Ceo Dingin Dan Cleaning Service

Ceo Dingin Dan Cleaning Service
Episode 6 Hadiah buat ibu


__ADS_3

Hari hari yang di jalani Fika sebagai tukang cuci piring membuat tidak menarik diri. Sudah berjalan selama 6 bulan dia melakukan pekerjaan ini. Setiap chef Justin atau pun Martha menyuruh nya lembur, dengan senang hati Fika melakukan nya.


Kali ini sudah terkumpul uang untuk membeli tongkat buat Lasma ibu nya Fika. Selama 6 bulan bekerja, Fika sama sekali tidak pernah mengambil Off bekerja, bukan nya tidak lelah, hanya saja uang yang masuk sebagai pengganti libur sangat membantu nya menabung membeli tongkat ibu nya.


Hari ini dia meminta izin kepada bu Martha untuk pulang lebih awal, karena ingin membeli tongkat itu dan sebagai hadiah kepada ibu nya yabg berulang tahun. Ini kali pertama bagi Fika memberikan hadiah ulang tahun setelah beberapa tahun hanya ucapan dan doa yang tulus di berikan Fika kepada ibu nya.


"Bu Martha saya bisa izin untuk pulang lebih awal?"


"Kamu mau kemana, tumben minta pulang cepat, ini kali pertama kamu izin kan?"


"Iya bu, saya ingin membeli sesuatu buat ibu saya, kalau pulang nya malam toko nya sudah tutup bu."


"Memang nya kamu mau beli apa, kenapa mesti siang hari."


Fika pun memberitahukan kondisi dan keperluan ibu nya. Martha selaku atasan nya menganggukkan kepala nya dan mengizinkan Fika untuk pulang awal.


"Terima kasih ya bu."


"Hati hati di jalan, salam sama ibu kamu."


"Iya bu."


Fika mengambil tas nya dan pulang dalam keadaan bahagia. Sepanjang jalan dia tampak tersenyum, karena terlalu bahagia.


"Pak, ini berapa ya harga tongkat nya."


"Ini 2 juta neng."


"Kalau yang ini?"


"Kalau yang ini 2.5 juta neng."


"Apa masih bisa kurang pak?" Fika menunjuk tongkat yang berharga 2 juta.


"Bisa neng, tapi hanya sedikit, kalau neng mau ambil aja harga 1.8 juta."


"1.5 ya pak, saya cuma punya uang segitu pak."


"Jangan neng, 1.6 kalau neng mau?"


"Ya sudah lah pak, saya ambil itu saja."


Penjual lalu membungkus dan menyerahkan nya kepada Fika. Sisa uang pegangan Fika masih ada, dia membeli sepasang baju baru untuk Fael sang adik dan juga kue ulang tahun yang kecil.


Fika membawa semua barang belanja nya dengan berjalan kaki. Dia membuka pintu dengan pelan dan mengendap endapkan kaki nya. Surprise kali ini harus berjalan lancar.


Setelah menyiapkan semua nya, dan membersihkan diri nya dia masuk ke dalam kamar dan melihat ibu nya yabg tengah berbaring bersama adek nya.


"Fael...ibu ayo bangun dulu."


"Ehhh...udah pulang nak."


"Iya bu, ayo bu bangun kita makan ya."


"Ya sudah, fael sayang ayo bangun nak."


Fika pun mengajak ibu nya dan adek nya ke ruang tengah, mereka makan dengan lauk sederhana.

__ADS_1


Setelah itu Fika pergi ke dapur dan membawa kue lalu menyanyikan selamat ulang tahun buat ibu nya.


"Selamat ulang tahun ya bu, maaf Fika belum bisa ngasi apa apa sama ibu, doa Fika cuma satu ibu di beri kesehatan dan umur panjang supaya kita terus sama sama."


"Hiks...hiks...makasih ya nak, terima kasih untuk doanya, maaf membuat mu lelah."


"Enggak lelah kok bu, Fika senang."


"Tunggu di sini dulu ya, Fika ada sesuatu buat ibu."


Fika lalu mengambil tongkat dan baju buat Fael.


"TAAARAAA..ini tongkat buat ibu, supaya ibu enggak susah kalau jalan."


"Kamu dapat uang dari mana nak."


"Kan Fika kerja bu, uang lembur Fika lumayan banyak jadi bisa Fika tabung jadi nya bisa dech beli ini."


"Ya Tuhan..terima kasih sayang."


"Buat aku enggak ada kak?"


"Ada donk, ini kakak beli baju buat adek kakak yang tampan ini."


"Hah..baju nya keren kak, aku suka, makasih kakak aku yang cantik."


"Sama sama adek."


"Besok ibu coba pakai ya bu, yok kita tidur."


Pagi nya Fika melakukan aktivitas biasa, dia juga sarapan. Hujam yang dari subuh sampai detik ini belum juga berhenti. Fika memakai payung dan sendal untuk berangkat kerja.


Berjalan dengan pelan di jalan, tetap saja banyak pengendara yang sengaja atau tidak menabrak genangan air, yang akhir nya membuat baju dan celana Fika menjadi kotor.


"Huh..nasib orang miskin."


Sampai di tempat kerja, Fika langsung mengganti pakaian dengan pakaian kerja. Pakaian yang kotor nya di bersihkan menggunakan air sedikit sedikit kemudian menggantung nya di kamar mandi khusus pekerja.


"Semangat kerja."Fika menyemangati diri sendiri.


Tidak berselang lama, bu Martha datang dengan seorang perempuan.


"Fika kenalin ini teman baru mu, dia bertugas sebagai cleaning service di sini, tapi area tugas nya hanya berada di dapur."


"Oh..iya bu kenalin mbak saya Fika."


"Saya Rani."


"Ya sudah sekarang bekerja lah."


Mereka berdua pun akhir nya bekerja, terkadang bercanda gurau, menceritakan kehidupan masing masing.


Semakin hari chef Justin yang sangat suka di dapur, semakin menunjukkan ketertarikan nya kepada Fika, terkadang dia membuat dessert kemudian menyuruh Fika untuk merasai nya.


Hal itu membuat Martha selaku atasan Fika berang karena sudah lama Martha menyukai chef Justin secara diam diam.


"Fik, kamu liat ga sich kayak nya bu Martha makin hari makin aneh dech, beda kayak pertama masuk dulu ramah banget, kenapa sekarang emosian mulu ya bawaan nya kalau liat kita."

__ADS_1


"Enggak tahu Rin, aku kira hanya aku yang ngerasain nya, ternyata kamu juga sama."


"Iya aneh banget kan."


"Ya sudah biarin aja, kita kerja aja yang bagus."


"Ehh..ngomong ngomong kamu ada hubungan dengan chef Justin ya?"


"Maksud kamu apa?"


"Aku lihat lihat chef Justin kayak nya perhatian banget ke kamu, apa dia suka sama kamu ya?"


"Iihhhh...apaan sich Rin, ya enggak mungkin lah dia suka sama aku, secara aku siapa dia siapa, masih banyak cewek di luar sana yang cantik, kaya, body bohai lah aku enggak ada yang di harepin."


"Jangan insecure donk Fik, meskipun kerjaan kita begini tapi kita tetap punya hak kok untuk memilih."


"Iya sich, ayok kerja lagi nanti di liat bu Martha bisa habis kita, hibihi." Fika terkiki geli dengan omongan nya.


Hari ini chef Justin kembali menunjukkan perhatian nya, dia memasak spaghetti bolognese dengan taburan keju yang melimpah khusus buat Fika.



"Fika."


"Iya chef."


"Ke sini dulu sebentar."


"Ada apa ya chef."


"Ini aku masakin buat kamu."


"Hah...buat saya chef, ga salah chef?"


"Enggak, kenapa kamu enggak suka spaghetti?"


"Bu..bukan ga suka chef tapi."


"Udah sini saya suapin kamu, kalau nunggu kamu kelamaan."


Martha yang ingin keluar melihat chef Justin menyuapi Fika. Muka nya merah padam, tangan nya terkepal, emosi nya sudah naik ke ubun ubun, dan dia kembali ke dalam ruangan nya.


"Lihat aja kamu Fik, muka polos mu ternyata hanya ular saja, kupastikan kau akan keluar dari sini." Geram Martha.


"Chef sudah saya bisa sendiri."


"Gimana enak enggak."tanya Chef Justin


"Enak banget chef, makasih ya chef."


"Itu aku buat khusus untuk mu."bisik Chef Justin.


"Te..terima kasih chef, tapi bisa kan chef aku bagi dengan teman ku Rina."


"Ya sudah bagilah, tapi harus harus habis ya."


"Iya chef kalau begitu saya permisi."

__ADS_1


__ADS_2