
Setelah selesai melakukan pekerjaannya Iki bergegas untuk menemui Isma
'Kira-kira ada apa ya Bu Isma manggil saya' Gumam Iki
"Assalamu'alaikum" Salam Iki setelah sampai di depan ruangan Isma
"Waalaikumsalam, silahkan masuk" Jawab Isma "Duduk" lanjutnya
"Maaf Bu kalau boleh tau ada apa ya saya dipanggil kesini?" Tanya Iki
"Sepertinya kamu suka to the point ya!" Jawab Isma
"Iya Bu maaf" Iki
"Saya punya penawaran bagus buat buat kamu, Apa kamu mau jadi kepala OB disini, dan melanjutkan kuliah?" tutur Isma
"Ibu serius," Iki merasa tak percaya
Saya serius, tapi ada syaratnya" Isma
"Syaratnya apa Bu?" Iki,
"Kamu harus pura-pura jadi pacar saya buat gagalin perjodohan saya, Gimana?" Isma
"Maksudnya gimana Bu?" Iki merasa Bingung
"Jadi gini, saya sebenarnya sudah di jodohkan sama Ayah saya dengan anak sahabatnya, tapi saya gak mau karena laki-laki itu jauh lebih muda dari saya, Ayah saya akan membatalkan perjodohan itu kalau saya punya calon sendiri, dan saya mau kamu berpura-pura jadi pacar saya sampai saya menemukan Cinta sejati saya, agar perjodohan saya dibatalin, sebagai gantinya saya akan mengangkat kamu jadi kepala OB baru dan saya juga akan membiayai kuliah kamu sampai selesai, gimana setuju gak?" Jelas Isma
__ADS_1
"Saya gak mau Bu, saya kabur kesini tuh mau ngehindarin perjodohan juga, sekarang malah disuruh jadi pacar bohongan pula, saya gak mau kena masalah" Jawab Iki
"Bukannya itu menguntungkan buat kamu, jangan sampai menyesal, saya hanya menawari kamu cuman satu kali" Tegas Isma
"Gak mau saya, apalagi Pak Ismail sangat baik, saya gak mau bohongin beliau," Iki
"Jangan sok suci deh kamu" Isma
"Saya bukan sok suci, saya juga bukan lelaki baik-baik, dan saya gak berharap dianggap baik, tapi orang tua saya selalu mengajarkan setidaknya untuk jujur kepada orang lain, kalau tidak ada kepentingan lain saya permisi dulu, Assalamualaikum" Tutur Iki, yang membuat Isma hanya bisa melongo
'Sialan hanya sebatas OB baru udah berani melawan gue, siaaal' gerutu Isma
"Gila tuh Bu Isma, seenaknya aja mau bikin drama ngajak gue, kaya gak ada harga diri aja gue" Gerutu Iki sepanjang lorong sekolah membuat beberapa siswa merasa heran,
Sedangkan di sisi lain Ardan dan Reno yang masuk kerja disore hari sedang berbincang
"Iya Ren, jadwal kita beda sama dia," Jawab Ardan
"Iya, padahal kita udah janji bakalan sama-sama terus, tapi sekarang kita ketemu sama Iki aja jarang" tutur Reno
"Dan gimana kabar kedua orang tua kita ya, pasti mereka sangat sedih" Lanjut Reno
"Itu dia yang lagi gue pikirin, cepat atau lambat pasti keluarga kita bakalan nemuin kita disini" Jawab Ardan
"Asik banget lagi ngobrolin apa?" Intan tiba-tiba berada di belakang mereka
"Eh mbak Intan, ngagetin aja" Jawab Reno
__ADS_1
"Lagian kalian ini serius amat ngobrol nya" Intan
"Ngga kok Mbak, kita cuman kangen aja sama Iki, semenjak kerja kita jadi jarang ketemu" Jawab Ardan
"Iya Mbak, padahal kita udah janji bakalan sama-sama terus" Lanjut Reno
"Iya Mbak juga tau, Iki pun merasakan hal yang sama seperti kalian, dia juga kesepian, walaupun dia gak pernah bilang tapi saya bisa lihat itu" Tutur Intan
"Terus kita harus gimana Mbak?" Tanya Reno
"Mbak gak bisa ngasih saran apa-apa, tapi Mbak juga yakin kalian tau apa yang harus kalian lakukan, kalian yang memilih jalan kalian seperti sekarang kalian juga pasti bisa menemukan jalan keluar nya" Intan
"Hmmm gitu ya Mbak," Reno
"Ya sudah sekarang kalian siap-siap, sebentar lagi kalian juga harus berangkat kerja kan?" Intan
"Iya Mbak makasih ya Mbak nasehat nya" Reno
Intan hanya tersenyum
Bersambung,,
Terima kasih yang udah mampir, untuk kritik dan saran sematkan di kolom komentar
Terima Kasih Banyak
Maaf ya Author baru bisa Update soalnya baru sembuh, dan banyak kerjaan juga
__ADS_1
Terima Kasih banyak