Cerita Anak Rantau

Cerita Anak Rantau
Episode 5


__ADS_3

Malam menjelang, setelah melakukan Ibadah dan makan malam Iki, Ardan, dan Reno berkumpul di teras Rumah,


"Ki loe dapat kerja dimana?" tanya Reno


"Gue diterima jadi OB di sekolah Swasta, kalau kalian gimana? " Iki kembali bertanya


"Kami juga diterima jadi OB di Minimarket" jawab Ardan


"Lah kalian juga jadi OB?" Iki kembali bertanya


"Iya Author nya gak jelas kita di suruh jadi OB, harus jadi Direktur langsung" Reno


"Enak aja, kalian baru lulus SMA, belum cocok jadi Direktur, belajar dulu yang bener" Author


"Berarti besok kita besok mulai kerja! " tambah Iki


"Iya, mudah-mudahan ini awal yang baik buat kita" Ardan


"Amiiin," ketiganya bersamaan


Waktu berlalu, Pagi pun menjelang kini ketiga sahabat itu bersiap untuk berangkat kerja


"Kalian udah mau berangkat?" tanya Bu Fatimah


"Iya Bu, hari ini kita udah mulai kerja" jawab Ardan


"Kerja dimana? " kini Intan yang bertanya, sambil membawa nasi goreng


"Kami jadi OB mbak, nyari kerja di kota ini susah" jawab Iki


"Jadi OB juga gapapa, yang penting halal" Intan


"Iya mbak, Alhamdulillah" Iki


"Nayla belum bangun mbak, kok aku gak lihat? " tanya Reno


"Udah, tapi Nayla masih mau dikamar katanya, dia agak susah berbaur dengan orang baru! " Jawab Intan, semua mengangguk karena paham tidak ingin terlalu jauh bertanya


"Kami berangkat dulu Bu, Mbak, takut kesiangan" Pamit Ardan


"Iya hati-hati," jawab bu Fatimah


"Assalamu'alaikum" Salam ketiganya


"Waalaikumsalam" jawab Bu Fatimah dan Intan bersamaan


Mereka bertiga pun berangkat naik angkutan umum, karena tempat kerja mereka yang berbeda, mereka pun menggunakan angkutan umum yang berbeda. Setelah hampir 30 menit akhirnya Iki sampai di Sekolah swasta yang di tuju, terlihat jelas nama sekolah tersebut terpampang besar bertuliskan "SMA BHAKTI"


"Assalamu'alaikum Pak Udin" salam Iki pada Pak Udin


"Waalaikumsalam Ki, kamu datang juga" jawab Pak Udin


"Iya Pak, kan saya harus dong" Iki sambil tersenyum


"Ya udah masuk sana,temui pak Irfan di ruangan khusus karyawan," perintah Pak Udin


"Siap Komandan" Iki tersenyum sambil memberi hormat pada Pak Udin


Iki pun masuk, suasana di sana masih sepi, belum terlihat satupun siswa atau guru, karena jam pelajaran di sana dimulai pukul 7:30 pagi, Iki pun bergegas menemui orang yang dimaksud pak Udin di ruangan yang bertuliskan "Ruang Petugas Kebersihan"


"Assalamu'alaikum permisi pak" salam Iki

__ADS_1


"Waalaikumsalam" Jawab sosok paruh baya


"Saya karyawan baru di sini pak, bisa saya bertemu Pak Irfan!" Iki bertanya


"Iya saya sendiri, jadi kamu Rifki petugas kebersihan baru disini?" tanya Pak Irfan


"Iya Pak, panggil Iki saja" jawab Iki


"Saya Irfan, kepala petugas kebersihan di sini, sekarang kamu pakai baju ini, nanti saya jelaskan tugas kamu apa saja, dan ruangan khusus kalian di sana," jelas Pak Irfan sambil menunjuk ke sebuah ruangan


"Baik pak" jawab Iki


Iki pun berganti pakaian, setelah itu dia mengikuti Pak Irfan yang menjelaskan tugas apa saja yang harus dia lakukan dan peraturan sekolah tersebut, setelah beberapa menit mereka berkeliling Pak Irfan selesai menjelaskan


"Kamu paham kan? " tanya pak Irfan


"Paham Pak" jawab Iki


"Di sini ada 3 petugas kebersihan, tugas kamu di bagian lantai satu, jika pekerjaan kamu sudah selesai dan belum jam istirahat, lebih baik kamu berkeliling cek pekerjaan lain, jangan dulu beristirahat, Mengerti" jelas Pak Irfan


"Mengerti Pak, Terima kasih atas penjelasan nya" jawab Iki


"Dan ini rekan kerja kamu," pak Irfan mengenalkan petugas yang lain


"Kenalin gue Dani" pemuda yang sedikit gembul, dan agak pendek


"Firman" petugas lainnya, perawakan tinggi dan putih, usianya di atas Iki


"Salam kenal, saya Iki mohon bantuannya ya" sahut Iki


"Sekarang kalian mulai bekerja" perintah pak Irfan


"Selamat bekerja kawan-kawan," seru Firman


'Bismillah semoga semuanya lancar' batin Iki


Mereka bertiga pun mulai bekerja, Iki pun mengerjakan tugas apa yang disampaikan Pak Irfan tadi, Siswa dan Guru-guru sudah mulai berdatangan, banyak dari mereka yang terpana dengan Iki, walaupun kata teman-temannya wajah Iki biasa-biasa saja tapi entah kenapa di mata oran lain dia punya pesona berbeda, banyak dari siswa yang menyapa dia, terutama siswa perempuan, Iki hanya membalas dengan senyuman. Ketika sedang mengepel lantai tiba-tiba


'BRUKK'


Seseorang perempuan menggunakan Blazer hitam dan kerudung coklat Iki, dan mereka pun jatuh bersamaan,


"Kamu kalau kerja yang bener, bisa kerja gak sih" Hardik Wanita tersebut, membuat orang yang ada disekitar sana menoleh


"Maaf Bu, tapi Ibu yang menabrak saya" jawab Iki sambil membantu merapikan Map-map yang jatuh,


"Jadi kamu nuduh saya yang salah?" lanjutnya


"Bukan begitu" Iki


"Kamu belum tau siapa saya!" Wanita tersebut makin kesal


"Belum, Kan belum kenalan" jawab Iki asal


"Oh jadi kamu OB baru itu, Awas ya kamu lihat saja nanti" Wanita tersebut sambil berlalu pergi


"Yeyy dia yang nabrak, dia yang salah, dia yang marah" Iki kesal


"Kenapa Ki?" tanya Firman


"Itu tadi ada cewek yang nambrak saya, eh malah dia yang marah-marah gak jelas" Tutur Iki

__ADS_1


"Yang mana orangnya?" Firman kembali bertanya


"Udah pergi tadi, gak liat kemana perginya" Jawab Iki


"Ya Sudah lanjut kerja aja, satu lagi kalau sama kita makh santai aja, jangan kaku gitu ye" tutur Firman


"Oke, terus loe ngapain kesini? " Iki balik bertanya


"Gue mau ngambil pewangi lantai" Jawab Firman, Iki hanya ber oh


Di sisi lain, wanita yang menabrak Iki sampai di ruangan nya, dia merasa kesal atas kejadian barusan,


"Kamu kenapa Ma?" Tanya seorang wanita yang sebaya dengannya


"Gue barusan jatuh di tabrak OB baru Ra" jawab perempuan tersebut yang bernama Isma


"Isma, Isma, kamu yang nabrak atau dia yang nabrak?" Tanya Rara, sahabat Isma


"Ya dia lah, gue mana pernah bikin kesalahan kecil kaya gitu" jawab Isma dengan nada kesal


"Iya, iya Bu Isma yang terhormat" Rara


"Udah gak usah lebay kaya gitu," Isma kesal


"Lagian loe kenapa sih Ma dari kemarin marah-marah mulu," tanya Rara pada sahabatnya tersebut


"Loe tau kan gue di jodohin nyokap gue" jawab Isma


"Iya tau, teus masalahnya dimana? " Rara kembali bertanya


"Loe tau sendiri, gue males banget kalau di jodoh-jodohin," Jawab Isma


"Terus loe mau balik lagi sama su Ferdi yang jelas-jelas udah khianatin sama manfaatin loe doang gitu" tutur Rara


"Bukan gitu, sebenarnya gue juga gak masalah di jodohin" Jawab Isma


"Terus masalahnya apa? " tanya Rara


"Loe tau kan acara perjodohan itu hari sabtu kemarin,? " Isma kembali bertanya


"Iya tau, kenapa emangnya? " jawab Rara


"Cowok yang mau di jodohin sama gue kabur entah kemana, itu yang bikin gue kesel" tutur Isma


"Ha,,,, ha,,,, ha,,, jadi loe ditolak," ledek Rara


"Puas loe ngetawain gue," Isma kesal


"Bukan gitu, biasanya para cowok yang ngejar-ngejar loe, tapi kali ini gue baru denger ada cowok yang nolak loe" tutur Rara


"Udahlah gak usah dibahas, sekarang loe balik kerja sana" Perintah Isma


"Siap Bu Direktur" Jawab Rara


'Awas aja kalo gue ketemu tuh cowok, gue kasih perhitungan udah bikin malu gue' Batin Isma


Bersambung,,,,,,


Terima kasih yang udah mampir, mohon maaf jika banyak Typo dan kesalahan dalam menulis,


Terima kasih Banyak

__ADS_1


__ADS_2