Ceo Dingin Dan Cleaning Service

Ceo Dingin Dan Cleaning Service
Episode 10 Menyelidiki


__ADS_3

Fika kembali ke ruangan pantry. Dia bernafas lega, meskipun masih ada sedikit ketakutan di wajah nya, tetapi dia bisa tersenyum kembali.


"Untung saja dia memberikan kesempatan kepada ku, kalau tidak pasti kami akan kelaparan kembali, aku tidak bisa membuat kesalahan apa pun, aku harus berhati hati, besok aku harus secepat mungkin sampai ke sini."


🌻🌻🌻


Sementara di ruangan Tama dia masih mengingat senyum manis Fika. Rasa nya begitu cantik jika dia tersenyum.


"Co aku ingin lihat CV dari perempuan tadi."


"Apa kau ingin memastikan sesuatu?"Tanya Vico


"Tidak, aku hanya tidak habis fikir, kenapa dia sampai bersujut begitu, tidak pernah sekalipun karyawan kita yang melakukan seperti itu."


"Baiklah, aku meminta CV nya ke Hrd, dan apa perlu aku menyelidiki perempuan tadi?"Ujar Vico sambil mengangkat kedua alis mata nya seakan akan menggoda Tama.


"Tidak perlu."


Vico kemudian pergi ke ruangan Hrd lalu meminta surat lamaran Fika. Kemudian menyerahkan nya kepada Tama.


Tama menerima dan membaca berkas Fika, dia merasa tidak ada yang istimewa.


"Jadi sebelum nya dia bekerja di Hotel Justin sebagai tukang cuci piring, setahu ku gaji di sina cukup besar kenapa dia keluar." Tama mengernyitkan kening nya, seakan tanda tanya besar dengan CV Fika.


"Apa kau curiga dia seorang penyusup?"


"Bisa saja."


"Baiklah aku akan menyelidiki nya."


"Hemmm...terserah kau saja." Vico lalu pergi keluar dan mulai menyelidiki semua tentang Fika.


🌻🌻🌻


Pukul 12 siang Fika merasa takut antara mau istirahat atau meneruskan pekerjaan nya. Dia pun berjalan keluar dari ruangan pantry, tetapi tidak menemukan satu pun karyawan.


"Aku harus nanya ke siapa ya, ini jam istirahat atau bukan ya?"

__ADS_1


Karena tidak ada yang bisa di tanya, Fika pun berniat ingin kembali ke ruangan pantry. Vico yang sudah siap menyelidiki kehidupan tentang Fika, dia pun kembali ke ruangan Tama, tetapi dia melihat Fika yang termenung di pintu pantry. Kemudian Vico menghampiri nya dan bertanya.


"Ehemm.."


"Eh...tuan ada yang bisa saya bantu tuan?"Dengan sigap Fika pun berdiri.


"Aku melihat mu melamun ada apa?"


"Itu tuan..maaf sebelum nya tuan saya ingin bertanya jam istirahat nya jam berapa ya tuan."


"Ini sudah jam 1, jam istirahat pukul 12, apa kamu sudah makan."


"Be..belum tuan, saya tidak tau pukul berapa istirahat nya, saya mau bertanya tapi tidak tau dengan siapa bertanya, karena karyawan di sini tidak ada."


Vico menepuk jidat nya, betapa polos nya karyawan yang satu ini.


"Ya sudah sekarang istirahat lah, banyak makanan yang di jual di depan perusahaan ini."


"Saya bawa bekal tuan."


"Bekal?"


"Oh...kalau begitu saya permisi."


Fika lalu mengambil bekal nya dan memakan nya dengan lahap, dia sudah sangat kelaparan.


🌻🌻🌻


Vico memasuki ruangan Tama. Dia melihat Tama masih juga mengerjakan berkas berkas penting nya, Vico kemudian duduk di sofa.


"Makan bro, sudah jam nya."


Tama melihat jam di tangan nya, tidak terasa sudah pujul 1 siang.


"Pesan makanan bro."


"Makan apa bro, seperti biasa kah?

__ADS_1


"Heem."


Vico oun menghubungi OB lalu memesan makanan seperti biasa, tidak butuh lama makanan pun datang dan mereka makan dengan tenang.


Sehabis makan Vico lalu memberikan berkas kepada Tama.


"Ini hasil penyelidikan perempuan itu bro, bacalah."


Tama lalu membaca setiap lembar, dia mengeryitkan kening nya. Dia membaca nama orang tua Fika dan riwayat kerja nya.


"Dia tuduh mencuri sendok limited edition milik chef justin."


"Apa Justin sudah menyelidiki nya?"


"Sudah, pelaku nya atasan Fika sewaktu bekerja di sana."


"Hem."


"Ayah nya sudah meninggal, sebelum nya ayah nya bekerja perusahaan ini dan sebagai orang kepercayaan papa Evan, entah kenapa dia bisa keluar dari perusahaan ini, semenjak itulah kehidupan Fika sangat memprihatinkan, dan dia sebagai tulang punggung keluarga."


"Bekerja di perusahaan ini, siapa nama ayah nya."


"Samsul."


Pasti ada yang tidak beres, kasihan sekali wanita itu, aku harus mencari tahu siapa ayah nya dan apa kesalahan nya terdahulu.


"Baiklah, kembali lah bekerja."


"Oh iya bro, tadi aku melihat nya melamun di pintu pantry, dia menunggu karyawan ya g lewat hanya untuk menanyakan jam istirahat, dia menunda sampai jam 1 siang untuk makan."


"Apa tidak ada yang memberitahu nya jam istirahat."Geram Tama


"Entah lah."


"Selidiki semua karyawan HRD, aku rasa mereka bekerja dengan seenak nya."


"Oke."

__ADS_1


Tama kembali mengerjakan berkas berkas itu, bayang bayang Fika tersenyum pada nya kembali muncul.


Kenapa wajah nya terus membayangi fikiran ku, isss ku rasa aku sudah mulai gila.


__ADS_2