
Setelah selesai latihan Alkha ,Ara dan teman satu band nya nongkrong di kafe dekat studio mereka latihan.
Mereka asyik ngobrol dan tiba tiba terdengar kericuhan ,mereka mendekat ke arah kericuhan itu.
Dua orang remaja perempuan saling dorong dan jambak.Dan seorang pria mencoba melerai mereka.
"Stop ya gak usah ribut lagi!" ucap pemuda itu melerai.
"Lo jahat ya Put lo pikir gue apa?mainan lo?"teriak salah seorang perempuan itu.
"Gue apa lo? kan emang kita gak pacaran jadi suka suka gue dong mau jalan ama siapa aja." jawab pria itu dengan santai.
"Brengsek lo"l." umpat wanita itu.
Plakk
"Jangan pernah lo hina gue!" kata pria itu dengan marah dan menampar gadis itu yang hanya menangis.
Ara mendekat ke kerumunan itu di susul Alkha ."Akila" Ara kaget melihat gadis yang ia kenal itu menangis.
"Gue sayang sama lo Put"l." ucap Akila masih terisak tapi pria itu mendorong Akila.
"Sorry lo bukan tipe gue ,lo cuma bahan taruhan bagi gue jadi pergi sa-".
Plakk
Sebuah tamparan mendarat ke pipi pria itu.
"Dasar brengsek lo jadi cowok!" bentak Ara "Cepat atau lambat lo bakal dapat karma atas semua perbuatan bangs*t lo!" marah Ara dan mendekati sahabatnya yang masih terisak isak.
"Berani lo nyumpahin gue?" ucap pria itu dan mengayunkan tangan nya mau menampar balik Ara tapi tangan nya ditangkap oleh Alkha.
"Kalau lo cowok jangan berani nya sama perempuan." ujar Alkha menepis tangan Putra.
"Ngapain lo ikut campur emangnya lo apa nya dia?" sahut Putra nunjuk ke Ara.
"Gue cowok nya!" jawab Alkha lugas.
Temen temen Alkha nyamperin dan melerai mereka sebelum mereka pada berantem.
"Lo nggak papa Kil?" tanya Ara memeluk sahabatnya
Akila hanya mengangguk menangis di pelukan Ara.
Ara mendudukan Akila bergabung dengan Alkha dan teman teman nya.
__ADS_1
"Ra sorry banget kemarin kemarin gue gak dengerin lo ,gue gak percaya kalau si Putra ternyata seorang ********." kata Akila masih dengan suara serak.
Ara memeluk Akila dan mengusap punggung sahabatnya itu.
"Lo kesini naik apa Kil?"tanya Alkha.
"Naik motor." jawab Akila.
"Yaudah lo pulang bareng ama Ara ya biar motor lo gue bawa." kata Alkha memberi usulan.
"Sekali lagi makasih ya Ra?" ucap Akila.
"Iya udah tugas gue jadi sahabat lo." jawab Ara.Akila tersenyum kecil dan malu.
"Nah gitu dong senyum gak pantes banget lo nangis." ledek Ara menghibur Akila.
"Apaan sih lo," Akila tersenyum malu malu.
Akila melihat Alkha yang tersenyum bangga di belakang Ara.
"Makasih ya Kha?" ucap Akila.
"Iya sama sama." jawab Alkha.
Ara dan Alkha saling pandang dan mengangguk bareng.
"Jahat lo ya gak cerita cerita ehh terus si Reska gimana?" tanya Akila.
"Udah gue buang ke laut." jawab Ara melirik ke Alkha yang tersenyum senang.
Di sekolah..
Ellen menatap seksama Ara dan Akila yang sedang duduk ngobrol di pojokan.
"Napa lo?" tanya Akila.
"Gue gak salah lihat nih?" Ellen mengucek matanya "Ndah! Fat!" Ellen mencari Indah dan Fatma
"Mereka ke kantin gangguin Dyah yang lagi pacaran." jawab Akila.
Ellen hanya diam malah melamun.
"Ehh kesurupan ya lo?" tanya Ara binggung. "Gue panggilin Ari biar di ruqiyah lo!" tambah Ara.
Ari yang baru aja masuk ke kelas kaget di panggil Ara "Ri nih Ellen katanya mau di ajarin ngaji terus langsung pengin di halalin". ucap Ara.
__ADS_1
Ellen menjambak rambut Ara. "Sakit setan!" umpat Ara.
"Kalian udah baikan?" tanya Ellen.
Ara dan Akila mengangguk bersama.
"Gitu dong kan gue jadi seneng."ucap Ellen memeluk kedua sahabatnya itu.
"Gue juga mau dong di peluk!" Febri merentangkan tangannya dan langsung di dorong oleh mereka bertiga.
"Minggat gak lo" usir Ara dengan kejam.
"Ah jahat lo pada".
"Minta peluk sama cewek lo sana!" bentak Ellen dan Febri nyengir.
Bel istirahat berbunyi.
"Kantin yuk gaes!" ajak Fatma.
"Hayuk!" jawab Ellen.
Ke enam sahabat itu saling bercanda sepanjang jalan ke kantin.Tiba tiba Ara berhenti di depan kelas Alkha.
"Ngapain Ra kok berhenti?"tanya Indah.
"Gue mau ajak Alkha ke kantin kalian dulu aja!" jawab Ara.
"CIEEEEE" mereka berseru lalu meninggalkan Aea di depan kelas Alkha.
Ara bergegas menuju kelas Alkha namun terhenti ketika dia melihat seorang gadis FITA teman sekelas Alkha menyenderkan kepalanya di bahu Alkha.
Ara yang marah langsung balik kanan tapi Alkha melihat Ara yang berbalik dari pintu dan langsung mengejarnya.
"Ra tunggu!" pinta Alkha.
Tapi Ara terus saja lari tak menghiraukan Alkha.Alkha menyadari kalau tadi Ara sempet lihat Alkha sama Fita.
"Ra tunggu dong!" seru Alkha.
Ketika sampai di kelas Ara duduk di bangkunya di susul Alkha tapi Ara melengoskan mukanya ke tembok.
"Ra lo kenapa sih?lo marah?" tanya Alkha.
Ara masih saja diam bahkan dia menutup kedua telinga nya membuat Alkha menghela nafas panjang.
__ADS_1