
hari ini kaluna pulang sedikit malam
"luna" panggil buk sarah saat melihat kaluna baru pulang
hari ini pak adi mengundang keluarga buk sarah dan keluarga zifran untuk makan malam bersama, alasan pak adi mengundang mereka satu nya karena mama kaluna dan satu nya lagi teman sekolah arum dan kaluna dan yang penting mereka adalah teman kerja
kaluna berjalan dan berdiri di sana
"ayo duduk dulu luna" buk Sinta menyuruh kaluna duduk di samping nya dengan suara yang lembut
kaluna duduk demi menghargai tamu yang datang
"zif.., kek nya lo cocok deh dengan gauri" arum yang duduk di samping kiri nya gauri, sedangkan zifran duduk di samping kanan nya gauri
pak Hendra (papa nya zifran) langsung tertawa mendengar ucapan arum, zifran langsung melirik kaluna yang hanya duduk tapi biasa saja setelah mendengar ucapan arum
"apa nanti nya kita akan menjadi besan sarah" canda buk nia(mama nya zifran) kepada buk sarah
mereka semua tertawa mendengar canda an buk nia
"kalau mungkin, boleh juga tu" buk Sinta ikut bersuara
"kalau itu tergantung mereka sih, kita nggak mungkin maksa" jawab buk sarah sedang kan zifran dan gauri hanya diam dan dibuat canggung
"maaf kaluna ke kamar dulu, mau ganti baju dulu" kaluna pamit dan langsung ke kamar
setelah di kamar kaluna mandi dan menganti baju nya menggunakan baju kasual dan turun lagi ke bawah
mereka sudah duduk di ruang tamu sedang kan kaluna ke dapur dan membuat susu coklat panas, dari ruang tamu ruang makan dan dapur bisa keliatan dengan jelas
"mau kemana? " tanya pak adi saat luna membawa segelas kopi dan roti di atas nampan
"mau ke depan bentar" jawab kaluna dan langsung pergi
"pak Adit" panggil kaluna dan meletakkan nampan itu di atas meja kecil
"luna" jawab pak Adit
"ini kopi sama roti untuk pak Adit" kaluna memeberikan kopi itu untuk pak Adit karena kaluna tau udara malam sangat dingin
"makasih ya luna" pak Adit mengulum senyum karena dia serasa di perlakukan seperti keluarga oleh kaluna sendiri bahkan dia cuma lah satpam di rumah itu
"iya sama sama pak, luna ke dalam dulu ya pak, soal nya ada tamu" kaluna pamit untuk masuk lagi ke dalam
kaluna juga ikut duduk dengan mereka, semuanya di hidangkan teh, kopi dan juga sirup kalau kaluna ia membuat susu coklat yang memang kebiasaan nya dari dulu kalau malam minum susu coklat panas
__ADS_1
"gimana zif, apa kamu setuju di jodoh kan? " tanya pak Hendra
"ngak usah pa , zifran udah ada orang yang zifran suka" zifran menolak untuk di jodoh kan
"siapa? " tanya buk nia kepo
"iya siapa zif, ayo kasih tau kami mumpung kita lagi kumpul" tanya pak adi
zifran hanya menjawab nya dengan senyuman
"berarti kamu bohong" buk nia mengartikan senyuman zifran kalau ia berbohong
"kalau belum ada coba aja lebih dekat dengan gauri, dia anak yang baik dan juga lembut" ucap buk nia dan melihat gauri dengan penuh damba
"tante bisa aja" gauri malu di puji oleh buk nia
"putri kami gauri ini orang sedikit keras kepala" buk sarah ikut bersuara
"ngak pa pa nanti pasti ada pawangnya tante" Jawab arum tersenyum, mereka semua tertawa mendengar ucapan arum
"kaluna" panggil pak Hendra
"iya om" jawab kaluna
"ngga kerasa udah makin besar aja" pak Hendra mengulum senyum
"apa kamu udah punya pacar? " tanya buk sarah
"pacar?, belum" jawab kaluna santai
"gimana mau pacaran, kaluna itu orang nya bar bar" pak adi tertawa
"jadi aku harus menjadi orang yang lembut, manja, lebih tepatnya seperti putri putri kalian? " kaluna langsung skakmat mereka
"bukan seperti itu maksudnya kaluna" pak adi langsung berbicara agar kaluna tidak membuat kerusuhan lagi
"terus? " lanjut kaluna dan meminum susu coklat
"seperti apa pun kamu, pasti ada orang yang yang suka kamu dengan kepribadian dan sifat kamu kok, tetap menjadi kaluna aja nggak usah jadi orang lain" pak Toni( suami buk sarah) ikut bicara
"saya emang suka menjadi diri sendiri kok, ngapain jadi orang lain" kaluna menjawab nya dengan santai
mendengar ucapan kaluna mereka takut untuk bicara dengan kaluna
drt... drt.... telepon kaluna berdering
__ADS_1
"hallo" jawab kaluna
"ikut ngak? " tanya tika langsung
"kemana? " tanya kaluna
"kulineran malam" jawab tika
"ikut, gua siap siap dulu" kaluna mematikan telepon
"mau kemana? " tanya pak adi
"mau pergi kulineran bareng tika" jawab kaluna
"kalau gitu ajak arum sama gauri aja sekalian" ucap pak adi sambil tersenyum
"ngak usah deh, takut ngerusakin suasana hati" kaluna to the point dan bergegas ingin mengambil jaket kulit nya di kamar dan mengambil kunci motor sport nya
tak ada yang berani lanjut bicara dengan kaluna setelah mendengar jawaban kaluna, tapi gauri berusaha ingin bersuara
"kak kaluna" panggil gauri dan berdiri
"apa kamu membenci ku? " tanya gauri dan mereka semua terkejut melihat tingkah gauri
"benci? " kaluna membalikkan badan nya
"kemarin teman mu bilang ngak semua orang bisa dekat dan berteman dengan mu, apa aku juga seperti itu? " gauri langsung bertanya hal yang dari kemarin membuat nya bingung
"apa yang tika katakan pada mu? " tanya kaluna santai
"dia bilang berteman dengan mu tidak lah gampang dan kamu juga pernah di kecewa kan oleh teman mu, hingga membuat mu sulit untuk percaya dengan orang lain" gauri menjelaskan nya tingkahnya masih seperti anak anak
"apa kamu polos atau lagi cari perhatian" kaluna menatap gauri dan menaikkan satu alisnya
"lun bisa ngak , ngak usah bikin dia takut" arum ikut bicara karena melihat gauri mulai takut melihat tatapan kaluna
"makanya jangan bikin aku kesel" kaluna langsung marah benaran, setelah itu kaluna memakai helm nya dan pergi
pak adi menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah kaluna, ada rasa bersalah dan juga ada rasa kesal
𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙖𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙠𝙪
__ADS_1
𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃
𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼