tersebut setelah puas mendapatkan hasil yang maksimal.


Lantas kemudian para kru pun segera membereskan segala perlaratan yang telah selesai mereka pergunakan dan Amira di bantu make up artis tersebut pun membantu Lalisa menanggalkan kostum yang telah selesai di gunakan untuk sesi pemotretan.

__ADS_1


"Lis, kalian sangat cocok tau. Aku saja yang melihat kedekatan kalian sewaktu pemotretan tersebut ikut merasakan berdebar. Andai Mr Jim adalah jodohku." Seloroh Amira. Mendengar hal konyol tersebut pun Lalisa segera menyadarkan sang sahabat dengan tonyoran di kening secara perlahan.


"Awhhh Lis. Kebiasaan deh sukanya menghalangi sahabat sendiri saat mengkhayal dengan indah." Teriak Amira.


"Kamu itu kebiasaan. Setiap kali aku lagi foto shoot kamu pasti bilang nya semua ganten dan sukanya mengkhaya seandainya mereka adalah jodohmu. Mana ada yang enggak kamu khayalin buat jadi jodohmu. Hahaha. Lucu sih kamu itu Mir." Sahut Lalisa.


"Tapi kali ini berbeda deh Lis, Mr Jim itu auranya berbeda dan sangat mendominasi untuk kaum hawa seperti kita-kita ini. Ganteng banget." Ujarnya Amira lagi.


"Ah yasudahlah silahkan berkhayal terus menerus sebelum berkhayal itu di larang oleh calon suami masa depan mu. Hahaha." Seru Lalisa sembari tertawa.


"Stop dramanya. Ini gimana jadwal kita disini telah selesai atau gimana? Perutku sudah keroncongan sedari tadi menahan lapar ini." Sahut Lalisa.

__ADS_1


"Kata asisten Chris siang ini kita break makan siang dahulu. Kemudian entar di lanjutkan lagi buat meeting membahas dan mematangkan kembali beberapa konsep yang telah di buat bersama dengan seluruh kru yang terlibat." Jawab Amira.


"Yaudah yuk kita segera keluar dari sini mencari tempat makanan enak. Aku sudah siap entar malam untuk hanya menikmati sepiring salad sayur." Tutur Lalisa dengan bersemangat.


"Tidak. Boss besar CEO kita akan selalu mentraktir kita makan siang bersama seperti kemarin. Kita Tunggu saja asisten Chris untuk datang memberitahu kita dimana tempat yang akan mereka tuju." Jawab Amira.


"Beneran nih kita di traktir terus?" Tanya Lalisa.


"Kata asistennya sih begitu selama masih terikat kontrak kerjasama." Sahut Amira seraya mengedikkan bahunya.


Tak berapa lama pun asisten Chris mendatangi mereka.

__ADS_1


"Nona Lisa dan Nona Amira. Mari ikuti saya. Tuan Jim telah menunggu kita untuk segera makan siang bersama." Ujar asisten Chris.


Lalisa dan Amira pun segera mengikuti kemana arah asisten Chris tersebut melangkah.


__ADS_2