Cerita Anak Rantau

Cerita Anak Rantau
Episode 7


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" salam Isma ketika memasuki rumahnya


"Waalaikumsalam, bar pulang kamu nak?" Jawab pria paruh baya, ayahnya Isma


"Iya Yah!" Isma sambil mencium tangan sang Ayah


"Kamu kenapa wajahnya jutek begitu? apa ada masalah?" Tanya sang Ayah


"Ngga Yah, cuma hari agak sial aja!" jawab Isma


"Jangan bicara begitu, gak baik!" tutur sang Ayah


"Gimana gak sial Yah, hari ini aku dua kali ditabrak OB, bikin aku jatuh dan malu, mau pulang ban mobil ku kempes" jelas Isma


"Ya sudah lebih baik sekarang kamu mandi dan istirahat" perintah sang ayah


"Ya sudah Isma ke kamar dulu" Isma sambil berlalu pergi,


Ayah Isma sendiri bernama Ismail Wicaksono, dia pemilik dari SMA Bhakti, dia juga memiliki perusahaan di bidang properti, Isma sendiri sebenarnya memiliki cita-cita menjadi desainer, tapi karena ibunya Isma sudah tiada mau tidak mau dia yang harus meneruskan yayasan yang dikelola Pak Ismail dan mendiang istrinya. Sedangkan di sisi lain Iki yang baru sampai di kostan tempat dia tinggal, dia melihat Nayla yang sedang menangis di teras rumah


"Nayla kamu kenapa nangis?" Tanya Iki


"Mam-mah"jawab Nayla


"Mamah kenapa?" tanya Iki lagi


"Itu" Nayla sambil menunjuk ke arah gerbang


"Mamahnya pergi?" Iki sedikit paham yang dimaksud Nayla, Nayla pun hanya mengangguk


"Ya udah sini om gendong, kita main di dalam aja ya, mau gak?" ajak Iki, Nayla pun hanya mengguk


"Udah jangan nangis lagi ya, nanti cantiknya ilang" Iki sambil tersenyum, namun anak itu hanya bengong, tak berselang lama Intan pun pulang


"Assalamu'alaikum" salam Intan


"Waalaikumsalam,"jawab Iki


"Kamu udah pulang Ki?" tanya Intan


"Iya mbak, mbak sendiri darimana?" tanya Iki kembali


"Saya habis nganter kue, loh Nayla kok bisa main sama kamu, ibu kemana memangnya?" Intan


"Itu dia, tadi pas saya pulang Nayla lagi nangis di teras sendirian, makanya saya ajak masuk, kalau Ibu kurang tau saja juga"Jawab Iki


"Soalnya pas saya tinggal Nayla lagi tidur," jelas Intan,


Tiba-tiba Bu Fatimah datang dari arah belakang,


"Loh Kalian udah pulang?" tanya Bu Fatimah

__ADS_1


"Iya Bu, Ibu dari mana?, tadi kata Iki Nayla nangis di teras rumah"? Intan


"Maafin Ibu nak, tadi Ibu angkatan jemuran, Ibu kira Nayla masih tidur" jelas Bu Fatimah


"Untung tadi pas Nayla nangis Iki pulang, kalau orang lain gimana, seharusnya Ibu kunci pintu depan" Intan


"Iya nak maafin Ibu" Bu Fatimah


"Udah mbak, Bu gapapa, jangan dibahas lagi, lagian Nayla juga gapapa, mbak juga gak perlu marah sama Bu Fatimah,beliau pasti capek dan sibuk juga," Iki yang merasa gak enak


"Maafin Ibu Tan, Ibu udah teledor"Bu Fatimah


"Gapapa Bu, Intan juga minta maaf udah marah sama Ibu, Intan cuma khawatir sama Nayla" tutur Intan


"Iya Tan Ibu juga ngerti kok, Ibu juga pasti ngelakuin hal sama seperti kamu kalau Ibu ada di posisi kamu" Bu Fatimah,


"Pa-pah" Tiba-tiba Nayla memanggil Iki, membuat semua yang ada di sana bengong


"Nak, ini bukan Papah, ini Om Iki" jelas Intan


"Pa-pah"Jawab Nayla lagi


"Bukan nak, tapi Om" Intan


"Gapapa Mbak biarin aja, namanya juga anak kecil, belum ngerti" Iki


"Tapi saya jadi gak enak, takut bikin salah paham" Jawab Intan


"Gapapa Mbak, nanti jelasin pelan-pelan" Iki


"Ngga kok Bu, santai aja, kalau gitu saya keatas dulu mau mandi," Iki


"Ya sudah kalau gitu, nanti kalau kamu sudah lapar tinggal turun saja, Ibu udah siapin" Bu Fatimah


"Iya, makasih banyak Bu" Iki


Waktu pun berganti, Adzan subuh pun berkumandang, membangunkan Iki, Iya bergegas ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu dan menjalankan Ibadah, setelah Shalat karena merasa haus Iki pun beranjak ke dapur untuk mengambil air minum. Sesampainya di dapur dia mendapati sosok yang dia kenal


"Lagi bikin apa Mbak" tanya Iki tiba-tiba, dan mengagetkan Intan


"Astaghfirullah, kamu ini ngagetin aja," Jawab Intan yang kaget


"Saya lagi bikin adonan kue, kamu sendiri ngapain Subuh-Subuh begini udah ke dapur" tambah Intan


"Saya cuma mau ngambil Air minum, gak taunya mbak juga udah ada di dapur" Iki


"Saya udah biasa" Intan


"Emang bikin kue harus sepagi ini mbak?" tanya Iki


"Iya soalnya kalau kesiangan pelanggan tar keburu kabur" jawab Intan sambil tersenyum

__ADS_1


"Kalau gitu boleh saya bantu gak" Iki


"Gak usah, istirahat lagi aja sana, kamu juga harus nyiapin tenaga buat kerja nanti kan"Intan


"Gapapa mbak, lagian kalau habis Subuh saya susah tidur lagi, jadi daripada di kamar gak ngapa-ngapain, jadi apa yang harus saya bantu?" Iki


"Gak usah sebentar lagi juga selesai" Intan


"Kalau gitu saya nemenin aja deh, boleh kan" Iki


"Terserah kamu aja Ku" Iki


"Ngomong-ngomong suami Mbak dimana? kok saya gak pernah lihat?" Tanya Iki tiba-tiba membuat Intan terdiam dan wajahnya berubah sendy


"Maaf mbak, kalau pertanyaan saya bikin mbak gak nyaman" lanjut Iki


"Iya gapapa, cuma saya belum siap buat cerita hal peribadi itu sama kamu" Jelas Intan


"Ya sudah gapapa, saya gak akan maksa" Iki


"Oh ya Mbak, kalau boleh tau kue kue ini mbak jual dimana?" tanya Iki mengalihkan pembicaraan


"Cuma di warung-warung sekitar sini aja," jawab Intan


"Emang gak ada rencana buka toko? kue bikinan mbak enak padahal" Iki


"Maunya sih gitu, tapi lagi ngumpulin modal dulu" jawab Intan


"Iya juga sih, buka toko pasti modalnya juga harus banyak ya" Iki


"Iya, belum sewa tempat, alat-alat masak, sama yang lain-lain, belum lagi dekorasinya, kalau toko kue kan harus keliatan menarik agar orang-orang tertarik untuk berkunjung" jelas Intan


"Iya juga ya" Iki


"Ya sudah, sekarang kamu mandi sana, siap-siap, nanti kesiangan" Intan


"Ah Iya, keasikan ngobrol sampe lupa waktu, kalau gitu saya siap-siap dulu," Iki sambil berlalu pergi, sedangkan Intan hanya tersenyum


Waktu pun berganti, Kini Iki sudah sampai di SMA Bhakti, dan mulai melakukan pekerjaannya


"Mudah-mudahan hari ini gak ketemu Bu Isma lagi-," Gumam Iki,


'Brukk'


Belum selesai Iki melanjutkan kalimatnya tiba-tiba sosok yang dia hindari hampir terjatuh di depannya, namun dengan sigap Iki menahan tubuh Isma, tatapan mereka pun bertemu (pokoknya kaya di sinetron-sinetron lah)


'Kenapa jantung ku deh degan kaya gini' Batin Iki


'Mata itu kaya pernah lihat' Batin Isma


Bersambung,,,,,,

__ADS_1


Terima Kasih yang sudah mampir, mohon maaf jika masih banyak Typo dan kesalahan dalam menulis,


Terima Kasih Banyak


__ADS_2