
Seperti biasa subuh subuh Fika sudah bangun dari tidur nya, dia bergegas untuk memasak telor kecap saja dan sebagai sayur nya dia memasak mie instant goreng.
Selesai sarapan dia berangkat bekerja, dia mempercepat jalan nya karena cuaca pagi ini sedikit mendung, dia tidak ingin kebasahan.
Sesampainya di hotel restoran, Fika melihat banyak sekali tamu yang berdatangan. Dia tidak tahu bahwa hari ini akan ada tamu dari luar kota untuk mengadakan seminar yang di adakan di ballroom hotel ini.
Semua tampak sibuk, termasuk Justin yang sejatinya pemilik hotel langsung turun tangan membantu para chef untuk menyediakan hidangan mulai dari Appetizer, Main course dan Dessert.
Fika mengganti seragam nya dan langsung memakai celemek. Piring kotor sudah memenuhi di dalam westafel. Fika pun memisahkan piring piring dan gelas, dan membuang sisa sisa makanan ke dalam plastik yang sudah di sediakan.
"Fika...apa pekerjaan mu sudah selesai?"tanya Justin
"Sedikit lagi chef."
"Baiklah, setelah pekerjaan mu selesai tolong bantu karyawan lain untuk membawa menu pembuka ini kepada tamu yang ada di ballroom."
"Tapi chef aku kan tidak mengerti chef, aku takut membuat kesalahan chef."
"Pelan pelan saja, ikuti kemana karyawan itu mengantar nya, aku akan memberikan mu gaji lembur hari ini."
"Be..benarkah chef?"
"Iya, kau mau kan."
"Mau chef, oke chef setelah ini aku akan mengantar nya."
"Kuharap uang ini bisa untuk menambah beli tongkat untuk ibu, Terima kasih Tuhan." Batin Fika sambil tersenyum
Fika pun mulai menyusun kue kue yang sudaH di sediakan, dia meletakkan nya diatas troly dan menyusun nya rapi kemudian menutup nya dengan plastik wraping.
Fika mengikuti karyawan di depan nya, dengan pelan Fika membawa troly itu sampai ke depan lift.
"Nanti aku tunggu kau di lantai 7, ruangan ballroom ada di sana sebelah kanan."
"Iya pak."
Karena lift yang penuh, maka Fika tidak bisa masuk apa lagi sedang membawa troly yang cukup besar hingga memakan tempat.
TING
Lift berhenti tepat di depan Fika. Dia memasukkan troly dengan hati hati, kemudian menekan angka 7. Lift membawa nya ke lantai 7.
"Aduh...pusing sekali rasa nya, aku tidak pernah menaiki lift, mudah mudahan lift tidak mati, bisa bahaya aku."
Ting
Fika mengeluarkan troly dengan perlahan dan melihat ke kanan terdapat tulisan ballroom, dia mendorong troly nya masuk ke dalam.
"Dek sini..tolong di tata dengan rapi, supaya tamu yang mengambil nya tidak susah."
"Iya pak."
Fika mulai mengambil kue yang di troly dan meletakkan di atas meja yang sudah di alasi dengan plastik. Dia melakukan nya dengan cekatan dan rapi.
Hampir semua kue sudah dipindahkan ke atas meja. Tiba tiba datang seorang tamu yang memegang kopi hendak mengambil kue. Dia berdiri tepat di sebelah kiri Fika, dan ketika hendak meletakkan kue di atas meja, Fika tidak sengaja menyenggol tangan tamu itu dan mengakibatkan kopi yang di pegang nya jatuh dan mengenai kaki tamu.
__ADS_1
"Maaf...bu aku tidak sengaja, aku tidak melihat ibu di samping ku." ujar Fika meminta maaf.
"Kau punya mata enggak sich, sebesar ini kau tidak melihat ku, aku tidak mau tau panggil manager hotel ini, dia sudah membuat kaki ku merah dan panas." Berang perempuan itu.
"Aku mohon maaf bu, aku tidak sengaja bu."
Karyawan yang tadi bersama Fika akhir nya menghubungi manager dan memberitahukan masalah nya.
"Ada yang bisa saya bantu bu." ujar manager
"Dia bisa kerja enggak sich, dia itu numpahin kopi ku, dan lihat kaki ku jadi merah.
"Kami selaku pihak hotel meminta maaf yang sebesar nya atas insiden ini, kami akan mengganti biaya perawatan kaki ibu."
"Jelas kau harus mengganti nya, jika tidak aku akan melaporkan mu ke suami ku, dan dia akan menuntut hotel ini."
"Baiklah bu, katakan berapa yang harus kami ganti bu."
"10 juta, karena aku setiap hari melakukan perawatan mahal di salon terkenal."
"Sebentar bu, aku akan melaporkan nya ke GM hotel ini."
Manager langsung menghubungi Justin yang sedang berada di dapur dan memberitahukan masalaah dan kerugian yang di tanggung.
Justin pun menyetujui membayar kerugian itu, karena dia tidak ingin ada keributan di hotel nya dan itu bukan lah hal yang besar baginya.
Setelah membayar kerugian itu, Fika di suruh turun dan menjumpai GM. Jantung Fika sudah berdetak kuat, dia takut kesalahan nya ini akan membuat nya di keluarkan dari pekerjaan nya.
"Pergilah ke kantor GM, kau sudah di tunggu di sana."
Sepanjang jalan Menuju ke ruang GM, Fika hanya menunduk, sesekali dia mengelap air mata nya yang tumpah di pipi nya.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk."
"Permisi pak, saya di suruh menjumpai bapak di sini." sambil menunduk
Justin yang melihat Fika hanya menunduk dan berdiri merasa iba. Dia sudah melihat CCTV yang ada di ruangan ballroom, dan itu bukan murni kesalahan Fika.
"Angkat kepala mu dan duduk lah."
"Saya berdiri saja pak, nanti kursi nya kotor." Fika menegakkan kepala ya dan melihat Justin berada di depan nya.
"Duduklah Fika."
"Nanti kursi nya kotor chef, saya berdiri saja chef."
"Duduklah, apa saya harus memaksa mu untuk duduk."
"Ti..tidak chef terima kasih."
"Aku sudah melihat Cctv ruangan itu, dan kau tidak sengaja menyenggol nya, benar begitu?"
"Iya chef, saya minta maaf sudah membuat keributan chef, chef bisa memotong gaji saya, tapi tolong jangan pecat saya chef, saya sangat butuh kerjaan ini." Sambil menangkupkan kedua tangan nya memohon.
__ADS_1
" Aku tidak meminta mu berganti rugi,aku juga tidak akan memecat mu, tapi kau tidak boleh ceroboh, kau harus berhati hati lain kali, tidak selamanya kau bisa saya bantu, kau mengerti."
"Mengerti chef terima kasih banyak."
" Kembali lah, dan lakukan pekerjaan mu dengan baik."
"Iya chef saya permisi." Fika beranjak dari kursi nya, sebelum itu dia membersihkan kursi tempat bekas duduk nya."
"Anak itu sangat sopan, dia juga rajin." ucap Justin dengan pelan.
Fika kembali ke dapur restoran dan duduk melamun di samping tempat pencucian piring.
Hati nya lega, dia sudah sempat berfikir yang aneh aneh, jika dia di pecat, apa yang akan dimakan oleh ibu dan adik nya juga rencana tongkat yang ingin di beli Fika untuk ibu nya.
Sudah sebulan Fika bekerja sebagai tukang cuci piring, hari ini dia akan menerima gaji pertama nya.
"Aduh...sudah tidak sabar menerima gaji pertamaku, aku ingin membeli daging untuk ibu dan adek, pasti mereka senang." Ujar Fika sambil tersenyum.
Sebelum pulang dari kerjanya, Martha selaku atasan Fika memanggil nya.
"Fika..ini gaji mu bulan ini, semua lembur dan uang makan mu sudah saya masukkan ke dalam amplop ini."
"Baik bu terima kasih banyak."
"Sama sama, kau bisa pulang."
"Iya bu."
Fika pulang dengan bahagia nya, dia singgah ke minimarket membeli daging ayam dan sedikit bahan masakan lain nya.
"Ibu aku sudah pulang."
Lasma yang sedang di ruang tengah bersama Fael ternyum melihat pancaran kebahagiaan di wajah Fika.
"Ada apa nak, kenapa kau terkihat bahagia sekali."
"Hari ini aku gajian bu, dan aku sudah membeli daging, besok aku akan masak kesukaan ibu dan adek."
"Tetima kasih nak."
"Bu, ini gaji ku, ibu pegang ya."
Fika mengeluarkan gaji nya dari amplop, dia menghitung nya, gaji nya bulan ini sebesar 2.5 juta sudah termasuk uang makan dan lemburan nya.
"Banyak sekali nak."
"Iya bu, itu gaji dan uang lembur ku, sekarang ibu simpan ya."
"Tapi jangan semua nak, pegang lah untuk keperluan mu."
"Sudah bu, Fika sudah menyisihkan nya sedikit."
"Baiklah ibu akan simpan uang mu, tapi jika kau membutuhkan nya jangan segan minta pada ibu ya nak."
"Oke bu."
__ADS_1