
karena asik menonton tika dan kaluna tertidur di sofa dan terbangun di sore hari
drt.... drt.... HP tika berdering hingga membangun kan mereka berdua
"hallo" ucap tika dengan suara khas bangun tidur nya
"kamu di mana tika? " ucap mama tika di seberang telepon
"lagi di rumah teman" jawab tika sambil pergi mencuci muka nya
"teman yang mana? " tanya mamanya selidiki
"teman cewek kok ma" tika menjawab sambil cengigiran
"yaudah cepat pulang, anak pak andi yang kemarin mama bicarakan sama kamu itu sudah pulang dan sekarang ada di rumah" ucap buk Fatimah (mama nya tika)
"maksud mama revan? " tanya tika memastikan
"iya, udah buruan pulang mama tunggu" ucap buk Fatimah menegaskan kepada tika
'iya iya "jawab tika terpaksa
setelah telepon putus kaluna mandang tika kebingungan
" kenapa, dijodohkan? "tanya kaluna langsung
" iya, sama laki-laki yang namanya revan, duh gimana ni" tika panik ia gugup
"lo temani gua ya" lanjut tika sambil memegang tangan kaluna
"mana bisa , nanti kalo keluarga lo terkejut gimana?,atau ada yang ngeliat gua gimana" kaluna melotot kan mata nya dan tak setuju
"terus harus gimana" tika masih panikan
"gini lo tarik nafas dalam dalam, hembuskan" kaluna menuntun tika dan tika mencoba nya
"terus? " tanya tika setelah mencoba yang di suruh kaluna
"terus buruan pergi, semoga cocok" kaluna mendorong tika sampai keluar dan menutup pintu
"kalu..." teriak tika tertahan karena takut di dengar orang lain dan kebetulan di juga ada orang lewat
"Hati-hati di jalan, dan semoga berjodoh" teriak kaluna dari dalam apartemen
tika hanya kesal karena kaluna mendorong nya tiba-tiba dan menyuruh nya agar cepat untuk pergi
tika langsung pulang ke rumah nya dengan sedikit canggung dan gugup karena ia sudah di nanti kan
"hallo om, tante" sapa tika kepada orang tua nya revan
mereka merespon sapaan tika dengan senyuman, sedangkan revan terlihat duduk tenang dengan wajah tampan nya yang benar benar bikin kaum hawa tergila gila
__ADS_1
"gilak ganteng banget, sesuai tipe gua" gumam tika dalam hati dan senyam senyum sendiri
"tika, perkenalkan ini revan laki-laki yang pernah mama cerita kan ke kamu" buk Fatimah memperkenalkan revan ke putri nya sendiri
"hallo, saya revan mahendra, saya seorang dokter di RS xxx" revan memperkenalkan diri nya dengan rasa dan tersenyum melihat tika
"saya tika, saya pemimpin perusahaan Alexandria" jawab tika sambil menjabat tangan revan
setelah mereka berkenalan mereka makan bersama dan berbicara bersama menceritakan beberapa hal untuk tahap saling mengenal
"jadi kamu baru pulang dari luar negeri? " tanya tika yang kagum dengan beberapa cerita hidup nya revan
"iya, seminggu yang lalu" jawab revan
"terus apa kamu akan kerja di sini? " lanjut tika bertanya, gugu tika hilang begitu saja
"rencana nya sih gitu" jawab revan melirik tika
setelah mereka kembali makan dan setelah selesai makan bersama tika dan revan pergi jalan bersama, itu pun tika dan revan terpaksa karena kedua orang tua mereka memaksa mereka
"kita pergi ke mana nih? " tanya revan bingung
"aku juga nggak tau" jawab tika dan masih berbicara formal
"kalau gitu kita pergi ke mall aja, dan keliling keliling di sana aja gimana? , kamu setuju nggak? " tanya revan memberikan ide
"boleh juga" jawab tika sambil meaggukkan kepala dari pada nggak ada ide
"buset ganteng banget nih cowok, idaman gue banyak, dewasa, dingin tapi perhatian, tinggi dokter lagi" batin tika berbicara dan jantung nya berdetak kencang
"ok kita udah sampe" revan memikirkan mobil nya
mereka berdua turun dari mobil dan gugup saat akan jalan berdua, banyak drama lucu yang terjadi sebelum mereka masuk ke mall
kini mereka sedang berkeliling berjalan berdua di mall, tapi sungguh tak di sangka ternyata kaluna juga ada di sana dengan pakaian yang tak jauh dari pakaian ninja, kaluna memakai topi dan kaca mata hitam , masker warna putih dan celana berwarna hitam di padukan dengan memakai hode
tika menyipitkan mata nya karena ia tau kalau itu kaluna na, kaluna yang melihat tika sedang berjalan berdua sama revan membuat nya tersenyum jahil
"Hai cowok" panggil kaluna menyampari tika dan revan tapi tidak membuka penyamaran nya
"Hai" jawab revan terpaksa dan tidak senang karena di panggil gitu
"lagi jalan berdua sama tante nya ya? " lanjut kaluna, padahal di balik masker nya ia tersenyum jahil
"eh bukan bukan, dia pacar saya" revan langsung memegang pundak tika hingga tika terkejut dan membulatkan mata nya melihat tingkah revan ulah kaluna
"oooo, saya kira tadi dia tante nya kamu" kaluna tetap menjahili revan
"bukan dia pacar saya" jawab revan dingin
"wah benar benar tipe aku ni, hei kamu mau ngak ngasih pacar nya ke aku" ucapan kaluna membuat tika kalang kabut
__ADS_1
"kasih kamu? " ucap tika terbata bata
"iya" jawab kaluna me anggukan kepala nya
melihat tingkah kaluna yang sengaja menjahili mereka, tika langsung menarik topi kaluna hingga topi itu menutup mata, lalu tika menarik tangan revan agar menjauhi kaluna
melihat tika memegang tangan nya membuat revan tersenyum sendiri bahkan ia sangat senang saat di tarik pergi oleh tika
"tu orang sengaja ya" tika pura pura ngomel
"kamu cemburu? " tanya revan membuat tika tambah kalang kabut
"cemburu? " tanya tika gugup
"pasti cemburu la, kan pacar nya" kaluna datang lagi hingga membuat mereka berdua terkejut dengan suara nya dan tiba-tiba berdiri di antara mereka berdua
"ka.... " tika hampir memanggil nama kaluna untung ia sadar dengan apa yang hampir ia ucapkan
"kamu bisa ngak jangan ganggu kita? " tika langsung berbicara dengan tetap pura pura tidak mengenali kaluna
"ok ok, maaf mengganggu kalian yang lagi ngedate" jawab kaluna membuat tika malu
"kalau bisa anda pergi agar kami bisa ngedate lagi" ucap revan sambil tersenyum
"tentu saja tuan" jawab kaluna sambil mangkat tangan dan memberikan tanda oke dengan hati yang sangat gembira karena ia merasa berhasil menjahili tika
setelah kaluna langsung pergi dan menghilang dari mereka, sedangkan tika lega karena ia berfikir kalau kaluna benar benar tidak akan menggangu nya lagi
"kamu nggak pa pa kan? " tanya revan melihat tika yang seperti orang baru di kejar hantu
"nggak pa pa kok" jawab tika dengan sedikit tersenyum dan ia juga masih gugup
setelah itu revan dan tika pergi mencari tempat makan, mereka berdua duduk saling berhadapan
"mbak ini makan untuk meja no 5 ya? " tanya kaluna kepada waiter yang membawa makan
"iya kak" jawab waiter itu
"biar aku aja" kaluna langsung mengambil nampan makanan dari waiters itu dan membawa nya ke meja no 5 yang mana tika dan revan duduk di sana
tika terkejut melihat kaluna membawa kan nya makan, kaluna menurunkan sedikit kaca mata nya dan mengedip sebelah mata nya kepada tika, melihat itu menjadi kesal sedang kan kaluna senang
𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙖𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙠𝙪
𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃
𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼
__ADS_1