
Waktu berganti, sore pun menjelang Iki baru saja tiba di kostan, setelah membersihkan diri Iki bergegas keluar kamar, dia tidak mendapati kedua temannya,
"Bu, Ardan sama Reno belum pulang ya?" Tanya Iki pada Bu Fatimah, yang sedang duduk di ruang keluarga
"Belum nak, tadi mereka bilang mereka pulang malam, karena pergantian waktu kerja katanya," Jawab Bu Fatimah
"Gitu ya Bu, ya sudah makasih ya Bu" Timpal Iki
"Memangnya mereka gak ngasih tau kamu?" Bu Fatimah balik bertanya
"Ngga Bu, mereka gak ada bilang apa-apa" Jawab Iki
"Mungkin mereka lupa" lanjut Bu Fatimah
"Iya kayaknya Bu,"
'Apa ada yang mereka sembunyikan dariku?' Batin Iki
Pagi pun menjelang, seperti biasa setelah selesai Shalat Subuh Iki selalu membantu dan menemani Intan membuat kue,
"Kamu gak keganggu Ki bantuin saya terus pagi-pagi?" tanya Intan
"Ngga lah mbak justru saya senang, bisa banyak belajar juga," jawab Iki
Ketika asik mengobrol tanpa sengaja tangan Iki menyentuh tangan Intan, membuat keduanya diam beberapa saat
"Ma-maaf mbak, saya gak sengaja" Iki merasa tak enak
"I-Iya gapapa" Intan pun tak kalah canggung
"Ya sudah sekarang kamu siap-siap aja, takut tar kesiangan!" Intan untuk menghilangkan kecanggungan
"Iya mbak, kalau gitu saya siap-siap dulu" Iki, lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap
'Kenapa aku jadi gugup gini, tapi aku juga nyaman kalau dekat dengan Iki' batin Intan
'Ngga, aku gak boleh jatuh cinta sama dia, dia masih muda, aku jangan sampai kecewa lagi, apalagi sampai mengecewakan dia juga' Lanjutnya
"Kamu kenapa Tan, pagi-pagi malah bengong" Bu Fatimah tiba-tiba sambil menepuk bahu Intan
"Astaghfirullah Bu, ngagetin aja" Jawab Intan
"Lagian kamu masih pagi udah ngelamun, mikirin apa?" Bu Fatimah
"Ngga kok Bu, cuma agak kurang enak badan aja" Intan beralasan
"Kamu sakit? Istirahat aja kalau gitu, gak usah maksain" Bu Fatimah
"Gapapa Bu, nanti juga enakan lagi,"Intan
"Tapi Tan-" Bu Fatimah terpotong
"Gapapa Bu, Ibu gak usah khawatir, lebih baik Ibu bikinin sarapan aja buat Iki dan teman-temannya bentar lagi mereka berangkat" Potong Intan
"Ya sudah kalau gitu, tapi ingat kamu jangan maksain kalau sakit," Lanjut Bu Fatimah
"Iya Bu" jawab Intan
Waktu berganti, kini Iki sudah berada di SMA Bhakti dan dia sudah akan memulai pekerjaannya
"Ki, katanya loe sering marahin Bu Isma?" tanya Dani
"Iya, gak tau kenapa kalau tiap kita ketemu pasti Bu Isma jatuh terus, heran gue juga" jawab Iki
__ADS_1
"Asal jangan sampe jatuh cinta aja" ledek Firman
"Ngga akan, apalagi dia galak kaya gitu, hiih ngeri gue bayanginnya aja" Iki
"Gue doain loe jatuh cinta beneran" Dani
"Udah lah ngapain ngomongin dia, mending sekarang kita mulai kerja aja, daripada gibah mulu" Iki
"Bilang aja loe baper, pake ngalihin pembicaraan segala" Firman
"Iya betul" Dani mengangguk
"Terserah kalian saja" Iki sambil berlalu pergi
Ketika Iki sedang melakukan pekerjaannya, tiba-tiba dia dihampiri seseorang
"Selamat pagi Mas OB Ganteng" Silvi
"Selamat pagi Non" Jawab Iki
"Gak usah panggil Non, panggil Silvi atau Vivi juga gapapa, apalagi kalau manggil sayang" Silvi
"Si Non ada-ada aja,"Iki
"Ish Mas ganteng nih, jangan panggil Non," Silvi dengan gaya manja
"Ya udah panggil Neng Silvi aja gimana, dan Neng Silvi juga manggil saya Iki aja" Jelas Iki yang tidak ingin terlalu lama berurusan dengan Silvi, dia merasa gak enak
"Ya udah gapapa, tapi aku lebih enak manggil Mas Ganteng aja" Jawab Silvi
"Terserah Neng Silvi aja lah" Iki agak ketus
"Jangan marah ya, ya ya" Silvi manja
"Aku bantuin ya" Silvi
"Gak usah tar seragam kamu kotor" Jawab Iki
"kalau gitu aku temenin aja ya" Lanjut Silvi
"Tapi-" belum selesai Iki berbicara
"Gak ada tapi-tapian, ayo lanjut" potong Silvi
Iki pun melanjutkan pekerjaannya dengan di temani Silvi, terkadang mereka saling bercanda dan sudah tidak ada lagi rasa kecanggungan diantara mereka
"Neng Silvi gak malu giti bantuin saya?" Tanya Iki
"Ngapain malu, itung-itung belajar jadi ibu rumah tangga juga kan" Jawab Silvi
"Tapi ini kan area sekolah" lanjut Iki
"Gapapa santai aja Mas ganteng"Silvi kembali menjawab
"Kalian ngapain berduaan disini?" Isma tiba-tiba berada di belakang mereka
"Eh Bu Isma, saya lagi bantuin Mas ganteng saya Bu" jawab Silvi
"Yang kamu maksud dia!" Isma sambil menunjuk Iki
"Iya Bu, siapa lagi!" Silvi Kembali menjawab
"Mata kamu gak rusak kan?" Isma
__ADS_1
"Emang kenapa Bu?" Silvi
"Masa model kaya gini kamu bilang ganteng" Isma
"Mata Ibu kayaknya yang rusak" Silvi
"Kamu bilang apa? Berani kamu ngatain saya!" Isma sambil bertolak pinggang
"Bukan ngatain Bu, tapi Ibu bisa lihat kan, Mas ganteng ini, tinggi, putih, rajin pula, kurang apa lagi coba" Jelas Silvi
"Kamu gak lagi mimpi kan,? gak lagi di hipnotis sama dia kan?" Isma
"Ya nggak lah Bu, saya sadar kok, sesadar-sadarnya" jawab Silvi
sedangkan Iki hanya menyimak perdebatan mereka sambil tersenyum
"Kamu, ngapain senyum-senyum?" bentak Isma pada Iki
"Ngga Bu, saya cuma lagi berkhayal, ternyata begini rasanya kalau diperebutkan dua wanita!" jawab Iki, Isma hanya memutar bola matanya malas,
"Mimpi saja sana" Isma sambil melemparkan sebuah kanebo tepat ke muka Iki
"Ibu jangan galak-galak dong, tar ganteng nya Mas Iki ilang gimana" Tutur Silvi
"Maka tuh ganteng" Isma "Sekarang kamu kembali ke kelas, dan kamu lanjutkan pekerjaan kamu," hardik Isma
"Iya Bu" Jawab Iki dan Silvi berbarengan
"Nanti siang aku teraktir makan ya Mas Ganteng" Bisik Silvi pada Iki
"Iya siap" Jawab Iki
"Kamu ngapain masih disini, buruan kembali ke kelas" Bentak Isma a sambil bertolak pinggang
"Iya Bu, jangan galak-galak dong, tar jodohnya kabur" Silvi
"Apa kamu bilang," Isma
"Ngga Bu, kalau begitu saya pamit dulu, dadah Mas ganteng" Silvi sambil berlalu pergi, Iki hanya tersenyum
"Ngapain kamu senyum-senyum?" Hardik Isma pada Iki
"Ngga Bu," Jawab Iki sambil menundukkan kepala
"Kerja yang bener, yang bersih, jangan pacaran kalau sambil kerja" Isma
"Siapa yang pacaran Bu,?" Tanya Iki,
"Kamu lah, siapa lagi," Isma sambil Menyilang tangan di dada
"Ibu cemburu ya" Goda Iki
"Heh ngapain saya cemburu, lagian apa hubungannya saya sama kamu hah" Isma kesal,
"Jangan galak-galak Bu, tar jerawatan" Iki
"Kamu-"Isma
"Maaf Bu, saya mau lanjut kerja permisi" Potong Iki
Bersambung,,,,,,,
Terima kasih yang sudah mampir, Mohon maaf jika dalam penulisan masih banyak Typo dan kesalahan dalam memilih kalimat, Untuk kritik dan saran bisa sematkan di kolom komentar
__ADS_1
Terima Kasih Banyak