
"Ara" teriak Indah yang lari tergopoh gopoh.
"Ngapain sih lo lari lari?" tanya Ara yang baru tiba.
"Akila hah.." ucap Indah sambil terengah engah.
"Akila kenapa?" tanya Ara bingung.
"Hah hah Akila hah Akila berantem ma kakak kelas." jelas Indah masih terengah engah.
"Dimana? ayo kesana!" tanya Ara sambil narik lengan Indah.
"Di deket kantin ,pelan pelan napa Ra? Anj*r capek gue Ra," keluh Indah.
Tapi Ara tak peduli terus saja narik lengan Indah yang udah kelihatan capek itu.
"Brengsek lo ya berani ama gue?" teriak Sasya kakak kelas.
"Ngapain gue harus takut ama lo?" ujar Akila sambil dorong Sasya yang juga di balas dorong oleh Sasya ,jadinya mereka saling dorong.
"Kil udah!" ucap Ara sambil nahan tangan Akila yang masih dorong dorongan sama Sasya.
"Heh lo diem ya gak usah ikut campur!" ucap Siska teman Sasya sembari nunjuk nunjuk ke arah muka Ara.
"Nggak usah nunjuk nunjuk bisa gak?" kata Ara kesal.
"Kenapa emang lo gak terima?" ujar Siska.
"Jelaslah." Ara emosi dan mendorong Siska sampai jatuh.
"Brengsek lo berani lo dorong gue?" ucap Siska sambil mencoba berdiri.
"Lo yang mulai duluan ya," ketus Ara.
"Sini lo kalau berani!" tantang Siska.
__ADS_1
"Apa lo?" kata Ara sambil dorong tangan Siska.
Dan mereka pun saling dorong .Tak ada yang berani melerai sampai akhirnya pak Joko guru BP datang melerai Ara cs.
"Awas lo." kata Sasya sambil nunjuk ke Ara dan Akila.
"Apa lo kalau berani sini!" tantang Ara.
"Udah udah kalian semua ikut ke kantor!" bentak pak Joko.
Dan akhirnya kerumunan itu pun membubarlan diri masing masing .Masuk ke kelas masing masing.
"Apa apaan kalian anak perempuan pada berkelahi,mau jadi apa kalian?" bentak pak Joko.
"Ara duluan itu pak yang mulai." ucap Siska menuduh Ara.
"Heh nggak usah nuduh nuduh lo ya ,jelas jelas lo dulu yang nunjuk nunjuk gue waktu mau pisahin Akila dan Sasya," ucap Ara nggak terima dia dituduh.
"Akila Sasya kenapa kalian bertengkar?" tanya pak Joko.
"Sasya itu pak ngelabrak saya waktu saya mau ke kantin." jelas Akila membela diri.
Sasya cuma diam dan menunduk."Woii jawab tuh pak Joko tanya ,tadi aja garang lo sekarang kayak cacing kremi," ejek Ara.
"Bisa diem gak lo!" Siska marah temannya dikatain.
"Sudah cukup ,kalian semua kembali ke kelas masing masing ,ingat kalau sampai kejadian ini terulang lagi ,saya akan panggil orang tua kalian masing masing ,paham?" jelas pak Joko sedikit marah.
Mereka keluar dari kantor dengan masih saling senggol dan saling sinis.
"Kil lo sebenarnya ada masalah apa sih ama cecunguk cecunguk itu?" tanya Ara penasaran.
"Biasalah Ra ,si Sasya tuh suka ama cowok tapi cowok itu deket ama gue." terang Akila.
"Jadi cuma gara gara cowok? Asataga." tanya Ara menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Hmmm dia nggak terima cowok yang dia suka deket ama gue," jawab Akila.
"Emang siapa sih cowok itu?".
"Namanya Putra gue juga baru deket 2mingguan ini sih." jelas Akila.
"Seganteng apa sih sampai bikin lo berantem ama cecunguk itu?" tanya Ara masih penasaran.Bukannya menjawab Akila hanya senyum senyum nggak jelas.
Sesampainya di kelas anak anak pada ribut.
"Gimana Ra ,Kil lo di hukum apa?" tanya Ellen cemas.
"Nggak dihukum sih cuman nanti kalau kita berantem lagi ortu kita bakal di panggil ke sekolah," jawab Ara sembari duduk.
"Hebat bener kalian berdua berani lawan kakak kelas." ujar Fatma.
"Sesama manusia ngapain takut? Kita cuma nggak mau di tindas seenaknya." jawab Ara.
"Betul" Akila setuju dengan ucapan Ara.
"Tapi kalau ama si Febri noh gue takut soalnya kan dia bukan manusia." ledek Ara ketika Febri lewat disampingnya.
"Anj*r lo pikir gue apaan Ra ,ganteng gini." ucap Febri PD.
"Ganteng apaan di putusin cewek aja nangis lo." sahut Andri mengejek.
"Emang iya mbah?" tanya Pamungkas.
"Anj*r diem lo kampret!" ucap Febri malu,sambil menendang kursi Andri.
"Ehhh gue punya temen pas waktu ultah seharusnya kan bahagia yak? Tapi temen gue ini malah murung aja." sindir Adi sambil melirik ke arah Febri.
"Emang napa Di?" tanya Doni yang juga udah gatel mau ledekin Febri.
"Yach karena kado ultah nya itu diputusin cewek nya." ucap Adi sambil tertawa.
__ADS_1
"Hahahah mending lo copot tuh Feb predikat playboy lo." ledek Wawan yang tahu maksud Adi.
"Anj*r diem lo pada!" sewot Febri yang sebenarnya malu.