
Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit akhirnya Iki dan Isma sampai di rumahnya, Iki pun kembali memapah Isma
"Assalamu'alaikum" Salam keduanya
"Waalaikumsalam" Jawab Pak Ismail
"Ya Allah kamu kenapa Isma?" lanjut Pak Ismail
"Gapapa Yah, cuman terkilir aja" Jawab Isma
"Ya udah ayo masuk, silahkan duduk"Pak Ismail
"Terima kasih pak" Jawab Iki 'Besar juga rumah Bu Isma' Batinnya
"Aku ke kamar dulu Yah" Isma
"Iya kamu istirahat saja dulu" Pak Ismail
"Terima kasih banyak ya nak udah mau nganterin Isma pulang" Pak Ismail kepada Iki
"Sama-sama Pak, tadi saya cuman kebetulan lewat gak sengaja lihat Bu Isma" jawab Iki
"Kayaknya saya pernah lihat kamu?" tanya Pak Ismail
"Iya Pak sebelumnya kita pernah bertemu saya OB di Sekolah bapak" Jawab Iki
"Oh Iya Iya, saya baru ingat, kamu kan yang waktu itu sedang di omelin sama Isma ya" Pak Isma
"Iya Pak" Iki
"Nama kamu siapa?" Pak Ismail
"Saya Rifki Pak, tapi sering dipanggil Iki" Jawab Iki,
"Sama-sama Pak, Kalau gitu saya pamit dulu Pak udah sore" Iki
"Loh kok buru-buru, makan malam disini saja" Pak Ismail
"Terima kasih banyak Pak atas tawarannya mungkin lain kali saja, saya gak enak sama Ibu Kost belum ngabarin, biasanya beliau sudah menyiapkan makan malam buat kami Pak," Iki
"Ya sudah kalau gitu gapapa, tapi kapan-kapan datang lagi kesini ya temani saya ngobrol" Pak Ismail
"InsyaAllah Pak, Kalau gitu saya permisi dulu, Assalamu'alaikum" pamit Iki
"Waalaikumsalam" jawab pak Ismail 'Kok ngerasa kenal sama anak itu, melihat dia saya jadi teringat Arman' Batinnya
"Loh Yah, Si OB udah pulang?" Isma tiba-tiba berada di belakang Pak Ismail dan mengagetkannya
"Astaghfirullah, kamu ngagetin aja" Pak Ismail
"Lagian Ayah ngapain ngelamun di luar, ini udah mau Maghrib" Isma
"Ayah habis nganterin Iki pulang" Pak Ismail
"Oh, si OB udah pulang" Isma
"Namanya Iki Ma," Pak Ismail
"Iya, itu maksudnya" Isma
"Ya udah ayo masuk, Ayah mau siap-siap, sebentar lagi Magrib" Pak Ismail
"Tadi aku juga ngomong gitu Yah," Isma
"Iya, Iya, ayo buruan, jangan cemberut lagi" Pak Ismail
__ADS_1
Di Sisi lain, Iki baru saja sampai di Kostannya, karena jarak dari rumah Isma tidak terlalu jauh jadi tidak terlalu memakan waktu yang lama
"Assalamu'alaikum" salam Iki,
"Waalaikumsalam," jawab semua penghuni rumah, mereka semua menatap Iki dengan tatapan yang sulit di artikan
"Kenapa kalian liat kaya gitu? " tanya Iki
"Kami menunggu penjelasan dari Loe" Reno
"Penjelasan apa?" Iki
"Cewek yang loe tolongin itu siapa? sampai loe bela-belain antar pulang?" Reno
"Dia anak yang punya Yayasan tempat gue kerja" Iki
"Terus?" Reno
"Terus apanya?" Iki
"Gue yakin dia bukan cuma sekedar atasan biasa buat loe!" Reno
"Maksudnya" Iki yang merasa bingung
"Sudah, sudah kalian ini gak perlu curiga kaya gitu, masa nolongin orang kalian langsung curiga sama Iki" Intan
"Benar, apalagi Iki hanya berniat nolongin kan" Bu Fatimah
"kalian ini kenapa sih aneh-aneh aja, udah ah gue mandi dulu" Iki
Iki pun berlalu pergi meninggalkan ruang tamu Dia merasa heran kenapa teman-temannya tiba-tiba bersikap aneh hanya karena dia nolongin Isma, keesokan harinya,,,,
"Selamat pagi Mbak Intan, Bu Fatimah" sapa Iki ketika memasuki ruang makan
"Selamat pagi Ki" jawab keduanya
"Belum, katanya mereka masuk siang!" jawab Intan
"Oh gitu, ya udah gapapa,"Iki "Kalau gitu saya pamit berangkat dulu ya Mbak, Bu" lanjut Iki
"Iya hati-hati" jawab Bu Fatimah
"Assalamu'alaikum" salam Iki
"Waalaikumsalam" jawab keduanya
Iki pun berangkat menuju tempat kerjanya, entah kenapa hari ini dia sangat bersemangat, entah karena sudah gajihan atau kenapa Author juga gak tau, sesampainya di Sekolah SMA Bhakti tak lupa Iki selalu menyapa Pak Udin
"Assalamu'alaikum, selamat pagi Pak Udin" Sapa Iki
"Waalaikumsalam, selamat pagi Ki, semangat bener" Pak Udin
"Iya dong, mau menjemput Rezeki harus semangat" Iki
"Hahahaha,,, ada-ada saja kamu Ki"Pak Udin
"Hahaha, kalau gitu saya pamit masuk dulu pak Udin, tugas negara sudah menunggu" Iki
"Iya, semangat Ki" Pak Udin
"Makasih pak Udin" Iki
Tak berselang lama Iki masuk Isma pun datang
"Assalamu'alaikum, selamat pagi Pak Udin" Isma
__ADS_1
"Selamat pagi Bu Isma, semangat betul Bu Isma pagi-pagi sudah sampai" Pak Udin
"Iya Pak Udin mau menjemput Rezeki harus semangat" Isma
"Iya betul Bu" Pak Udin
"Kalau begitu saya masuk dulu, tugas negara sudah menunggu" Isma
"Loh kok kata-katanya sama yang barusan Iki bilang" Gumam Pak Udin
"Kenapa Pak Udin" Isma
"Gapapa Bu," Pak Udin
"Kalau giti saya masuk dulu ya, Makasih Pak Udin" pamit Isma
"Silahkan Bu" Jawab Pak Udin "Kok hari ini Bu Isma tumben ramah" lanjut pak Udin
"Assalamu'alaikum Pak Udin, Pagi jangan bengong" Rara tiba-tiba berada di belakang pak Udin
"Astaghfirullah, Bu Rara ngagetin aja" Pak Udin
"Lagian Pak Udin malah bengong, ngelamunin apaan?" Tanya Rara
"Gak ngelamunin apa-apa Bu Rara" Pak Udin
"Oh, ya udah saya masuk dulu, Tugas negara sudah menunggu" Rara
"I-iya, semangat Bu Rara" Pak Udin
Rara pun berlalu Pergi,
"Kok aneh pada bilang tugas negara, padahal ini sekolahan" Gumam Pak Udin
Seperti hari-hari sebelumnya, Iki dengan semangat menyapu dan mengepel pantai koridor sekolah, dari kejauhan Iki melihat Isma yang baru datang
"Selamat pagi BU Isma" sapa Iki ketika Isma berada di depannya
"Selamat pagi juga, Tumben kamu menyapa saya pagi-pagi" Isma
"Ya kan gak ada salahnya Bu" Iki
"Ya gak salah, tapi kaya ada yang aneh, atau jangan-jangan kamu bikin kesalahan?" Isma
"Astaghfirullah, jangan Su'udzon Bu," Iki
"Lagian gak biasanya kamu pagi-pagi nyapa saya," Isma
"Emang biasanya gimana Bu?" tanya Iki
"Biasanya kamu pagi-pagi bikin saya kesal" Isma
"Gak lah Bu, mulai hari ini saya akan bikin Ibu bahagia" Iki
"Maksud kamu?" Isma sambil melotot ke arah Iki
"Jangan melotot gitu Bu, nanti cantinya Ilang" Iki
"Apa kamu bilang?" Isma setengah berteriak
" Maaf saya lanjut kerja dulu Bu, permisi" Iki sambil berlalu pergi
"Aneh banget tuh orang" Isma "Ah sudahlah gak penting juga," lanjut Isma
Bersambung,,,,,,
__ADS_1
Maaf readers baru bisa Up lagi, kemarin habis ada acara jadi gak bisa bikin Episode baru, maaf juga kalau ceritanya masih acak-acakan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi
Terima kasih yang udah mampir ☺☺☺☺☺