Cerita Anak Rantau

Cerita Anak Rantau
Episode 10


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari itu hari minggu Iki yang masih berbaring di tempat tidur Ia merasa malas untuk beraktivitas karena kedua temannya yang harus pergi bekerja. Jika Iki mendapat jatah libur hari sabtu dan minggu tidak bagi Ardan dan Reno, mereka mendapat jatah libur hanya hari senin,


"Ngapain ya libur begini, mana gak ada temen pula!" gumam Iki, "Sepi juga gak ada Ardan sama Reno" Lanjutnya


Iki pun turun dari kamarnya, dia melihat Intan yang akan bersiap-siap untuk mengantarkan kue pesanan pelanggan nya,


"Mau kemana Mbak?" tanya Iki pada Intan


"Mau nganter kue Ki" jawab Intan


"Ayo saya anter Mbak?" Iki


"Gak usah, kamu istirahat aja, mumpung libur kan," Jawab Intan


"Gapapa mbak, lagian saya gak ada kegiatan, malah boring di rumah terus" Iki


"Gak ngerepotin kamu?" tanya Intan


"Ngga kok mbak, biar sekalian jalan-jalan juga, supaya tau daerah sini juga" jelas Iki


"Ya sudah kalau gitu, saya ambil helm satu lagi dulu," Intan


"Oke" Iki sambil mengacungkan jempol


Akhirnya mereka pun pergi, sepanjang jalan tak banyak obrolan, hanya sesekali Iki bertanya arah, setelah beberapa jam mereka berkeliling, mereka pun memutuskan untuk beristirahat di sebuah taman


"Lumayan cape juga ternyata ya mbak kalo berkeliling gini" Iki membuka pembicaraan


"Kan saya sudah bilang, lebih baik kamu istirahat aja di rumah" jawab Intan


"Bukan gitu mbak, kan saya juga penasaran gimana hidup di kota itu gimana, biasanya hanya lihat di TV doang" Iki


"Memangnya kamu belum pernah ke kota?" Tanya Intan


"Belum mbak ini pertama kalinya, itu juga karena terpaksa" jawab Iki


"Ya kenapa kamu gak mau dijodohin? malah lebih milih kabur?" Intan kembali bertanya


"Saya belum siap mbak, lagian belum tentu kalau saya nerima perjodohan itu saya akan bahagia, saya juga belum tau wanita yang dijodohkan sama saya tuh seperti apa, yang saya tau dia tuh lebih tua dari saya," Jelas Iki


"Kenapa kamu gak coba kenalan dulu, atau ketemu dulu sama dia? Jangan-jangan dia tuh cantik,baik,kaya pula" Intan


"Bagi saya itu aja gak cukup mbak, saya mau nyari jodoh tuh sesuai keinginan saya, yang mau nerima saya, saling mencintai dan menyayangi, buat saya kebahagiaan itu bukan dari sekedar cantik, baik dan kaya, tapi soal prinsip hidup" tutur Iki


"Kan belum dicoba!" lanjut Intan


"Saya tuh inginnya menikah sekali seumur hidup," Iki


"Kalau boleh tau suami mbak sendiri gimana? " Iki kembali bertanya

__ADS_1


"Suami saya meninggal satu tahun yang lalu, ketika Nayla berumur satu tahun," Intan sambil menundukkan kepala,


"Kalau boleh tau suami mbak meninggalnya kenapa,?" Iki


"Dia mengalami kecelakaan," Intan


"Maaf ya mbak, kalau saya terlalu banyak bertanya, dan menyinggung perasaan mbak," Iki yang merasa tidak enak


"Tidak apa-apa," Intan


"Kalau boleh tau nama suami mbak siapa?" tanya Iki


"Namanya Adam, Adam Radiansyah panjangnya" jawab Intan


"Maaf kalau saya lancang, mbak bisa ceritakan seperti apa suami mbak itu?" lanjut Iki


"Dia itu laki-laki terbaik yang pernah saya temui dalam hidup saya selain Ayah, kami saling mencintai, tapi kedua orang tuanya gak setuju Mas Adam menikah sama saya, tetapi Mas Adam tetap menikahi saya walaupun kedua orang tuanya gak merestui"Intan


"Apa Mbak bahagia hidup dengannya?" Iki


"Tentu saja kami sangat bahagia, Mas Adam selalu gigih bekerja, apapun dia kerjakan, kebahagiaan kami semakin lengkap ketika saya hamil, dan melahirkan, tapi malam itu ketika Nayla genap berusia satu tahun, mas Adam berencana akan membelikan hadiah ulang tahun untuk Nayla, dia pulang malam karena mencari hadiah untuk Nayla, tapi ketika dalam perjalanan pulang, motor yang dia kendarai mengalami tabrakan dengan mobil, dan saat itu juga saya mendapatkan kabar bahwa nyawa Mas ada tidak tertolong" Tutur Intan sambil berlinang air mata


"Maaf ya mbak, kalau pertanyaan saya membuat mbak kembali bersedih, tapi saya yakin di balik ini semua pasti ada hikmahnya," Iki


"Iya gapapa Ki, kamu juga berhak tau, agar tidak ada kesalahan pahaman," Intan


"nanti saja dirumah Ki," jawab Intan


"Sekali-kali mbak, saya yang teraktir, Ok" Iki


"Tapi-" Intan


"Gak ada tapi-tapian, udah ayo ikut saya" potong Iki


Akhirnya Intan pun mengalah, mereka pun berjalan dan memilih sebuah rumah makan yang cukup terkenal di daerah tersebut


"Kamu yakin Ki makan disini, gak di tempat lain saja?" Tanya Intan


"Yakin Mbak, disini sepertinya makanan nya enak-enak" Jelas Iki


"Tapi disini mahal loh" Lanjut Intan


"Gapapa, tenang aja saya yang teraktir" Iki meyakinkan


Akhirnya mereka pun memesan makanan, ketika mereka sedang asik makan di meja lain ada sesosok perempuan yang memperhatikan mereka


'Sepertinya mereka bahagia sekali' batinnya


Iki pun menyadari ada yang sedang memperhatikannya

__ADS_1


'Loh itu kan Bu Isma, sama siapa dia?' Batin Iki


"Kamu kenapa Ki? liatin apa sih?" tanya Intan


"Oh nggak mbak, tadi aku hanya lihat orang yang saya kenal, tapi bukan" jawab Iki "Ayo mbak lanjut aja makannya" lanjut Iki


Waktu pun berganti, hari senin telah tiba kembali, Iki yang pagi-pagi sudah berangkat kini sudah sampai di SMA Bhakti, seperti biasa dia sambut Pak Udin,


"Assalamu'alaikum Pak Udin" salam Iki


"Waalaikumsalam Ki, semangat bener hari ini" Jawab Pak Udin


"Harus dong pak, buat mengejar masa depan harus semangat" Iki


"Betul itu Ki, saya paling suka nih model anak muda yang semangat kaya gini," Pak Udin


"Bisa aja pak, ya udah saya masuk dulu ya, takut kena semprot lagi sama bu Isma" Iki


"Iya silahkan" Pak Udin


Iki pun bergegas berganti pakaian dengan seragam petugas kebersihan, dia pun mulai mengerjakan tugasnya, Sedangkan Isma yang baru datang terus memperhatikan Iki, entah apa hari ini dia merasa ada hal yang membuat dia ingin sekali menyapa Iki


"Ehemm, " Isma


"Eh Bu Isma, silahkan, hari ini Ibu gak akan jatuh lagi, saya udah antisipasi kok, tenang aja" Iki


"Tumben kamu pinter," jawab Isma


"Saya tuh emang pinter Bu, cuman kadang-kadang" Iki sambil nyengir


"Gak usah senyum," Isma


"yah Ibu, baru senang dikit udah di bikin ambyar lagi" jawab Iki


"Apa pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Isma


"Sedikit lagi Bu, kenapa memangnya"? jawab Iki


"Kalau sudah selesai kamu temui saya di ruangan saya!" Isma


"Baik Bu" jawab Iki


Kira-kira apa yang akan terjadi? kenapa Iki di panggil ke ruangan Isma, ikuti terus ya


Maaf ya Readers beberapa hari ini gak Update, author nya sakit,


Terima kasih yang udah mampir, untuk kritik dan saran sematkan di kolom komentar


Terima Kasih Banyak

__ADS_1


__ADS_2