
Setelah bel pulang sekolah berbunyi Alkha langsung lari lari mencari Ara ke kelasnya.
"Ra".
"Hmm".
"Katanya tadi lo abis berantem ya ama Sasya and the genk?" tanya Alkha.
"He em." Ara tersenyum kecil.
"Emang ada masalah apaan sih?" tanya Alkha khawatir.
"Sebenarnya bukan gue yang berantem tapi Akila."
"Lah ngapain lo ikut campur?".
"Ya gue nggak suka aja gue ditunjuk tunjuk lagian Akila kan sahabat gue jelaslah gue ikut campur." Ara agak marah karena nada bicaranya agak keras.
Alkha menyadari kalau Ara memang agak marah karena ucapanya dia pun menjelaskan."Gue cuma nggak mau lo kenapa napa ,gue peduli ama lo Ara." jelas Alkha.Ara cuman senyum kecil menatap Alkha.
"Udah yuk yank kita pulang!" ajak Alkha.
"Ahhh apaan tuh panggilnya?" ucap Ara bergidik.
"Emang kenapa kita kan udah pacaran," jawab Alkha.
"Iya sih tapi nggak usah gitu ah nggak biasa gue," ujar Ara.
"Ya di biasain dong sayank!" bisik Alkha sambil tersenyum.
"Ihh apaan jijik gue ,udah ahh ayo pulang!" Ara bergidik kembali.Alkha hanya tertawa melihat ekspresi Ara.Dan mengikuti Ara pulang.
Sepanjang perjalanan pulang mereka gak henti henti nya bercanda karena emang mereka tipe orang yang suka bercanda.Sementara temen temen mereka nggak ada yang tahu kalau mereka udah pacaran ya karena memang mereka udah deket dari dulu dan karena Ara banyak temen cowoknya.
"Udah sampai non." ucap Alkha dengan manis.
"Ihh apaan sih sok manis lo." ejek Ara.
"Biarlah ama cewek ndiri ini." bela Alkha.
__ADS_1
"Oke deh tapi jangan manis manis".
"Kenapa emang baper ya?" goda Alkha.
"Ntar diabetes kalau sering manis manis." ledek Ara sembari menjulurkan lidahnya.
"Hahaha bisa aja lo juminten." ledek Alkha mendorong kepala Ara pelan.
"Woooo jumadi lo." ejek Ara nggak terima.
"Yudah Aak pulang dulu ya neng?" ucap Alkha berpamitan.
"Idihhhh Aak apa eek bang?" kata Ara sambil tertawa.
"Dah" Alkha mengangkat tangannya.
Ara cuma mengangguk sambil senyum kecil tapi manis banget.
titttittiittt suara hape Ara.
"Ra thanks ya tadi udah bantuin gue." ucap Akila lewat WA.
Sebenarnya Ara penasaran ama gebetannya Akila yang jadi rebutan itu seganteng apa sih dia?.
"Oke thanks ya ntar kapan kapan gue kenalin ama yang namanya Putra." tulis Akila.
"Oke oke gue juga penasaran." balas Ara.
"Eh lo gimana ama Reska?" tanya Akila.
"Udah lupa gue lagian mana mungkin gue bersaing ama si Shella?" ucap Ara yang males bahas soal laki laki pengecut itu.
"Jadi lo nyerah gitu aja nih?" tanya Akila.
"Yach gitu deh".
"Tapi kemarin gue sempet lihat Reska mandangin lo terus lho," kata Akila.
"Mana mungkin salah lihat kali lo?" Ara nggak mau kepedean.
__ADS_1
"Beneran." Akila meyakinkan.
"Udahlah ya dia kan juga udah punya cewek." jawab Ara mengakiri percakapan mereka.
Tapi apa bener apa yang di katakan Akila .Ahh mungkin karena Reska ngerasa bersalah aja ama gue .Ara menerka nerka.
"Ntar ikut gue latian ya!" giliran Alkha nge chat
"Dimana?" balas Ara singkat.
"Ya di tempat latian gue lah masa di bak sampah."
"Iya gue tau maksud gue tempat latian lo dimana pasti kan punya nama kan bambang," balas Ara dengan kesal.Alkha hanya senyum senyum melihat balasan ceweknya itu.
Tepat seperti kencan mereka Alkha mengajak Ara untuk melihat dia latihan.Ara kagum mendengar suara Alkha yang begitu merdu.Hingga dia terlena terus menatap kekasihnya itu.
"Aku ingin engkau selalu hadir dan temani aku di setiap langkah yang meyakiniku,kau tercipta untukku".
"Nggak nyangka gue Alkha punya suara yang begitu enak di dengar." gumam Ara sambil senyum.
Setelah selesai latian Alkha ngenalin Ara ke temen satu band nya.
"Cari makan dulu ya!" ajak Alkha.
"Terserah deh." jawab Ara nurut.
"Lo mau makan apa yank?" tanya Alkha.
"Emm bakso aja ya," mohon Ara.
"Oke deh." jawab Alkha.
Sehabis cari makan dua sejoli itu berhenti di pinggir sawah yang ada gubug di pinggir jalan.Mereka ngobrol sembari menikmati indahnya malam tapi tidak melalukan hal hal yang di larang oleh agama karena mereka sadar mereka masih dibawah umur.
"Pulang yuk Kha dingin nih!" rintih Ara yang mulai kedinginan.
"Sini gue peluk!" goda Alkha.
"Woo awas aja ya kalau lo berani macem macem." ujar Ara sembari mengangkat kepalan tangannya.Alkha hanya tertawa tawa nggak jelas.Dan semenjak itu tempat itu menjadi tempat favorit mereka.
__ADS_1