
kini mereka sedang berkumpul dan disana juga ada tika, mereka berkumpul ingin mendengar kan penjelasan kaluna
"bisa di jelas kan kaluna" pak adi menatap kaluna
"kaluna harus menjelaskan kenapa kaluna hidup kah? " tanya kaluna serius
"iya" jawab pak adi serius
"karena kaluna ngak mati, kaluna ngak ngalamin kecelakaan apapun" jawab kaluna santai
"berarti selama ini kamu permainkan kita" arum langsung nge gas
"mempermainkan kan?, tidak, tapi yang lebih tepat aku cuma mau ngeres kalian aja" jawab kaluna dengan suara nya yang terlihat santai
"kamu emang bener bener ya kaluna, udah nipu banyak orang" arum marah
"ups jangan meninggikan suara kepada saya" kaluna makin membuat arum kesal
"udah udah, kaluna apa alasan kamu melakukan ini semua? " tanya buk sarah mengambil alih pembicaraan
"kan sudah kaluna jawab, kaluna hanya ingin ngetes aja" jawab kaluna sama dengan yang sebelumnya
__ADS_1
"udah mending ngak usah bahas ini lagi lagian ngak perlu, mending kita bahas masalah kerja aja" lanjut kaluna
"kerja? " tika seperti berpikir
"iya, aku pengen mecat seseorang" jawab kaluna serius
"siapa yang ingin kamu pecat? " tanya pak adi serius menanggapi ucapan kaluna
"tunggu dulu sebelum kaluna mengatakan nama orang nya kaluna ingin memberi tau kalo saham perusahaan 75% sudah punya kaluna jadi semua keputusan juga bergantung pada kaluna dan orang yang ingin kaluna pecat itu adalah arum" kaluna menjelaskan kalau saham perusahaan 75%sudah milik nya agar arum makin panas dan tak membantah saat di pecat
"pa... " rengek arum mendengar ucapan kaluna membuat sakit hati
"lun kenapa harus mecat arum? " bantah pak adi
"aku bukan nuduh, aku cuma mau melakukan yang terbaik buat perusahaan" arum berusaha membantah
"aku nggak mau dengar alasan apa pun" kaluna memberi isyarat dengan tangan nya agar berhenti memberi alasan
"kaluna kenapa kamu ambil keputusan seperti ini harus nya kamu pertimbangkan dulu" rafka ikut membuka suara
"saya rasa ini ngak ada urusan nya dengan anda" kaluna menaikan satu alisnya
__ADS_1
ada yang ada juga yang tak mau berbicara setelah kaluna menjawab seperti itu
setelah itu kaluna pergi dan hari sudah sore, kaluna memutuskan untuk pulang ke rumah papa nya, kaluna memikirkan motor nya dan berjalan ke arah satpam yang dari tadi mematung melihat sosok kaluna yang berjalan mendekat ke arah nya
"luna.. " pangil pak Adit antara percaya dan tak percaya
"iya pak" jawab kaluna sambil tersenyum
mendengar suara kaluna pak Adit dengan spontan memeluk kaluna sambil menangis
"ini ada makanan buat pak Adit" kaluna menyodorkan sebuah paper bag yang berisi makan
pak Adit menerima nya dengan senang hati, dan setelah selesai menjelaskan apa yang terjadi kaluna masuk ke dalam rumah dan melihat bik mirna sedang sibuk menyiapkan makan malam
bik mirna tidak sengaja menjatuhkan piring di tangan nya karena terkejut melihat kaluna yang berdiri di pintu masuk, bahkan buk Sinta pun menoleh dan tak percaya dengan apa yang di lihat nya sampai sampai ia mengucek ngucek mata nya
𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙖𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙠𝙪
__ADS_1
𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃
𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼