
Fika yang mendapat spaghetti dari chef Justin dan sudah memberi izin ke Fika untuk di bagi, Fika pun membawa nya dan memberikan kepada Rina.
"Rin..kamu mau kan ini?"
"Ini apa Fik, kayak nya enak dech."
"Aduhhh..aku lupa nama nya, kayak kebarat baratan gitu, cobain dech enak banget."
"Sini aku cobain." Rina pun mengambil sendok garpu dan menggulung nya kemudian memakan nya.
"Enak banget Fik, sumpah ini makanan enak banget."
"Itu chef Justin yang buat, tadi dia panggil aku lalu ngasi ini."
"Bener kan dugaan ku, kayak nya chef Justin suka dech sama kamu, cie...cie...."
"Ihhh...apa sich Rin, ya kalau pun dia suka sama aku ya itu terserah chef, kan aku enggak bisa ngelarang orang suka sama aku."
"Iya juga ya, kok jadi bego gini ya."
"Yok kerja lagi, biar bisa langsung istirahat."
Mereka berdua pun kembali bekerja dengan tugas maaing masing. Sementara Martha tengah sibuk memikirkan cara agar Fika di tendang dari kerjaan ini.
"Hahahaha...liat aja Fik ku pastikan hari ini hari terakhir mu bekerja."Ujar Martha sinis.
Tepat pukul 12 siang, Fika dan Rika pun beristirahat, karena Rina tidak membawa bekal, dia pun meminta tolong untuk ditemani membeli makan siang nya bersama Fika. Tentu saja Fika tidak keberatan. Mereka berdua akhir nya keluar dari pintu belakang dan mencari makanan yang dekat dengan hotel.
Martha yang melihat kondisi di sekitar dapur sepi, dia mulai keluar dari ruangan nya. Dia berjalan mengendap endap. Setelah memastikan aman, dia memasukkan sesuatu ke dalam tas Fika. Kemudian dia berjalan dan keluar dari dapur menuju ke loby hotel.
Setelah selesai membeli makan, merek berdua pun makan dengan bersenda gurau, tidak ada sedikit pun terbersit di pikiran Fika untuk mengecek tas nya.
Setelah beres makan, mereka berdua pun melanjutkan tugas mereka kembali.
🌻🌻🌻
Waktu menunjukkan pukul 6 sore, chef Justin yang sudah di dapur mencari barang yang seingat nya tertinggal di dapur. Barang itu adalah barang kesukaan nya, karena dia membeli nya khusus di pengrajin dan ukiran nama nya di buat di barang tersebut.
Chef Justin membongkar setiap persudutan dapur, dia juga menanyakan kepada beberapa chef yang bekerja saat itu, tetapi tidak ada yang mengetahui nya.
Seisi dapur di buat heboh, apalagi Martha seakan akan memperbesar masalah.
"Ini pasti ada curi chef, bagaimana kalau kita geledah saja semua tas yang bekerja di dapur chef." Ujar Martha menggebu gebu
__ADS_1
"Tidak perlu, mungkin sudah saat nya barang itu hilang."
"Tidak bisa begitu chef, nanti maling nya bisa keenakan donk chef, biar aku geledah saja chef mumpung semua karyawan di dapur."
Martha pun sibuk untuk meminta semua karyawan dapur untuk mengumpulkan tas nya. Fika yang memang tidak merasa mengambik nya pun dengan senang hati mengumpulkan tas nya.
Martha pun mulai memeriksa semua tas nya, tinggal 3 tas yang belum di periksa nya yaitu tas Fika, tas Rina dan tas security dapur.
"Lihat saja Fik, kau akan malu di depan chef Justin."
"Memang nya apa yang hilang Fik?tanya Rina sambil berbisik
"Aku juga gak tau, kita lihat saja."
Martha pun melirik Fika dengan ekor mata nya, dia pun membuka tas Fika, dan sendok kesayangan milik Justin pun jatuh dari dalam tas Fika.
Semua orang terkejut, tidak menyangka bahwa Fika yang polos, ramah mengambil barang chef Justin.
"Dasar maling, ternyata selama ini kami tertipu dengan wajah polos mu, rupanya kau maling." Ujar Martha.
"Sa..ya gak ngambil bu Martha, saya berani sumpah bu." Fika mulai ketakutan dan air mata nya menetes.
"Ga usah banyak cerita kamu, sekali maling tetap maling."
"Udah chef jangan dengerin dia."
Chef Justin menghela nafas nya pelan, di satu sisi dia tidak percaya bahwa Fika yang mengambil nya tetapi di sisi lain barang bukti berada di tas Fika.
"Fika...kamu ikut saya keruangan saya."
"Baik chef."
Fika pun mengikuti chef Justin ke ruangan nya. Air mata nya tidak berhenti mengalir di pipi nya.
"Duduk."
"Ba..baik chef."
"Hufffttt..Ceritakan pada ku bagaimana barang itu bisa di dalam tas mu."
"Sa..saya juga tidak tahu chef, sehabis istirahat saya langsung bekerja kembali chef."
"Kamu tidak berbohong?"
__ADS_1
"Tidak chef, saya berani bersumpah chef, saya tidak pernah mengambil yang bukan milik saya."
Tiba tiba Martha masuk ke ruangan Justin dan langsung duduk di samping Fika.
"Chef..chef harus pecat dia, karena perjanjian awal masuk setiap karyawan yang melakukan kecurangan akan di pecat atau di serahkan ke pihak yang berwajib."
"Tapi saya kan tidak bersalah bu Martha, tolong jangan pecat saya bu, hanya ini yang membantu saya dan keluarga saya."
"Makanya jangan maling."Ujar Martha
"Sudah cukup..maaf Fika saya tidak bisa menerima kamu bekerja di sini lagi, silahkan kemasi barang barang mu, dan untuk gaji mu bulan ini, sillahkan ambil amplop ini."
"Hiks...hiksss...tolong berikan saya kesempatan chef, saya bersumpah tidak mengambil barang itu."
"Udah sana pulang, maling tetap maling sampai kapan pun."
"Cukup bu Martha silahkan keluar dari ruangan saya."Ujar Justin tegas.
"Baik chef." Martha pun meninggalkan ruangan Justin dan menatap tajam Fika.
"Hikss...hiksss..terima kasih chef sudah menerima saya bekerja di sini, maaf kalau saya sudah membuat keributan di sini, sekali lagi terima kasih, saya permisi." Fika pun membungkukkan badan nya dan beranjak dari kursi nya.
Justin yang melihat Fika hampir keluar, dia lalu menarik tangan Fika dan memeluk nya erat. Tidak tega sebenar nya melihat Fika yang berderai air mata, tetapi dia juga harus profesional dalam bekerja.
Justin menepuk nepuk punggung Fika dan membelai rambut nya dengan lembut. Justin memberanikan diri nya mencium kepala dan kening Fika sedangkan Fika hanya terdiam.
"Maafkan aku, aku harus profesional dalam bekerja, aku akan menyelidiki ini semua."
"Terima kasih chef, saya permisi." Fika lalu melepaskan pelukan Justin dan keluar dari ruangan itu.
Fika mengemasi barang nya dan mengambil tas nya. Rina pun menghampiri nya, dan melihat Fika berderai air mata dia pun ikut menangis
"Kamu mau kemana Fik."
"Aku..aku di pecat Rin...hikss...hiksss..aku gak tahu harus kemana mencari kerja lain, hiks..hikss."
"Maafkan aku tidak bisa menolong mu, jika aku mendapatkan lowongan aku akan memberitahu mu."
"Terima kasih Rin, aku pergi ya."
Mereka berdua pun berpelukan dengan erat sebagai perpisahan mereka. Fika pulang dengan mata bengkak dan wajah yang sembab.
🌻🌻🌻
__ADS_1
"Hahahhaahaha...jangan pernah sekalipun melawan ku, lihat kan kau hanya tikus kecil yang mencoba merusak kesenangan ku."Ujar Martha .