
Waktu pun berlalu, Iki, Ardan dan Reno akhirnya sampai di kota,
"Dan bangun udah sampai nih" Iki membangunkan Ardan yang masih terlelap
"Lima menit lagi" Jawab Ardan
"ya udah kita tinggal aja Ki, biarin dia sendirian di sini" Timpal Reno
"Iya aku bangun nih " jawab Ardan malas
"Sekarang kita mau kemana Ren? " tanya Iki
"Ardan yang tau, aku cuman ikut aja" Jawab Reno
"Sekarang gimana Dan? " Iki pada Ardan
"Kita tanya orang sini, kali aja ada kostan yang dekat dan murah" jawab Ardan
"Ayo, takut keburu siang, nanti panas takut item aku Dan" Reno
"Iya ayo, tapi kita juga sambil nyari sarapan dulu, aku lapar soalnya," Iki,
"Ayo" jawab Ardan dan Reno
Setelah sarapan mereka pun berjalan mencari kostan, namun tak juga menemukan kostan yang mereka inginkan, di kota harga kostan yang terbilang mahal, membuat mereka berpikir ulang, setelah mereka berkeliling cukup lama ketiga sahabat itu pun istirahat di sebuah taman,
"Udah setengah hari kita berjalan, tapi kita belum menemukan kostan yang harganya pas buat kita, semuanya mahal-mahal," keluh Iki
"Iya, aku udh capek banget Dan" tambah Reno
"ya udah kita istirahat dulu aja" Jawab Ardan
Ketika mereka beristirahat, Iki melihat anak kecil yang berjalan seorang diri sambil menangis, hingga sebuah mobil melaju cukup kencang, Iki yang melihat itu sontak berlari menyelamatkan anak kecil tersebut, membuat tangannya terluka,
"Adek kecil kamu tidak apa-apa? " tanya Iki pada anak tersebut, dia tidak memikirkan lukanya,
"Kamu gapapa Ki? " tanya Ardan
"Gapapa, hanya lecet aja, " jawab Iki
"Adik, namanya siapa? Tinggal dimana? Kok jalan sendirian? gak takut ada yang nyulik? " Cerocos Reno
'pletak'
"sakit Dan" keluh Reno yang mendapat jitakan dari Ardan
"Kalau ngomong tuh dijaga, ini anak kecil, malah loe takut-takutin, lagian nanya tuh satu-satu," jawab Ardan kesal pada sahabatnya
"ya maaf," jawab Reno
"udah sekarang kita duduk dulu, kasian Adiknya," Imbuh Iki, sambil menuntun anak kecil tersebut
"Adik namanya siapa? " tanya Iki pada anak tersebut, tetapi anak tersebut tetap diam sambil sesegukan karena sudah cukup lama dia menangis
"udah jangan nangis lagi ya, Kakak gak jahat kok, kamu udah makan belum? " tambah Iki, anak tersebut hanya menggelengkan kepala,
"ya udah, kita makan dulu yuk, kamu mau makan apa? " Iki kembali bertanya, anak tersebut masih tetap diam,
__ADS_1
"makan di sana aja Ki, aku juga udah lapar" jawab Reno sambil menunjuk ke arah warung makan biasa
"Ya udah kita makan di sana aja" jawab Ardan, Iki pun hanya mengangguk
Akhirnya mereka pun makan di warung makan yang mereka sepakati, ketika sedang asik makan tiba-tiba ada seorang wanita masuk dan memeluk anak kecil itu
"Sayang kamu kemana aja, mamah cariin kamu, kamu gapapa sayang" Ucap wanita tersebut
"Ma-mah" jawab anak tersebut
"Maafin mamah ya, tadi mamah kelamaan jemput kamu," tutur wanita tersebut
"Mbak Ibu adik ini? " tanya Iki
"Iya, kalian siapa?" wanita tersebut balik bertanya
"Kami tadi menemukan putri mbak sendirian, hampir ketabrak mobil juga, untung teman kami sigap, lihat saja tangannya sampai terluka gitu" jawab Reno bangga
"Terima kasih banyak Masnya, sudah menolong putri saya, saya gak tau harus gimana untuk membalas kebaikan Mas-masnya" jawab wanita tersebut
"Sama-sama mbak, itu udah kewajiban kita sesama manusia untuk saling tolong menolong" timpal Iki
"Sebagai ucapan terima kasih tolong ambilah ini" wanita tersebut sambil menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribuan,
"Tidak usah mbak, kami ikhlas kok," tolak Iki
"Tapi-" ucap wanita tersebut yang terpotong
"Iya mbak, kami ikhlas kok" imbuh Ardan
"Sekali lagi terima kasih banyak, oh ya kenalin nama saya Intan dan ini anak saya Nayla" wanita tersebut yang bernama Intan memperkenalkan diri
"kalian sepertinya habis perjalanan jauh? " tanya Intan
"Iya mbak kami dari kampung, datang ke kota ini mau mencari pekerjaan," jawab Ardan
"kalian tinggal dimana?" Intan kembali bertanya
"itu dia mbak, kami belum memiliki tempat tinggal, sudah keliling nyari-nyari kostan belum dapat" Jawab Reno
"ya udah gimana kalau kalian ngekost di tempat saya aja, kebetulan rumah saya juga nerima yang mau ngekost," jawab wanita tersebut
"serius mbak? " seru Iki
"Iya serius" jawab Intan
"Tapi, harga sewanya berapa?" tanya Iki
"iya mbak, kalau mahal kami gak sanggup kalau harganya mahal" tambah Ardan
"gini aja, untuk bulan pertama saya gratiskan, nanti kalau kalian sudah dapat pekerjaan baru kalian bayar normal, saya hanya menyewakan cuman 600ribu perbulan, gimana mau gak? " jawab Intan, dia tau keresahan yang dirasakan ketiga sahabat tersebut
"tapi kami gak enak kalau gratis" jawab Iki,
"ini sebagai ucapan terima kasih saya juga karena kalian sudah menolong anak saya, kalau kalian merasa tidak enak, nanti setelah bekerja kalian boleh membayarnya, anggap saja kalian minjam dulu sama saya kalau kalian bingung, nanti bayarnya kalau kalian sudah memiliki uang, gimana mau gak? daripada kalian nyari lagi, belum tentu dapat, ini udah mau sore juga " Intan meyakinkan
"jadi gimana Dan, Ren? " tanya Iki pada kedua sahabatnya,
__ADS_1
"Gimana kamu aja Ki, kita ngikut aja" jawab Ardan
"Ya udah mbak kita mau, kami janji setelah punya uang kami akan membayarnya" Iki
"Ya udah, sekarang kalian ikut sama saya, kebetulan rumah saya juga gak jauh dari sini" jawab Intan
"Iya mbak, Terima kasih banyak udah mau bantu kami," timpal Iki sungkan
"Saya yang harusnya berterima kasih kalian sudah mau menolong anak saya" Jawab Intan
"maaf ya mbak kami jadi ngerepotin" Ardan
"ngga kok, ya udah kita pulang sekarang, kalian pasti capek dan butuh istirahat" Jawab Intan
Mereka pun berjalan mengikuti Intan, tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah Intan
"Ayo masuk Mas-masnya" ajak Intan
"Iya Terima kasih mbak" jawab Iki
"Assalamu'alaikum" salam ketiganya
"Mah, mamah" seru Intan
"Iya sebentar" jawab wanita yang di panggil Intan
"eh ada tamu" lanjut wanita paruh baya tersebut
"Assalamu'alaikum Ibu," salam ketiga sahabat tersebut sambil menyalami wanita tersebut
"Waalaikumsalam" jawabnya
"Kenalin mah ini Iki, Ardan dan Reno, mereka yang mau ngekost disini" Intan memperkenalkan Iki dan kawan-kawan
"Dan ini Ibu saya, namanya Ibu Fatimah" lanjut Intan mengenalkan ibunya
"Salam kenal Ibu" seru ketiganya
"salam kenal juga, jadi kalian yang mau ngekost disini? " Bu Fatimah basa basi
"iya ibu, semoga ibu berkenan" jawab Iki
"Sudah gak usah sungkan begitu, anggap aja rumah sendiri," Bu Fatimah
"Ya udah mari saya antar ke kamar kalian, kalian pasti capek," Seru Intan,
Mereka pun mengikuti Intan, letak kamar mereka berada di lantai 2
"Nah ini kamar kalian, kalian pilih saja mau yang mana, maaf kalau kamarnya kecil, dan kamar mandi ada disebelah sana," Tutur Intan sambil menunjuk ke arah pintu yang diberi tulisan WC
"Makasih mbak, ini sudah lebih dari cukup kok" jawab Iki,
" Ya udah sekarang kalian istirahat, kalau ada apa-apa kalian panggil saja saya, kamar saya ada di lantai satu" jelas Intan
"Iya mbak, sekali lagi terima kasih banyak" jawab Ardan
Mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,