
Dikediaman orang tua Lisa pun tampak perdebatan yang mencekam antara mama dan papa Lisa.
"Lagian sih kenapa papa se enak nya sendiri menjodohkan anak sendiri tanpa melalui pendekatan dulu. Harusnya papa kan mempertemukan keduanya dahulu paa.. Baru papa ambil kesepakatan diantara papa dengan sahabat papa itu tentang cocok atau tidaknya di antara keduanya. Suka sekali mengambil kesimpulan sendiri dan memutuskan secara sepihak." Ucap mama Lisa penuh dengan amarah.
Sedangkan sang papa pun terlihat mengacak rambut nya dengan wajah frustasi.
"Papa kira Lisa dengan Jimmy pun terlihat sangat cocok karena sewaktu kecil dulu kan mereka berdua selalu terlihat akrab dan bermain bersama iya kan ma? Apa salah jika papa meng iya kan keinginan sahabat papa yang sangat baik dengan keluarga kita ini?? Mama sendiri dari awal juga mendukung keputusan papa kan ma? Kenapa mama hanya menyalahkan nama seorang diri??" Ucap papa dengan sedikit menghardik sang mama.
"Jadi semua adalah salah mama gitu pa? Kenapa sih papa enggak mencoba untuk mempertemukan Lisa dengan sosok Jimmy yang sekarang telah beranjak dewasa semuanya??" Tutur mama Lisa dengan nada tidak kalah keras.
"Asal mama tahu ya. Sudah berkali-kali papa meminta tuan Liem agar meminta putranya tersebut untuk bertemu dengan Lisa ma. Namun jawabnya selalu Jimmy terlalu sibuk belum sempat kembali ke tanah air. Jika begitu jawabnya papa harus berkata apalagi ma?" Tutur sang papa dengan muka lelah.
"Sudah-sudah, jika kita bertengkar seperti ini terus bagaimana cara kita menemukan Lisa sih pa. Papa kerahkan semua detektif atau apalah buat mencari keberadaan Lisa." Ucap sang mama kemudian.
__ADS_1
"Jangan pa, ma!" Teriak Harley dari arah pintu masuk.
"Benar pa, papa dan mama jangan gegabah mencari tahu keberadaan Lisa. Atau Lisa akan menjadi semakin benci dengan kita ma pa. Bacalah surat dari Lisa ini." Ucap David sambil memberikan surat yang ditulis oleh Lalisa sendiri.
Mama dan papa yang membaca surat tersebut pun seketika wajahnya berubah menjadi pias.
Dimana kah putri satu-satunya tersebut? Sudah makan ataukah belum? Tempat tinggalnya saat ini layak huni atau kah tidak?
Itulah saat ini yang ada di dalam pikiran mama dan papa.
"Mari kita bertamu kerumah tuan Liem sekarang juga untuk membicarakan soal perjodohan antara Lalisa dan putra tuan Liem pa." Ucap Harley.
"Tidak perlu kalian datang kerumah ku. Karena aku sendiri lah yang telah mengunjungi kalian. Selamat sore om dan tante dan juga kak Harley dan kak David." ucap tuan Jim yang mereka semua ketahui adalah model penday baru yang sedang hits tersebut.
__ADS_1
Mama, papa, dan kedua kakak Lisa pun terlihat bingung dengan kedatangan tuan Jim kerumahnya.
"Ada keperluan apa tuan Jim datang kemari?" Sahut papa dengan muka datarnya.
"Saya datang kemari untuk mengkonfirmasi bahwa saya merupakan Jimmy Liem putra tuan Liem yang sedang kalian bicarakan. Jika kalian ingin memutuskan perjodohan ini secara sepihak maka akan saya terima namun dengan syarat." Ucap tuan Jim.
"Syarat apa yang kamu ajukan?" Ucap papa Lisa dengan wajah heran.
"Izinkan saya mengejar cinta Lalisa dengan cara saya sendiri tanpa Lisa ketahui bahwa saya merupakan Jimmy Liem yang merupakan calon suami yang tidak di inginkan nya tersebut. Saya menyadari jika wajah saya sudah di anggap buruk rupa semenjak saya mengalami peristiwa kebakaran besar tersebut sehingga saya diharuskan menggunakan separuh topeng di wajah saya untuk menyamarkan luka bakar yang saya terima ini. Ini bukan salah Lalisa, biar kan saya yang membawa pulang Lalisa kembali di kediaman ini dengan utuh serta sukarela dari diri Lalisa sendiri untuk kembali ke rumahnya. Saat ini biarkan Lalisa mengejar impian nya sendiri terlebih dahulu. Saya telah mengetahui keberadaan nya Lalisa, namun saya tidak ingin kalian mengusik ketenangan dan kedamaian yang di inginkan oleh Lalisa saat ini." Ucap Jimmy dengan tegas.
Mama, papa dan kedua kakak Lisa pun mengangguk setuju.
"Boleh kami tahu dimana Lalisa saat ini?" Tanya Harley.
__ADS_1
"Lalisa kini telah sampai di Paris. Namun kalian jangan ikut campur dengan keputusan yang Lalisa buat. Cukup kalian jaga dari jarak jauh saja dan jangan sampai ketahuan. Saya permisi pamit pulang terlebih dahulu. Selamat sore semuanya." Ucap Jimmy mengakhiri obrolan mereka dan melenggang mengendarai mobilnya kembali.