
kaluna masih berbicara mengeluarkan semua rasa yang sesak di dadanya
"tika, kenapa aku begini" kaluna menarik badan dari pelukan tika
tika tak sanggup menjawab nya bahkan ia tak kuasa untuk menahan tangisnya
"kenapa kamu menangis, ini adalah derita hidup ku" kaluna menghapus air mata tika
"derita kamu juga derita ku lun" tika langsung memeluk kaluna karena ia tak sanggup melihat sahabat nya sendiri begitu
hampir 2 jam mereka berdua di atas, dan setelah mencuci muka nya kaluna dan tika kembali ke acara pesta, kaluna mengambil minuman sirup rasa jeruk dan duduk di meja yang sama dengan tika
"dari mana aja lo" rafka datang bersama zifran
"terserah gua, mau balik dari mana aja" jawab kaluna nge gas
"boleh kan kami duduk di sini" tanya rafka
"kalau mau ya duduk aja" jawab kaluna dan meminum air di tangan nya
rafka dan zifran duduk tak lama kemudian gauri dan arum juga datang dan juga ikut duduk bareng mereka 1 meja itu ada 6 kursi
kaluna diam saja dan menikmati minuman nya sedang kan mereka bingung ingin mulai bicara dari mana, sedangkan tika juga diam di tambah kaluna seperti orang dingin
"kalian udah pada makan? " tanya zifran memecah keheningan dan mereka semua menjawab kecuali kaluna dan tika
" luna, tika" rafka memanggil mereka
tika dan kaluna yang dari tadi sibuk dengan minuman nya langsung menjawab
"udah dikit" jawab tika
"udah, makan angin" jawab kaluna
"makan angin" rafka bingung dengan jawaban kaluna
"iya" jawab kaluna melirik rafka
"kak, apa aku boleh panggil dengan panggilan kak luna? " tanya gauri sedikit canggung
kaluna langsung melirik gauri, kaluna menghela nafas dan kaluna langsung berdiri dan pergi meninggalkan mereka tanpa menjawab pertanyaan dari gauri
__ADS_1
"jangan bikin suasana makin buruk" tika masih duduk sambil menggoyang memutar kan minuman nya
"maksudnya? " tanya gauri yang tak mengerti
"kamu baru mengenal kaluna, mending jangan sok dekat dulu" tika langsung ke intinya dan melirik gauri
"karena aku belum mengenal begitu dekat makanya aku ingin berteman dengan nya" gauri langsung membalas perkataan tika
"tak semua orang bisa berteman dengan kaluna Adiwijaya apalagi baru baru ini ada yang berteman hanya dengan maksud lain" tika melirik rafka sekilas
"kaluna itu emang dingin, nanti kamu bisa kok berteman dengan nya" arum ikut berbicara agar gauri tidak begitu takut melihat tika yang menatap nya tajam sedang kan zifran tampak berpikir dengan ucapan tika barusan
"emang siapa teman yang kamu maksud barusan" tanya zifran melihat tika
"malas jawab" tika berdiri dan memasukkan satu tangan nya ke dalam saku celananya dan pergi meninggalkan mereka
tika pergi naik ke panggung dan mengambil mic
"selamat malam semuanya, selamat datang ke pesta perusahaan Adiwijaya pada malam ini "semua orang melirik ke sumber suara
" selamat ulang tahun untuk perusahaan Wijaya dan selamat ulang tahun juga untuk arum dan yang paling spesial selamat ulang tahun juga untuk kaluna Adiwijaya yang kemarin berulang tahun juga " tika membuat mereka terkejut ternyata kaluna juga ulang tahun dan mereka bertepuk tangan
"kaluna kemarin ulang tahun" buk sarah juga terkejut
sedangkan kaluna hanya diam dan bersikap dingin melihat orang tuanya yang lupa dengan nya
"mari kita persilahkan untuk bos kedua perusahaan Adiwijaya untuk naik ke atas panggung" tika meminta kaluna untuk naik atas panggung
sedangkan arum dan buk Sinta sedikit kesal kepada tika saat tika melirik mereka saat mengatakan bos ke dua perusahaan
tanpa basa basi kaluna naik dan mengambil mic yang di ulurkan tika
"selamat malam semuanya" sapa kaluna dengan wajah yang masih dingin
"terimakasih atas ucapan nya dan terimakasih juga untuk kalian semua yang selalu mendukung dan membantu saya dalam bekerja" kaluna melihat tika dengan senyuman dan melihat orang di sekelilingnya
kurang lebih sudah 15 menit kaluna di atas panggung dan kemudian kaluna turun, kaluna berdiri di antara papa dan mama nya yang canggung karena tidak mengetahui ulang tahun putri nya
"kaluna selamat ulang tahun" pak adi gugup
"selamat ulang tahun putri mama" buk sarah juga ikut mengatakan nya
__ADS_1
kaluna hanya diam dan fokus melihat tika yang masih di atas panggung
"terimakasih untuk ucapan nya" kaluna membalasnya saat mereka sedang asik berbicara
"kaluna ayo gabung makan bersama kami" buk sarah mengajak kaluna untuk makan bersama dengan nya dan juga ada pak adi dengan buk Sinta dan arum
"terlalu ramai, kalian lanjut aja" kaluna melihat semua yang duduk di meja panjang itu mama nya dengan keluarga baru nya, pak adi dengan keluarga baru dan juga ada zifran dengan keluarga nya bahkan rafka juga ikut duduk di sana
"ayolah lun, ikut makan bareng kita" rafka membujuk kaluna
"kalian lanjut aja, orang asing ngak seharusnya gabung" kaluna menghela nafas dan pergi, tapi beberapa langkah kaluna berjalan pak adi langsung berdiri
"siapa yang kamu maksud orang asing? " tanya pak adi yang berdiri di tempat nya
"menurut papa siapa? " kaluna membalikkan badan nya dan kembali bertanya kepada pak adi
"papa bertanya kepada kamu dan jangan bertanya balik" ucap pak adi menahan sabar nya
"tentu saja aku sendiri" jawab Kaluna singkat
"kenapa kamu berpikir begitu, bukan nya dari kemarin kamu ingin bertemu mama mu, dan sekarang saat sudah bertemu, tapi kamu bertingkah seperti ini" pak adi tetap berbicara dengan baik dan menahan sabar, sedangkan buk sarah melihat kaluna
"itu kemarin, ngak dengan sekarang" jawab Kaluna
"apa kamu membenci mama? " buk sarah langsung bicara dan menatap dalam kaluna
"benci? seharusnya pertanyaan itu yang aku berikan kepada kalian berdua" kaluna menatap pak adi dan buk sarah bergantian
karena mengingat tempat kaluna tidak melanjutkan, ia memilih pergi dan menghilang di pesta itu bahkan ia memutuskan pulang ke apartemen yang baru ia beli
.
𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙖𝙮𝙖𝙡 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙠𝙪
𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃
𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼
__ADS_1