
Waktu pun berganti, Satu bulan berlalu setelah Iki dan kawan-kawan kabur dari rumahnya, Orang tua Iki dan keluarga Reno serta Keluarga Ardan masih sibuk mencari mereka, serta warga kampung yang membantu mereka dengan mencari info dari sanak saudara nya di Kota
"Gimana ini Pak, sudah sebulan Iki pergi belum ada kabar?" Mak Esih sambil tersedu
"Maafin Bapak Bu, belum ada info soal Iki," Jawab Pak Arman
"Iya kita sudah mencari kesan kemari tapi belum menemukan titik terang" Lanjut Pak Junaedi Ayah Ardan
"Dari kota pun belum ada info" sambung Pak Wawan Ayah Reno
"Kalau menurut saya biarkan saja dulu mereka biar merasakan gimana kerasnya hidup di luar sana agar mereka mendapatkan pengalaman, saya yakin setelah mereka merasa lelah pasti mereka pulang" tutur Bu Anah Ibunda Ardan
"Tapi Bu Anah,,," ucap Mak Esih terpotong
"Benar Bu Esih, kita hanya perlu mendoakan mereka, saya yakin mereka akan baik-baik saja disana," sambung Bu Irah Ibunda Reno
"Benar kata Bu Anah sama Bu Irah mereka itu laki-laki, biarkan pengalaman yang akan menjadi guru mereka, agar mereka kedepannya menjadi lebih baik lagi," Tutur Pak Arman
"Terus masalah perjodohan Iki gimana pak?" Tanya Bu Esih
"Itu nanti bapak yang bicara sama temen bapak" jawab Pak Arman
Setelah berbincang dan menemukan solusi yang akhirnya keluarga Iki, Ardan dan Reno kembali ke rumah masing-masing, Sedangkan di sisi lain Iki dan kawan-kawan yang kebetulan sedang libur mereka memilih bersantai di kostan
"Akhirnya kita bisa liburnya barengan, jadi bisa kumpul bareng lagi" Reno
"Iya Ren, gue juga kangen kumpul sama kalian" Iki
"Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan kemaren kan habis gajian mumpung libur bareng" Tiba-tiba Ardan memberi usul
"Boleh, sekalian refreshing" Sahut Iki
"Ya udah kita siap-siap dulu" Lanjut Reno
Setelah bersiap-siap mereka pun berangkat dan tujuan mereka adalah Mall yang cukup terkenal di kota, cukup lama mereka berkeliling tak lupa juga membeli barang-barang yang mereka sukai dan beberapa pakaian, setelah cukup puas mereka berkeliling Mall mereka memutuskan untuk pulang, mereka pun memesan Taxi Online, ketika dalam perjalanan pulang tiba-tiba Iki melihat Isma dan seorang laki-laki sedang berdebat, karena melihat pertengkaran mereka dan laki-laki tersebut sudah mulai keterlaluan lantas Iki segera menghampiri mereka
"Berhenti dulu Pak sebentar" Perintah Iki pada sang supir
"Baik mas" jawab sang supir
"Hey jangan main kasar sama cewek" teriak Iki setelah berada cukup dekat dengan mereka
"Iki" lirih Isma
"Siapa loe, gak usah ikut campur urusan gue" Hardik laki-laki tersebut yang bernama Diki
"Iya memang bukan urusan gue, tapi kalau lihat laki-laki pengecut yang kasar sama cewek akan jadi urusan gue juga," Jawab Iki
"Sok jagoan juga loe" Diki
"Gue emang bukan jagoan, tapi gue bukan pengecut yang beraninya sama perempuan" Iki
"Kurang ajar, gue habisin loe" Diki
'Shat'
'Shet'
'Shat'
__ADS_1
'Bug'
'Bug'
'Bug'
"Aaargh" teriak Diki
Iki yang memiliki sedikit ilmu beladiri semasa sekolah berhasil melumpuhkan Diki dengan dengan mudah
"Awas loe, urusan kita belum selesai"Diki sambil berlalu pergi
"Bu Isma gapapa?" Tanya Iki pada Isma
"Gapapa, Makasih udah nolongin" Jawab Isma
"Emang tadi itu siapa Bu?" Iki kembali bertanya
"Masa lalu saya" Jawabnya
"Loe gapapa Ki?" Rena tiba-tiba berada di dekat mereka
"Astaghfirullahal'Adzim, ngagetin aja loe Ren" Jawab Iki
"Sorry, sorry, reflek gue, tapi gapapa?" Reno
"Gapapa santai aja" Iki
"Loe kenal Mbak ini Ki?"Reno
"Kenal lah dia ini yang punya sekolah tempat gue kerja" Jawab Iki
"Oooh, salam kenal Bu" Reno
'Kok sama orang lain baik, sama gue biasanya galak bener' batin Iki
"Ardan mana?" Tanya Iki
"Tuh di mobil nungguin" Jawab Reno
"Ya sudah kalian duluan aja pulang, gue masih ada urusan bentar!" Perintah Iki
" Ciee ileeeh kaya orang penting aja!" Jawab Reno
"Udah Buruan sana, Taxi udah gue bayar pake Aplikasi" Iki
"Nah kalo gini kan enak, ya udah gue duluan, dadah Ibu Cantik, Assalamu'alaikum" Pamit Reno
"Waalaikumsalam" jawab Iki bersamaan dengan Isma
"Ciee barengan, jangan-jangan jodoh" Reno
"Udah sana" Iki
"Mana Iki tanya"Tanya Ardan ketika Reno sampai di taxi
"Dia mau pacaran dulu, kita disuruh pulang duluan aja" jawab Reno
Sepeninggal Reno kini tinggal hanya Iki dan Isma, Isma yang merasakan kakinya sakit karena terkilir masih terduduk di trotoar jalan
__ADS_1
"Ibu beneran gapapa? sepertinya kaki Bu Isma sakit? " Tanya Iki
"Udah tau malah nanya" Jawab Isma
'Mulai lagi kan galaknya'Batin Iki
"Jangan ngatain saya galak" Isma
'Dia tau yang ada si pikiran gue' kembali Iki membatin
"Gak usah ngedumel lagi, ngapain kamu masih berdiri disitu"Isma
"Iya maaf Bu, saya cuma mau bantu Bu Isma aja" Iki, Isma hanya menatapnya tajam
"Jangan liatin saya kaya gitu, jadi ngeri saya Bu" Iki
"Emang gue semenakutkan itu?" Isma
"Ngga kok Bu, cuman tatapan Ibu bikin nyali orang Ciut," Jujur Iki
'Hahahahahaha' Mereka pun tertawa
"Loe itu ada-ada aja" Isma
"Emang Ibu habis darimana kok bisa ada disini?" tanya Iki
"Tadi habis jalan sama Rara, tapi tadi dia pergi duluan mamahnya masuk Rumah sakit, terus ketemu sama si Diki" Jawab Isma
"Emang dia tuh siapa sih, kok kasar banget sama Perempuan," Iki
"Dia tuh mantan gue dulu, dia maksa saya buat balikan lagi sama dia, dulu kami putus gara-gara dia ketauan selingkuh depan mata gue sendiri," jawab Isma
"Oh gitu, ya udah sekarang saya anter Ibu pulang!" Iki
"Pulang naik apa?" Isma
"Saya gendong mau?" Iki
"Ngaco loe," Isma
"Lagian aneh-aneh aja pertanyaannya, ya kita pesen Taxi online" Iki
"Gak usah, gue gak mau ngerepotin loe" Isma
"Ya nggak lah Bu, lagian mana saya tega liat Bos saya yang Cantik ini sendirian di pinggir jalan" Iki
"Apa loe bilang?" Isma yang kaget denga ucapan Iki
"Udah ayo sekarang saya anter pulang, taxinya udah dateng" Iki
Ketika mau berdiri Isma yang kakinya masih sakit hampir terjatuh reflek Iki menahan tubuh Isma hingga tatapan mereka saling beradu
"Ma-Maaf Bu, Ibu kalau masih sakit gak usah maksain, kan Ibu bisa minta tolong saya" Iki
"Iya, Ma-makasih" Isma 'Kok tiap liat matanya gue jadi deh degan kaya gini ya' lanjut Isma dalam hati
Iki pun membantu Isma berjalan dengan memapahnya, setelah menunjukan alamat alamat tujuan kepada supir taxi mereka pun melanjutkan perjalanan
Bersambung,,,,,
__ADS_1
Terima kasih yang udah mampir, Maaf kalau ceritanya masih berantakan dan masih banyak Typo,
Terima kasih Banyak 😁😁😁😁😁