Cerita Cinta Di Sekolah

Cerita Cinta Di Sekolah
94 END


__ADS_3

Ujian Nasional telah usai setelah menunggu selama satu bulan.


"Akhirnya gue lulus."


"Gue juga lulus".


"Gue juga"l," seru Ara dan kawan kawan nya.


"Ih gue seneng banget." pekik Ellen.


"YEEEA gue lulus gue lulus" seru Tora berjoget joget.


"Tapi kita pasti kangen masa masa kita di sekolah." ucap Fatma sedih.


"Iya kita pasti kangen banget masa masa indah itu."sahut Akila.


"Gaes maafin gue ya kalau gue punya salah ama kalian?" ucap Andri sedih.


"Kita pasti kangen canda tawa kita."ucap Widi.


"Udah dong gue jadi sedih nih,"ucap Ellen.


Mereka saling berpelukan "Lo jangan lupain gue lho Ra."ucap Fatma.


"Enggak lah kalian kan sahabat terbaik gue."ucap Ara.


Mereka kembali berpelukan sedih.Sementara yang cowok juga tak mau kalah sedih pada berpelukan sedih.


"Nggak usah pada sedih ah kita kan cuma beda tempat kuliah bahkan sebagian dari kita juga pasti ada yang satu kampus jadi kita kan masih bisa kumpul kumpul," ucap Ara.


Mereka semua mengangguk setuju tapi masih sedih juga.


"Ra gue mau kuliah di luar kota." ucap Febri sedih. "Gue minta maaf ya kalau gue ada salah ama lo."lanjut nya masih dengan sedih.


"Serius lo?jadi lo mau pindah dari rumah Alkha?"tanya Ara.


Febri mengangguk lemas.


"Gue pasti kangen banget ama lo ,kangen aniaya lo"ucap Ara.


"Gue juga"sahut Ellen.


"Nj*r itu doang yang lo kangenin dari gue?"umpat Febri.Membuat yang lain pada ketawa.

__ADS_1


Hoek hoek..


"Mbak Kimora sakit?"tanya mbak Sri.


"Nggak tahu nih mbak akhir akhir ini aku sering mual juga pusing."jawab Ara.


"Jangan jangan mbak Kimora..."ucap mbak Sri senyum senyum.


"Jangan jangan apa Mbak?"tanya Ara penasaran.


"Jangan jangan Mbak Kimora hamil."ucap mbak Sri senang.


"Hamil?" seru Ara tak percaya. "Masa sih mbak mungkin karena aku salah makan aja."ucap Ara gak mau berharap.


"Coba Mbak Kimora ingat ingat kapan terakhir mbak Kimora datang bulan?"suruh mbak Sri.


Ara mencoba mengingat ingat "Sudah dua bulan yang lalu sih mbak aku datang bulan ,dua bulan terakhir ini aku belum dapat." ucap Ara.


Mbak Sri senyum senyum penuh arti.


"Ara udah makan mbak?" tanya Alkha yang baru pulang dari meninjau restoran.


"Belum den katanya mbak Kimora gak enak badan tadi muntah muntah juga." jawab mbak Sri.


"Ara muntah muntah?"tanya Alkha khawatir.


"Masa sih mbak?" tanya Alkha tersenyum lebar.


"Iya den coba di periksa aja dulu den ,bawa ke rumah sakit biar di cek." saran mbak Sri.


Alkha langsung berlari ke kamar dia mendapati istri nya masih tertidur pulas.


"Eh udah pulang lo Kha?" ucap Ara berusaha duduk.


"Jangan banyak gerak!" suruh Alkha.


"Katanya lo tadi muntah muntah?"tanya Alkha.


Ara menganggukan kepala nya "Nggak tahu akhir akhir ini gue mudah lelah ,sering mual dan pusing juga"jawab Ara.


Alkha tersenyum senyum penuh arti


"Ish ngapain lo senyum senyum gitu?"tanya Ara.

__ADS_1


"Jangan jangan lo hamil?" ucap Alkha menduga duga.


"Ah lo kayak mbak Sri aja bilang nya juga gitu."sewot Ara.


Hoek hoek Ara berlari ke kamar mandi karena mual yang tak di bisa di tahan.Alkha menatap kasihan istri nya.


"Kita ke dokter ya?"ajak Alkha.


Tapi Ara menolak dia masih saja merasa mual.Alkha yang tak tega melihat istri nya memaksa Ara untuk ke dokter akhir nya Ara nurut juga.


"Gimana Dok?"tanya Alkha panik.


"Selamat ya pak istri anda positif hamil anda akan jadi orang tua." ucap Dokter memberi selamat.


Alkha terlihat bahagia banget dia mengelus elus perut Ara.


"Tapi usia kandungan nya masih 8 minggu masih dalam masa lemah ,harus di jaga pola makan nya dan jangan banyak aktifitas!"saran Dokter.


Ara mengangguk karena bahagia dia tak bisa berkata kata.Alkha mencium kening Ara "Benntar lagi gue mau jadi ayah." lirih Alkha terharu sampai mata nya berkaca kaca.


Ara hanya sanggup menganggukan kepala nya dan mata nya pun berkaca kaca karena bahagia.


Setelah menunggu 9 bulan akhir nya yang mereka tunggu launching juga.


Ara dan Alkha tak bisa menahan tangis nya begitu suara tangisan pertama buah hati mereka terdengar


"Gue jadi ayah."ucap nya di sela isak tangis nya menggenggam tangan istri nya.


Ara mengangguk bahagia.


"Makasih karena lo udah berjuang untuk melahirkan anak kita."ucap nya mengecup kening Ara.


"Sudah jadi tugas gue."ucap Ara masih terisak.


Alkha mendekati putra nya kemudian menggendong dan mengadzani nya.Tanpa terasa air mata nya mengalir.Air mata bahagia.


"Gue mau kasih nama Arshaka Dheo Putra Satria." ucap Alkha.


Ara mengangguk setuju begitu pula orang tua Ara.Sementara mama Alkha yang di telepon tadi langsung naik pesawat untuk melihat cucu pertama nya itu.


Kemudian Ara dan Alkha hidup bahagia selamanya.


The end.

__ADS_1


**Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah berkenan membaca tulisan saya ,mohon maaf jika ada salah salah kata ,terima kasih atas dukungan saudara semua**


*salam dari masa masa sekolah yang tak akan pernah terulang dan tak akan pernah terlupakan*


__ADS_2