Ceo Dingin Dan Cleaning Service

Ceo Dingin Dan Cleaning Service
Episode 9 Melamar lagi


__ADS_3

Pagi nya Fika sudah siap dengan penampilan ny, dia memakai rok dan kemeja yang di masukkan ke dalam rok nya, dan juga sepatu satu satu nya yang dia miliki.


Setelah pamit ke sang ibu Fika pun langsung berjalan ke arah jalan besar kemudian menyetop angkot yang khusus ke jalan pyang dia tuju.


Jarak yang harus di tempuh Fika tidak memungkinkan dia harus berjalan kaki. Bisa bisa sampai tempat baju yang dipakai nya sudah basah oleh keringat.


Sesampainya di perusahaan Tama Corp Fika langsung masuk dengan senyuman nya yang khas, dia memang ramah, dia bertanya kepada CS menanyakan letak ruangan HRD, kemudian Fika pun langsung bergegas ke lantai 5.


Di lantai 5 sudah banyak orang yang melamar kerja, Fika sedikit gugup dan cemas takut kalau dia tidak diterima bekerja.


Satu persatu peserta lamaran di panggil untuk ujian sekaligus wawancara, dari 10 peserta lamaran, akan di ambil 5 untuk di jadikan pekerja di perusahaan Tama Corp sebagai 2 orang Customer Service dan 3 sebagai cleaning service.


Setelah menunggu hampir 2 jam lebih akhir nya Fika pun di panggil untuk melakukan Ujian dan wawancara.


Serangkaian pertanyaan yang di ujian nya di jawab dengan pengetahuan Fika, waktu yang di berikan hanya lah 30 menit dengan soal 30. setelah itu dia melakukan tes wawancara dengan kepala cleaning service.


"Apa motivasi mu terbesar ingin bekerja di sini."


"Maaf pak sebelum nya perkenalkan nama saya Fika, Saya melamar di sini karena memang saya sedang butuh uang untuk kehidupan saya dan keluarga saya, saya juga terbiasa melakukan pekerjaan seorang diri, dan saya ingin jika saya diterima di sini saya ingin membawa ibu saya berobat ke tempat yang bisa menyembuhkan kaki ibu saya, itu lah pak alasan saya bekerja di sini."


"Apa kau yakin bisa bekerja dengan baik, karena di perusahaan ini membutuhkan orang orang yang berkompeten tinggi, karena perusahaan ini juga tidak main main memberikan gaji yang besar kepada setiap pekerja di sini."


"Saya yakin pak, bapak bisa menguji saya selama 1 minggu jika saya melakukan kesalahan saya bersedia mundur pak."Ujar Fika dengan tegas.


"Baiklah aku akan mengawasi mu, mulai besok datang lah bekerja di sini, kau akan di tempatkan di lantai 7, kau khusus membersihkan ruangan Ceo di sini, dan ingat CEO kita adalah orang yang tidak pandang bulu, jika kau melakukan kesalahan kecil saja bersiap lah untuk angkat kaki dari sini."


"Baik pak saya mengerti."


"Pulanglah dan jangan sampai telat untuk besok."


"Terima kasih pak, saya permisi." Fika memberikan senyuman nya dan keluar dari ruangan HRD.


Fika pun langsung pulang ke rumah nya, dia harus memberitahu ibu nya akan pekerjaan nya ini.


"Bu...Fika pulang."Ucap Fika dengan semangat.


"Lho...kok sudah pulang nak,memang nya kamu tidak bekerja?"


"Begini bu ada yang ingin Fika beritahu pada ibu, tapi Fika mohon ibu jangan marah ya?"


"Kenapa nak, kamu buat kesalahan?"


"I..iya bu, maafin Fika."


"Jelaskan pada ibu apa yang terjadi."


Fika pun menjelaskan semua kejadian yang menimpa nya di tempat kerja terdahulu, tidak ada yang di kurangi ataupun di tambahi.


"Fika berani bersumpah bu, Fika enggak pernah ambil yang bukan milik Fika, kan ibu sendiri yang beritahu begitu?"


"Iya..ibu percaya pada mu nak."


"Ya sudah tidak apa apa, nanti ibu akan mencari cara supaya ibu bisa berjualan kecil kecilan di depan rumah."


"Jangan bu, Fika udah dapat kerjaan kok."


"Kerja di mana nak."

__ADS_1


"Di perusahaan Tama Corp bu, itu lho bu yang terkenal itu, tadi Fika sudah interview dan lolos bu, besok Fika mulai bekerja sebagai cleaning service."


"Apa Fika enggak malu nak bekerja sebagai tukang bersih bersih?"


"Kenapa harus malu bu, selagi itu pekerjaan halal, Fika akan lakukan bu, yang kita bisa makan."


"Terima kasih ya nak, maaf ibu selalu merepotkan mu."


"Enggak kok bu."


"Ya sudah kamu makan lah habis itu istirahat ya, biar besok bisa seger kerja nya."


"Oke bu, ibu ke kamar ya istirahat juga."


"Iya nak.


🌻🌻🌻


Sesudah Fika tidak bekerja di restaurant hotel, chef Justin benar benar merasa kehilangan.


Dia pun memyelidiki kasus yang menimpa Fika. Dia sudah memeriksa CCTV khusus yang berada di dapur, tetapi tidak memperlihatkan kejanggalan.


Justin menanyakan kepada Rina selaku teman nya saat masih bekerja, Rina menceritakan semua kejadian sebelum hal itu terjadi dan prilaku bu Martha yang semakin ke sini semakin aneh dan selalu mengungkit masalah Fika meskipun dia sudah tidak bekerja lagi di sini.


Justin pun mulai menyelidiki ruang kerja Martha dan cctv yang berada di lorong ruangan Martha. Justin pun melihat Martha pada tanggal Fika di keluarkan seperti sedang mengawasi sesuatu, dia juga melihat Martha memegang sesuatu dan setelah di zoom akhir nya barang yang di pegang martha akhir nya kelihatan yaitu sendok milik Justin yang terdapat di tas Fika.


Justin pun akhir nya paham, bahwa Fika sudah di fitnah oleh Martha dan motif nya apa Justin belum mengetahui nya, dia sendiri yang akan menanyakan langsung kepada Martha.


🌻🌻🌻


Pagi ini masih pukul 7 pagi, Fika sudah sampai di tempat kerja nya, para teman teman nya juga sudah sampai.


"Baiklah..sekarang bekerja lah di tempat masing masing, sebelum para karyawan datang kalian harus sudah selesai membersihkan ruangan nya, mengerti."


"Mengerti pak."


Fika pun langsung naik ke lantai 7, dia mengeluarkan alat pel dan sapu yang berada di ujung koridor ruangan.


Dia membuka pintu ruangan Tama, memperhatikan nya dengan seksama.


"Wah...ruangan nya cantik sekali, mana besar lagi, sudah seperti rumah ku saja besar nya."


Fika lalu merapikan meja, melap meja dan menyapu setiap sudut ruangan, lalu mengepel nya.


Belum juga selesai dia mengepel, suara langkah kaki yang semakin mendekat dan membuka pintu ruangan mengagetkan Fika.


"Kenapa kau masih bekerja di saat saya sudah berada di sini, apa kau terlambat masuk." Ujar Tama dingin


Fika yang mendengar Tama berbicara langsung ketakutan, suara yang tegas dan seperti tidak ingin di bantah membuat Fika ciut.


"Apa kau tuli sehingga tidak menjawab pertanyaan ku." Ujar Tama kembali


"Nona jawablah pertanyaan tuan Tama, dia Ceo di sini." Ujar Viko asistant Tama


"Maaf tuan..saya tidak terlambat, saya masuk tepat waktu." Sambil menundukkan kepala nya.


"Lalu kenapa kau masih membersihkan ruangan saya ketika saya sudah di sini, apa kau tidak tau peraturan di sini, jika saya sudah masuk di ruangan saya, tidak ada yang boleh membersihkan ruangan ini, kecuali saya panggil, Vico panggil kepala Hrd ke sini, dia sungguh tidak becus memilih pekerja di sini."

__ADS_1


"Baiklah tuan, nona silahkan keluar."


Fika langsung mengangkat peralatan bertempur nya kemudian berjalan keluar, dia menenteskan air mata nya karena takut akan di pecat.


"Ada yang bisa saya bantu tuan."Ujar kepala Hrd


"Apa kau mengerti cara memilih karyawan."


"Saya mengerti tuan."


"Jika kau mengerti, kenapa kau menempatkan perempuan yang tidak becus membersihkan ruangan ku."


"Saya tidak mengerti tuan, apa dia melakukan kesalahan, saya minta maaf tuan."


"Vico panggil perempuan itu."


Vico lalu memanggil Fika yang duduk di dalam ruangan pantry lantai 7 dan membawa nya ke dalam ruangan Tama.


"Apa kau mengajari nya peraturan yang sudah ku katakan pada mu berkali kali." ujar Tama berang.


"Maaf kan saya tuan, saya lupa memberitahukan nya, saya minta maaf tuan."


"Saya tidak mentoleri kesalahan sekecil apa pun, Vico pindahkan dia ke menjadi kepala gudang."


"Baik tuan."


"Dan kamu?"Tama menunjuk Fika yang masih menunduk ketakutan.


"Nona angkat lah kepala anda, ceo menunjuk anda."Bisik Vico kepada Fika.


Fika mengangkat kepala nya perlahan, kedua mata nya sudah berair, tinggal kedipan mata saja dipastikan air mata nya akan tumpah.


"Kamu di pecat."Tama tak segan segan memecat Fika.


Duar!!


Air mata Fika langsung tumpah seketika, dia tidak menyangka belum genap hitungan jam dia sudah di pecat.


"Tu...tuan tolong jangan pecat saya, saya berjanji akan bekerja dengan baik, toling maafkan saya, hiksss...hiksss."Fika memohon kepada Tama sambil terduduk


Tama terkejut dengan cara memohon Fika karena selama ini tidak ada satupun karyawan nya yang melakukan seperti Fika jika di pecat ataupun di rotasi atau di turunkan jabatan nya.


Vico yang melihat Fika bersujut meraba iba, dia merasakan seperti nya Fika memiliki beban yang sangat besar sehingga rela melakukan hal begitu.


"Nona jangan begitu, berdiri lah."


"Tolong maafkan saya tuan, saya sangat membutuhkan kerjaan ini." ucap Fika berderai air mata.


Vico lalu mendekati Tama dan berbisik kepada nya.


"Bro..berikan dia kesempatan, aku melihat nya seperti nya dia memiliki beban hidup yang sangat besar, lagi pula ini bukan murni kesalahan nya."


"Baiklah, aku akan memberikan mu kesempatan 1 kali saja, jika kau melakukan kesalahan lagi jangan harap kau bisa menginjakkan kaki mu lagi di sini."


"Terima tuan, terima kasih banyak."Fika lalu berdiri dan tersenyum khas Fika lalu keluar dari ruangan Taman.


senyum yang indah sekali.

__ADS_1


__ADS_2