
Bel istirahat pun berbunyi anak anak pada berhamburan ke kantin.
"Ke kantin yuk!" ajak Fatma.
"Yuuk ,ikut gak Ra?" tanya Akila.
"Ngak lagi males gue." jawab Ara malas.
"Yadah kita ke kantin dulu ya!" pamit Ellen
Ara mengacungkan jempolnya.
"Lo mau nitip apa?" tanya Akila.
"Nggak usah" pangkas Ara.
Temen temen Ara bergegas menuju ke kantin.Mereka berpapasan dengan Reska.Dia nanyain Ara.
"Lo ngapain nggak ke kantin bareng temen temen lo?" tanya Reska yang bikin Ara kaget.
"Males,ngapain lo kesini?" tanya Ara ketus.
"Nggak apa cuma pengen lihat lo." jawab Reska sambil duduk di samping Ara.
Dan pada saat itu sebenarnya Alkha nyamperin Ara ke kelas nya tapi dia lihat dari jendela kalau Ara duduk bersampingan dengan Reska.Alkha gak jadi masuk lalu pergi.CEMBURU.
"Minggat sana lo gue gak mau ya cewek lo ampe salah paham!" usir Ara sambil mendorong Reska.
"Gue nggak punya cewek." ujar Reska santai.
"Ahh boong amat lo." ucap Ara.
"Beeneran!" jawab Reska.
"Tapi tetep aja lo gak boleh di sini gue males lihat muka lo!" sinis Ara sambil berdiri dan pergi.Meninggalkan Reska yang masih mematung di tempat .
"Apa apaan sih," gumam Ara "Di kira gue bisa lo kibulin lagi" kesal Ara.
"Kha" panggil Ara yang kebetulan melihat Alkha.Alkha hanya menoleh lalu jalan terus.
"Woiii lo ngapa sih?" tanya Ara yang lari mendekati Alkha.Tapi pemuda itu tetep diam tak bersuara.Hingga akhirnya Ara mencubit tangan Alkha.
__ADS_1
"Akh sakit tau." keluh Alkha.
"Biarin lagian siapa suruh di panggil diam aja?" sewot Ara.
"Udah pacaran nya?" tanya Alkha sewot.
Ara mendongakan muka nya menatap Alkha yang masih cembetut.
"Pacaran?maksud lo?" tanya Ara bingung.
"Gue tadi ke kelas lo gue lihat lo lagi berduaan ama si Reska" sewot Alkha.
"Oh.. gue tau lo cembekur ya alias cemburu?" tanya Ara sambil memainkan telunjuknya ke arah muka Alkha dengan maksud menggoda.
"Au ah" Alkha malah jalan ninggalin Ara.
"Woi tunggu woi hayo ngaku aja kenapa sih?" goda Ara.
Alkha menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ara dengan kesal.
"Jelaslah gue cemburu gue kan cowok lo." ucap Alkha.
"Gue sayang sama lo Ra." kata Alkha lagi.
"Iya" jawab Ara dengan santai.
"Gue nggak suka lo deket deket cowok apalagi si Reska itu." Alkha berujar.
Ara tersenyum berjalan mendekati Alkha dia menatap Alkha agak lama.
"Takut ya kehilangan gue?" goda Ara.
Alkha yang kesel mengetuk kening Ara agak kesal.Bergegas meninggalkan Ara.Tapi Ara lebih dulu menahan tangan nya sambil tersenyum Ara berkata:"Kha lo gak usah kuwatir berlebihan ke gue ,gue gini gini juga masih punya perasaan ,gue juga paham status gue adalah cewek lo jadi gue berusaha untuk jaga hati gue buat lo".
"Gue cuma takut lo belum bisa move on dari Reska gue takut ternyata gue cuma lo jadiin pelarian." lirih Alkha menunduk.
"Alkha gue bukan tipe cewek yang suka permainin hati cowok ,karena gue sadar betul betapa sakitnya itu,jadi tolong bisakan lo percaya sama gue." pinta Ara.
Alkha menatap Ara tersenyum dan mengangguk.
"Lo mau kemana?" tanya Alkha.
__ADS_1
"Ke toilet lo mau ikut?" tanya Ara balik.
"Mauu" jawab Alkha cepat.
"Ihh ngarep." ledek Ara sembari berlari meninggalkan Alkha.
"Ih dasar." gumam Alkha sambil tersenyum melihat kekonyolan ceweknya itu.
Tapi sebenarnya Alkha masih kepikiran waktu itu apa yang Ara bicarakan di kantin pas pulang sekolah.Alkha mau bertanya tapi enggan.
"Dari mana lo?" tanya Febri ketika Ara masuk ke kelas.
"Dari toilet ngapain lo cari gue?" tanya Ara.
"Noh lihat si Denis modus sama si Hana." ujar Febri menunjuk ke arah Denis yang asyik ngobrol.
"biarin aja sih." jawab Ara.
"Ahh gue tau lo pasti takut kesaing kan sama Denis?"
"Ah ngapain gantengan juga gue." elak Febri
"Ganteng tapi diputusin cewek nangis." ledek Andri yang duduk di depan Ara.
"Berisik lo!" sewot Febri.
Bu Sinta guru bahasa Inggris masuk ke kelas dan mulai mengajar.Bel pulang pun berbunyi.Murid murid 10A pada bersorak gembira.
"Ya sudah anak anak ada yang mau di tanyakan tidak?" tanya bu Sinta.
"Saya bu." Doni mengacungkan tangan.
"Ya silahkan Doni mau tanya apa?" kata bu Sinta.
"Bu mau tanya apa arti I LOVE YOU?" ujar Doni yang langsung bikin satu kelas gaduh.
"Gila lo ya guru juga lo embat." omel Kukuh sambi menoyor kepala Doni yang duduk di belakangnya.
"Biarin siapa suruh manis." kekeh Doni.
Bu Sinta hanya tersenyum melihat tingkah konyol murid murismd nya.Bu Sinta berumur 25 tahun guru bahasa Inggris yang memang belum berkeluarga.Jadinya ya sering jadi korban keganjenan murid murid nya.
__ADS_1