
kini kaluna sedang duduk bareng pak Adit dan bik mirna, kaluna dan bik mirna menemani pak Adit duduk di samping gerbang rumah kaluna, saat sedang asik duduk dan bercerita bareng tiba-tiba mobil dari dealer motor datang dan masuk ke pekarangan rumah, mereka menurunkan satu buah motor baru dan setelah selesai mereka pergi
"neng luna beli motor baru ya? " tanya pak Adit gembira
"ngak pak" jawab kaluna tersenyum dan mendekati motor
"terus ini punya siapa? " tanya pak Adit bingung
"ini punya pak Adit" jawab kaluna tersenyum
"tapi saya nggak ada mesan motor" jawab pak Adit polos
"kaluna yang mesan untuk pak Adit" kaluna membalas nya sambil tersenyum
"serius lun? " tanya pak Adit setengah gembira
"iya... kaluna serius" jawab kaluna sambil meanggukan kepala nya
pak Adit langsung sujud syukur setelah mendengar jawaban dari kaluna, pak Adit benar benar tak percaya tiba-tiba dapat motor baru yang selama ini ia idamkan, bik mirna yang melihat nya juga ikut tersenyum gembira
"ayo di coba pak" ajak kaluna sambil melihat motor baru pak Adit
tanpa basa basi pak Adit langsung mencoba nya, pak adit membawa motor itu putar putar keliling perkarangan rumah
"gimana pak Adit suka? " tanya kaluna saat pak Adit sudah berhenti mencoba motor baru nya
"senang banget" jawab pak sambil tersenyum gembira
setelah selesai, kaluna pergi ke kamar nya untuk mandi dan menganti baju untuk pergi ke kantor tidak lupa kaluna juga menganti plaster di kepala nya untuk menutupi lukanya dari debu dan hal yang membahayakan lainnya
"bik , kaluna pergi kerja ya" kaluna pamit pada bik mirna
"tapi bukan nya masih sakit? " bik mirna khawatir
kaluna hanya menggeleng gelengkan kepala nya dan langsung pergi, kaluna mengendarai mobil dengan kecepatan di bawah rata rata
kaluna melangkah dengan santai ditemani dengan sepatu putih nya yang membuat nya terlihat keren meskipun ada plaster di kepala nya tapi itu malah menambah kesan keren
"siang buk" sapa karyawan saat bertemu kaluna
"siang" kaluna menjawab sapa
kaluna langsung melangkah ke ruang meeting , meeting yang sudah berlangsung 30 menit itu tidak menjadi acuhan oleh kaluna, dia tetap santai dan mengikuti meeting itu serius
setelah meeting selesai kaluna masih tetap duduk di kursi nya sambil memperhatikan zifran dan gauri yang berbicara yang tadi mereka juga ikut meeting
__ADS_1
setelah bosan memandang mereka kaluna langsung berdiri dan hendak pergi
"kak luna" panggil gauri
"hm" kaluna menoleh dengan sedikit senyum
"apa kak kaluna sudah baikkan? " tanya gauri
"seperti yang kamu lihat" jawab kaluna singkat
"gimana kalo kita makan siang bareng" ajak zifran saat melihat gauri yang mulai canggung berbicara dengan kaluna
"ayo" jawab gauri tersenyum
"Mmm, aku nggak deh" mikir setelah itu nolak
"ayolah kak kita makan siang bareng" gauri mencoba membujuk kaluna
setelah mikir mikir kaluna setuju dengan ajakan mereka untuk makan siang bersama
"yaudah" kaluna memasang wajah pasrah nya
zifran mengajak mereka ke resto favorit nya dan ternyata rafka dan arum juga ikut bergabung dengan mereka
"lun, habis makan siang kita bisa bicara sebentar nggak? " rafka mulai bicara dengan serius
"pokoknya ada sesuatu yang ingin aku tanya kan sama kamu" lanjut rafka
"ok" jawab kaluna singkat
"oh ya satu lagi, aku akan berhenti kerja di perusahaan Adiwijaya karena aku akan menggantikan posisi papa aku sebagai CEO di perusahaan nya" rafka berbicara kepada mereka semua
"oh bagus tu, congrats ya" kaluna memberi kan ucapan selamat untuk rafka
"jadi berarti ada dua orang CEO dong, satu nya kak zifran dan satu nya lagi kak rafka" gauri memuji rafka dan zifran sambil tersenyum
"makin banyak yang klepek klepek dengan mereka" sambung arum
"tenang aja hati aku tetap untuk kamu kok" gombal rafka ke arum
"kalau aku udah ada orang yang aku suka, jadi akan selalu jaga hati" zifran juga ikut membuat suasana makin panas untuk kaum jomblo sambil melirik kaluna yang diam sambil memperhatikan gelas minuman nya
"siapa orang nya kak? " tanya gauri penasaran
"ada deh, nanti cepat atau lambat kalian pasti tau" jawab zifran sambil tersenyum
__ADS_1
mendengar ucapan dan candaan mereka kaluna hanya menggunakan anggukan kepala nya saja
"lun, kalau lo udah ada orang yang lo suka ngak? " tanya rafka yang melihat kaluna tidak banyak bicara
"mmmm, orang yang di suka ya 🤔, ada sih, tapi gue kurang tau sama perasaan gua sekarang" jawab kaluna sambil mikir perasaan nya
"lah kok gitu? " tanya gauri bingung
"karena gua juga nggak tau perasaan nya, dan kek nya gua suka ama tu orang juga setengah setengah" jawab kaluna dan meminum minuman nya
"kenapa nggak coba dekatin aja, barang kali nanti benih cinta akan tumbuh dan cinta yang setengah setengah bisa jadi sempurna" arum ikut bersuara dan memberi saran
"kalau sekarang gua males, gua lagi fokus kerja di tambah ada proyek besar untuk gua" jawab kaluna singkat
setelah makan siang sambil ngobrol, mereka pun kembali untuk bekerja tapi rafka dan kaluna sengaja menjauh untuk berbicara 4 mata
"mau bicara apa? " tanya kaluna sambil melihat arum, gauri dan zifran yang menunggu mereka berdua
"pertama gua mau nanya lo marah sama gua?, kedua apa hubungan lo dengan arum tidak sedekat yang gua bayangkan? " tanya rafka langsung dan serius
"jawaban pertama gua iya, gua emang marah sama lo dan juga kecewa sama lo jawaban ke dua hubungan gua dengan arum tak se harmonis yang lo pikir" jawab kaluna tegas
"jika lo nggak suka dengan arum kenapa lo harus kasar sama dia? " rafka menatap kaluna serius
"kasar? " tanya kaluna
"iya, sepertinya lo nggak suka kalo arum di perhatikan lebih oleh papa lo" rafka terus terang dan kaluna tidak menjawab karena itu akan membuat makin marah
"kalau gitu apa yang membuat lo marah sama gua? " rafka kembali bertanya
"karena gua tau kalau lo mau berteman dengan gua cuma mau deketin arum bukan" kaluna langsung membalas pertanyaan rafka dengan nada kecewa
kaluna langsung pergi tapi tangan nya di tahan oleh rafka, kaluna langsung membalikkan badan nya dan menampar rafka bahkan zifran, arum dan gauri yang dari tadi menunggu mereka melihat kejadian itu dari kejauhan dan langsung mendekati mereka
"mulai sekarang kita bukan teman, karena gua nggak mau punya temen kayak lo, karena lo jauh dari kata teman atau pun sahabat" kaluna langsung menujuk rafka dengan wajah kesal nya
"karena jika lo teman gua lo pasti paham dan mengerti gua, tapi selama ini gua saja yang berlagak baik dan selalu menginginkan yang terbaik buat lo yang cuman fake dan barusan lo baru saja membuktikan kalau lo benar benar teman fake" kaluna langsung pergi dan meninggal kan rafka yang masih terkejut
𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙖𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙠𝙪
𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃
__ADS_1
𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼