
Waktu pun berlalu, tak terasa waktu sudah menunjukkan siang hari, tetapi tiga sahabat belum menemukan apa yang mereka cari, padahal mereka sudah berkeliling, karena merasakan lelah dan terdengar suara Adzan mereka pun beristirahat di sebuah mesjid, untuk menunaikan ibadah, dan beristirahat sejenak
"Gimana nih Dan, kita udah muter-muter tapi belum juga dapat kerjaan" keluh Iki
"Iya, ternyata susah juga nyari kerja di kota" tambah Reno
"Sabar, kita harus tetap usaha, kalau sampai Ashar kita belum dapat juga, lebih baik kita pulang aja dulu" jawab Ardan,
"Baiklah, kita setuju" Reno
"Sekarang kita nyari kemana lagi? " tanya Iki
"Gimana kalau kita berpencar aja?" Usul Ardan
"Tapi aku gue gak mau sendirian, takuk kesasar!" jawab Reno
"Ya udah kalian berdua aja biar gue yang sendiri" Jawab Iki
"Yakin Ki?" tanya Ardan
"Yakinlah, nanti Ashar kita kumpul aja dulu disini sebelum pulang, biar kita bisa pulang bareng" Jawab Iki
"Gue setuju" Sahut Reno
"Gaya bahasanya udah gue elo, padahal baru 2 hari dikota" Timpal Ardan, dan mereka semua pun tertawa
"Ya udah kita sekarang berpencar" Ardan
"Oke" jawab Iki dan Reno bersamaan
Akhirnya mereka bertiga pun berpencar, Ardan dan Reno berdua, sedangkan Iki sendirian, setelah satu jam berjalan, Iki melihat ada lowongan pekerjaan yang di tempel disebuah pagar sekolah, tanpa basa basi Iki langsung menghampiri satpam
"Permisi pak" Iki pada satpam tersebut
"Iya, ada yang bisa saya bantu" jawab Satpam
"Apa betul disini ada lowongan pekerjaan? tanya Iki
" Iya betul, sekolah ini membutuhkan OB" jawab Satpam
"Kebetulan sekali saya lagi butuh pekerjaan" Iki
"Kamu yakin?" tanya satpam tersebut
"Yakin banget pak," jawab Iki
"Tapi penampilan kamu rasanya bukan mau melamar sebagai OB, tapi lebih terlihat mau melamar di kantoran" jelas Satpam, memang Iki berpenampilan rapih, dengan kemeja putih dan celana bahan hitam
"Ngga kok pak, saya kerja apa saja mau, cuma kata temen saya harus berpenampilan rapih pak, makanya saya pakai baju begini" Iki menjelaskan,
"Baiklah kalau gitu, sekarang kamu ikut saya untuk menemui orang kantornya" jawab satpam, mereka pun berjalan menuju kantor yang dimaksud satpam itu
"Ngomong- ngomong nama kamu siapa?" Tanya satpam itu
"Nama saya Rifki Saputra, biasa dipanggil Iki, kalau bapak sendiri siapa namanya?" jawab Iki
"Oh, saya Saefudin, kamu boleh panggil saya Udin" jawab satpam tersebut yang bernama Udin
"Salam kenal Pak Udin" Iki
__ADS_1
"Sama-sama, nah sekarang kita udah sampe" jawab Pak Udin
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum" Salam pak Udin sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam, masuk" Jawab seorang wanita di dalam
"Permisi Bu, ini ada yang mau ngelamar kerja di sini" Pak Udin
"Iya silahkan masuk" Jawabnya
"Ayo masuk" Ajak pak Udin kepada Iki
"Assalamu'alaikum" Iki memberi salam
"Waalaikumsalam, Silahkan duduk" jawab Wanita paruh baya tersebut
"Kalau begitu saya permisi dulu Bu, Assalamu'alaikum" pamit Pak Udin
"Iya silahkan pak Udin, Waalaikumsalam" jawabannya
"Jadi kamu yang mau bekerja di sini?" tanya wanita tersebut pada Iki
"Iya Bu" jawab Iki
"Nama kamu siapa?" tanya wanita tersebut
"Nama saya Nurjannah, Biasa dipanggil BU Janah" Wanita tersebut memperkenalkan diri
"Kamu tau kalau di sini butuh OB" Bu Jannah kembali bertanya
"Tau Bu, tadi sudah dikasih tau juga sama Pak Udin" jawab Iki
" Kamu Yakin?" Bu Jannah dengan penuh penekanan
"Yakin Bu," Iki kembali menjawab
"Setiap pegawai disini harus disiplin, jujur, bertanggung jawab dan kuat mental, jangan baru bekerja sudah tidak betah, kamu tau sendiri kan kerja sebagai OB itu bagaimana? " jelas Bu Jannah
"Iya Bu saya tau, saya akan berusaha semaksimal mungkin bekerja dengan baik" jawab Iki
"Baiklah kalau begitu, mana Ijazah kamu?" Tanya Bu Jannah
"Ini Bu" Iki sambil menyerahkan Map berwarna Coklat
"Sekarang saya terima kamu bekerja disini" Bu Jannah sambil membaca surat lamaran dan Ijazah Iki
"Serius Bu? " tanya Iki tak percaya
"Saya serius" Jawab Bu Jannah
"Gak ada syarat lain Bu? " Iki kembali bertanya
"Apa kamu ingin syarat lain, atau kamu tidak mau bekerja disini?" Bu Jannah dengan nada kesal
__ADS_1
" Mau Bu" Jawab Iki
"Ya sudah, besok kamu sudah mulai boleh bekerja, kamu berpakaian biasa saja jangan formal seperti ini, besok saya akan kasih seragam khusus buat OB" tutur BU Jannah
"Baik Bu" jawab Iki
" Oh ya, dan satu lagi, waktu bekerja kamu dari pukul enam tiga puluh sampai pukul empat sore, untuk gajih kamu akan saya pantau dulu kinerja kamu, saya tidak mau memberi gajih sembarangan yang belum tau kinerjanya seperti apa,namun disini minimal gajih bulanan 1,5 juta, Paham" tambah Bu Jannah
"Baik Bu, saya mengerti," jawab Iki
"Baiklah kamu boleh pulang sekarang saya harap kamu besok jangan terlambat" Bu Jannah
"Baik Bu, saya permisi, Assalamu'alaikum" Pamit Iki
"Waalaikumsalam" jawab Bu Jannah
"Alhamdulillah akhirnya dapat juga kerjaan, walaupun jadi OB juga gapapa, asalkan bisa dapat penghasilan dulu," Gumam Iki
"Gimana Ki diterima gak?" tanya pak Udin yang melihat Iki baru keluar
" Alhamdulillah diterima Pak, besok saya mulai kerja disini " Jawab Iki
"Syukurlah kalau diterima, berarti besok kita jadi patner ya" Pak Udin sambil tertawa
"Iya pak," jawab Iki, mereka pun tertawa
"Ya Udah saya pamit dulu ya, Assalamu'alaikum" pamit Iki
"Waalaikumsalam" jawab Pak Udin
Iki pun merasa sangat senang karena dapat pekerjaan, Sedangkan disisi lain Ardan dan Reno pun baru keluar dari sebuah toko swalayan, mereka pun sama mendapatkan pekerjaan sebagai OB di sana juga, mereka pun kembali ke Mesjid dimana mereka berpisah untuk berkumpul kembali di sana, ketika Ardan dan Reno kembali terlihat Iki yang sudah sampai di sana
"Udah lama nunggu Ki?" tanya Reno mengagetkan Iki
"Astaghfirullah, ngagetin aja, dateng tuh salam dulu!" Iki Kesal
"Ya maaf, lagian loe malah ngelamun, tar kesambet baru tau" Reno
"Enak aja kalau ngomong, ini tuh Mesjid mana ada kaya gituan" Jawab Iki
"Santai dong, sensi amat, kaya lagi PMS kau Ki" goda Reno yang hobby nya memang jailin Iki
"Lagian kalian kemana aja sih, lama baget gue pegel dari tadi nungguin" Keluh Iki
"Kangen ya sama gue sampe bela-belain nunggu" Reno
"Idih ogah gue kangen sama loe," Jawab Iki,
"Aaah A Iki suka gitu deh" Reno dengan gaya gemulai nya
"Gak pantes loe kaya gitu, malu tuh sama kumis," Iki yang merasa geli dengan gaya Reno, sedangkan Ardan hanya tersenyum melihat mereka,
"Sudah becanda mulu, lebih baik sekarang kita pulang" Ajak Ardan,
"Oke Bebeb Ardan" Reno kembali dengan gaya gemulai nya, membuat Ardan dan Iki bergidik geli
Bersambung,,,,,,
Terima kasih yang sudah mampir, mohon maaf jika masih banyak Typo bertebaran dan salah dalam pemilihan kata,
__ADS_1
Terima kasih Banyak