
**maaf banget untuk semuanya karena part sebelumnya yang double ,saya tidak tahu kenapa bisa seperti itu karena saya merasa cuma kirim satu.jadi mohon maaf sebesar besarnya atas ketidaknyamannya**
Siang itu langit menjadi begitu gelap.Tangisan mengiringi kepergian Adi untuk selamanya.
Begitu jenazah di masukan kedalam peristirahatan yang terakhir tangisan kembali pecah.
"gue gak kuat Kha"lirih Ara
Alkha memeluknya erat "sabar kuat dan ikhlas"jawab Alkha pelan
Begitu selesai acara ibu Adi bersuara "terima kasih anak anak yang selama ini udah menjadi sahabat Adi ,sekarang Adi sudah meninggalkan kita semua mohon doanya supaya Adi di tempatkan di tempat terindah di sisi Tuhan Yang Maha Esa"masih berisak "dan mohon di maafkan semua kesalahan yang di sengaja maupun tidak"ibu Adi menutup pembicaraan
"aamiin"seru mereka
"yuk kita pulang"ajak Alkha menggandeng tangan Ara
Ara mengangguk dan masih terisak isak
Begitu mereka mau pergi Tora masih saja jongkok menangis di atas makam Adi
"maafin gue Di ,maafin gue"isak Tora
Widi berjalan menghampiri tapi di cegah Doni "biarin dia sendiri dulu"ujar Doni
Widi mengerti dan langsung berbalik menjauhi Tora yang masih menyalahkan dirinya sendiri.
Setelah pamit ke ibu Adi mereka pulang ke rumah masing masing karena hari itu hari minggu.
"cari makan dulu ya Ra"ajak Alkha
Ara cuma mengangguk tubuhnya masih lemas dia masih gak percaya salah satu sahabatnya pergi meninggalkan nya untuj selama lamanya.
"Ra ,Ara "Alkha memanggil tapi Ara masih saja melamun.Alkha mendekat ke Ara dan
cup
Alkha memcium pipi Ara membuat Ara kaget.
__ADS_1
"ihh apaan sih lo ini tempat umum ya"Sewot Ara karena malu
"lagian siapa suruh lo cuekin gue"jawab Alkha "lo mau makan apa?"tanya Alkha
"gak gue cuma minum aja gue udah kenyang"jawab Ara
"emang lo udah makan dari semalem?"tanya Alkha.Ara menggeleng.
Alkha mendengus "lo harus makan gue pesenin bakso kesukaan lo"ujar Alkha
"Alkha gue masih kenyang"jawab Ara
"udah itu aja mbak"jawab Alkha ke pelayan
"baik mas mohon tunggu sebentar ya"ujar si pelayan
Begitu pesenannya datang Ara mengeluh "gue gak mau makan Alkha"
"lo makan atau gue cium lagi"ancam Alkha
"gak di habisin?"tanya Alkha
"udah gak muat nih perut"jawab Ara memeganggi perut nya.
"tumben biasanya rakus lo"ledek Alkha
Ara melotot ke Alkha "ampun cuma bercanda neng"ujar Alkha sambil tertawa
Setelah Alkha membayar makanannya.mereka bergegas pulang.
Ara yang masih saja cemberut muka nya membuat Alkha jail menggodanya.
Begitu sampai rumah Ara.
Ara mengambil duduk di teras masih dengan muka sedihnya.
Alkha mendekatkan wajahnya ke arah samping wajah Ara kemudian dia memanggil Ara pelan.Begitu Ara menoleh
__ADS_1
cup
Bibir Ara menyentuh bibir Alkha.Ara terkejut spontan mendorong tubuh Alkha.
"lo apa apaan sih jail aja"omel Ara yang menutup i bibirnya
Alkha malah terbahak bahak.
"gak apalah sekali kali ngerasain di cium pacar sendiri"ucap Alkha
Ara menatap Alkha tajam
"iya iya besuk gak di ulangi lagi kalau gak lupa sih"goda Alkha
Ara mencubit tangan Alkha.
Mereka memang pacaran tapi mereka juga bisa jaga sikap jaga diri masing masing supaya tidak terjerumus ke dalam hal hal yang bisa membuat malu keluarga mereka.
Meskipun di jaman sekarang hal kayak gitu lazim tapi mereka berkomitmen untuk menjaga diri masing masing.
Karena mereka pacaran atas dasar cinta dan kenyamanan bukan napsu .
Bahkan dalam panggilan pun mereka lebih nyaman panggil nama ,meski terkadang juga panggil dengan panggilan sayang.
"ya udah gue pulang dulu ya Ra lo istirahat gih biar gak sakit"suruh Alkha berpamitan
Ara hanya mengangguk.
"jangan sedih sedih lagi ya sayang"bisik Alkha sambil mengelus rambut Ara
Ara menatap Alkha tersenyum "iya"
Begitu Alkha pulang Ara menghempaskan tubuhnya ke kasur di mengambil hape nya dan membuka album di hape nya.
Melihat foto kebersamaan nya dengan teman teman nya dan Adi juga ada membuat Ara kembali meneteskan air matanya.
"kenapa secepat ini lo ninggalin kita semua sih Di"lirih Ara "semoga lo tenang di alam sana sahabatku"
__ADS_1