
"kaluna.. " panggil bik mirna tak percaya
kaluna meanggukan kepala dan langsung memeluk kaluna, bik mirna menangis sejadi jadi karena benar benar tak percaya kalau kaluna masih hidup
"kemana aja kamu selama ini? " tanya bik mirna di isak tangis nya
"luna nggak kemana mana kok bik" Jawab kaluna sambil memeluk bik mirna yang masih menangis
" terkadang hidup memang seperti itu jika tak ada keluarga yang merindukan atau meyayangi mu, pasti akan ada orang lain yang masih menginginkan mu meanggap kau seperti keluarga nya bahkan ia juga memperlakukan mu seperti anak nya sendiri" batin kaluna melihat bik mirna yang sangat menyanyangi nya seperti anak nya sendiri
"udah bik mirna jangan nangis lagi, ayo kita makan" kaluna melepaskan pelukan nya dan menuntun bik mirna untuk duduk di meja makan
"bik mirna nggak pantas duduk di sini apalagi makan dengan kalian" bik mirna merasa tidak enak saat duduk bersama majikannya
"jangan sungkan bik, bik mirna tunggu sebentar kaluna juga ingin manggil pak Adit agar ikut gabung makan bersama kita" kaluna buru buru pergi untuk memanggil pak Adit
"kenapa pak Adit di ajak kemari lun? " tanya pak Adit canggung
"ayo duduk pak, ayo kita makan bersama" ucap kaluna dan mempersilahkan pak Adit Agar duduk di samping bik mirna
"jangan lun, pak Adit nggak pantas duduk di sini" bantah pak Adit segan
"semuanya pantas untuk duduk di sini" jawab kaluna dan memaksa pak Adit untuk duduk
buk Sinta merasa kesal melihat kelakuan kaluna begitu juga dengan arum
__ADS_1
"lun... kok kita makan bareng mereka" protes arum
"kalau nggak suka minggat aja" jawab kaluna dingin
"jangan kelewatan batas luna" buk Sinta sedikit kesal
"apa nya yang melewati batas? " tanya kaluna dan memandang buk Sinta serius
"kelakuan kamu luna" jawab buk Sinta tanpa ragu
"terus kelakuan kamu nggak ngelewatin batas gitu? " kaluna bertanya kembali
"kaluna... " panggil buk Sinta kesal
"kaluna...., bisa sopan dikit nggak" pak adi ikut bicara karena nggak tahan dengan kelakuan putri nya
"sopan, kepada siapa kaluna harus sopan? " tanya kaluna langsung ke papa nya
mereka semua diam bahkan bik mirna dan pak Adit merasa bersalah karena mereka berpikir kaluna berdebat karena mereka
"kalau kalian masih ingin berdebat mending nggak usah ikut makan, karena kami sudah lapar" lanjut kaluna
"jangan seperti itu luna nggak baik ngelawan dengan orang tua, jadi biar kami aja yang pergi" bik mirna benar benar merasa tidak enak
"nggak ada satupun dari kalian berdua yang boleh pergi" ucap kaluna berat dan tertunduk
__ADS_1
"tapi... " bik mirna tak jadi melanjutkan ucapan nya karena kaluna menangis
"barusan aku merasakan menjadi seseorang yang dirindukan kehadiran nya bahkan bik mirna begitu khawatir dan juga menangis sampai terisak isak saat aku datang kembali" kaluna masih tertunduk
"nggak usah lebay luna" ucap buk Sinta melihat kaluna menangis
kaluna langsung berdiri dan....
plak..... kaluna menampar buk Sinta dengan keras
"gua menangis karena keluarga gua yang udah hancur dan kamu bilang ini lebay" kaluna langsung marah
"berhenti kaluna" teriak pak adi marah
"kalau papa ingin berhenti silakan bawa dia keluar" kaluna langsung emosi
𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙖𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙠𝙪
𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃
𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼
__ADS_1