Cerita Anak Rantau

Cerita Anak Rantau
Episode 8


__ADS_3

Belum selesai Iki melanjutkan kalimatnya tiba-tiba sosok yang dia hindari hampir terjatuh di depannya, namun dengan sigap Iki menahan tubuh Isma, tatapan mereka pun bertemu (pokoknya kaya di sinetron-sinetron lah)


'Kenapa jantung ku deh degan kaya gini' Batin Iki


'Mata itu kaya pernah lihat' Batin Isma


"Ma-maaf Bu" Iki sambil melepaskan Isma


'Bruk'


"Aduh" Isma mengerang karena di lepaskan Iki secara tiba-tiba


"Kamu lagi, kamu lagi, kenapa setiap ketemu loe gue apes terus" hardik Isma


"Maaf Bu saya gak sengaja, lagian Ibu jalannya buru-buru," jawab Iki


"Jadi kamu nyalahin saya?" Bentak Isma


"Ngga Bu, saya yang salah" Iki sambil menundukkan kepala


"Sekali lagi kamu bikin saya jatuh lagi, kamu bakalan saya pecat kamu"Isma dengan intonasi tinggi


"Jangan Bu masa baru kerja udah dipecat, saya mau makan apa? belum lagi bayar kostan" Iki


"Itu urusan kamu!" Jawab Isma


"Ada apa ini?" Pak Ismail tiba-tiba


"Ini Pah, OB ini yang udah buat saya jatuh tiga kali" Jawab Isma


"Saya tidak sengaja Pak"timpal Iki


"Kamu juga Ma, harusnya hati-hati, udah tau ada yang lagi kerja," Pak Ismail


"Kok papah malah nyalahin aku sih" Jawab Isma kesal


"Bukan nyalahin, tapi papah tau sifat kamu kaya gimana" Pak Ismail


"Papah nyebelin banget sih, malah belain dia" Isma sambil menunjuk Iki


"Bukan gitu Ma" Pak Ismail


"Udah ah malas debat sama Papah:Isma sambil berlalu pergi


"Maaf Isma ya Mas sudah marah-marah sama kamu" Pak Ismail pada Iki


"Gapapa Pak, saya memang yang salah," Jawab Iki


"Ngomong-ngomong kamu baru disini?" tanya Pak Ismail


"Iya Pak, baru dua hari saya kerja disini" Jawab Iki


"Tapi kok saya pernah lihat kamu, dimana ya?" Pak Ismail kembali bertanya


"Mungkin yang bapak lihat orang lain, kan banyak orang yang mirip pak, apalagi kita baru bertemu" Jawab Iki


"Iya mungkin, ya sudah saya permisi dulu, kamu lanjut kerja" Pak Ismail


"Iya Pak, silahkan" Jawab Iki


Pak Ismail pun pergi meninggalkan Iki dan menuju ruangan Isma


"Assalamu'alaikum" salam Pak Ismail


"Waalaikumsalam" jawab Isma

__ADS_1


"Kenapa waja kamu masih jutek kaya gitu Ma?" tanya pak Ismail


"Papah ngapain sih belain tuh OB, bikin kesel aja" jawab Isma


"Bukan belain, cuma kasian aja sama dia, apalagi dia baru kerja disini kan" Pak Ismail


"Tapi-"Isma terpotong


"Udah gak usah dibahas lagi, Papah kesini ada hal yang mau Papah bicarakan penting sama kamu" Potong Pak Ismail


"Soal apa?" tanya Isma


"Soal perjodohan kamu!" jawab Pak Ismail


"Udah lah Pah gak usah dibahas lagi" Isma


"Tapi perjodohan kamu harus tetap berjalan" Pak Ismail


"Ngapain dilanjutin, udah jelas-jelas tuh cowok udah kabur, otomatis batal" Isma


"Ini amanah Mamah kamu yang harus Papah jalankan" Pak Ismail


"Udah lah Pah, gak bahas itu lagi," Isma


"Kamu tau, laki-laki yang dijodohin sama kamu sekarang ada di kota ini juga" Pak Ismail


"Jadi aku harus nyari dia gitu?" Tanya Isma


"Betul sekali" Jawab pak Ismail


"Mau nyari dimana, tau orangnya juga nggak, bentuknya aja aku gak tau kaya gimana" Isma


"Hus kalau ngomong, emang anak orang benda" Pak Ismail


"Papah juga bakalan izinin kamu jadi desainer" Lanjut Pak Ismail


"Serius, tapi dengan satu syarat!" Pak Ismail


"Apa syaratnya?" Tanya Isma


"Kamu harus temuin anak teman mamah kamu, dan kamu harus nikah sama dia" Jawab Pak Ismail


"Yah, sama aja bohong Pah," Isma


"Ya itu terserah kamu, papah gak mau maksa" Pak Ismail


"Nanti Papah akan bantu kamu cari tau tentang dia, Papah hanya tau namanya Putra, nanti papah akan minta kedua orang tuanya buat ngirimin foto dia" lanjut pak Ismail


"Terserah papah saja" Jawab Isma


"Ya sudah papah balik ke kantor lagi, oh ya kamu jangan terlalu galak sama OB baru itu, nanti malah kamu jatuh cinta sama dia, papah yang repot" Pak Ismail sambil tersenyum


"Gak akan, gak mungkin aku jatuh cinta sama orang yang selalu bikin aku sial" Jawab Isma


"Ya sudah papah pamit dulu, Assalamu'alaikum" Pak Ismail


"Waalaikumsalam, Hati-hati Pah" Isma sambil mencium tangan Pak Ismail


Pak Ismail pun pergi meninggalkan dari SMA Bhakti, sedangkan disisi lain, Iki yang sedang membersihkan area koridor tiba-tiba dia hampiri tiga siswi


"Kamu OB baru ya?" tanya salah satu siswi tersebut


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Iki balik


"Kok mau sih ganteng-ganteng jadi OB?" tanya siswi yang lain

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi Mbak, daripada gak kerja" jawab Iki lagi


"Mbak, kamu panggil saya mbak?, gak liat saya tuh masih SMA," siswi tersebut yang kesal


"Ma- maaf, saya udah kebiasaan soalnya" Jawab Iki


"Sudah Rin gak usah marah, namanya Juga OB baru" jawab siswi yang satunya lagi


"Oh ya kenalin, Saya Silvi, yang marah tadi Erin, dan itu Eca" Silvi memperkarakan diri


"Saya Iki" jawab Iki


"Loh Vi kok kamu malah ngajak kenalan sih?" tanya Erin


"Ya gapapa kan, lagian Mas OB ini ganteng juga kalau dilihat," Jawab Silvi


"Ganteng sih, tapi kan dia-"Erin terpotong


"Udah gak usah dibahas lagi," Potong Silvi


"Oh ya, Mas siapa tadi namanya?" Tanya Silvi


"Iki," jawab Iki


"Mas Iki udah punya pacar?" Tanya Silvi


"Ngapain sih Vi nanya kok nanya udah pacar segala sama dia" Erin, Iki hanya mengernyitkan dahi


"Ya kan nanya doang," Silvi


"Masa kamu turun derajat sih" Erin


Ketika Silvi dan Erin berdebat, Eca malah mengajak Iki untuk pergi meninggalkan mereka


"Gapapa tuh Dek Eca mereka ditinggalin?" tanya Iki


"Uda biarin aja, daripada kita yang kena masalah"Jawab Eca,


"Tapi kerjaan saya belum selesai" Iki,


"Ngerjain yang lain aja dulu" Eca


Sedangkan di sisi lain Silvi dan Erin yang sedang berdebat


"Masa kamu mau macarin OB sih," Erin


"Ya gapapa, terserah gue lah Iya gak-" Silvi celingukan mencari Iki


"loh emana Mas Iki sama Eca" Silvi yang baru sadar kalau Iki dan Eca sudah gak ada


"Mana Gue tau," Jawab Erin


"Gara-gara loe, Mas OB ganteng malah kabur kan" Silvi yang kesal


"Lagian loe kaya gak ada cowok lain aja sih" Erin


"Cowok emang banyak, tapi bagi gue dia lebih menarik" Jawab Silvi


"Terserah loe aja" Erin sambil berlalu pergi


Tunggu woi, jangan tinggalin gue" Teriak Silvi


Bersambung,,,,,,,


Terima kasih yang sudah mampir, mohon maaf jika banyak kesalahan dalam menulis dan menggunakan kata-kata, Untuk kritik dan saran boleh sematkan di kolom komentar, biar Author makin semangat dan lebih baik lagi

__ADS_1


Terima kasih Banyak


__ADS_2