Cerita Di Kala Senja Dan Hujan

Cerita Di Kala Senja Dan Hujan
Bagian 10


__ADS_3


"HAHH.!!" teriakku,


“Sssttthhh..” bisik Izumi sambil menutup mulutku,


“Apa apaan kau ini.? mulutmu itu tidak bisa dikendalikan ya.?” bisiknya,


[Hmm.. aku kenal adegan ini..] pikirku malas,


“Ck kau mengulang yang ku katakan!” ketusku,


“Hehe..”


“Apa lagi yang kalian bahas.?” tanya Ellie lagi,


“Ahh...hahaha..ha ituu.. barangnya sudah habis terjual, hahaha” kata Izumi kaku,


[Kau meniruku lagi!] pikirku lagi,


“Lanjutkan, lanjutkan!” pintaku,


“Kemarin, waktu kami dalam perjalanan pulang. Kami membahas anak laki-laki yang mencarimu. Ku pikir dia kenalan Carla, tapi dia menyangkalnya. Dia terang-terangan mengatakan kalau dia tidak pernah dekat dengan anak laki-laki.” jelas Izumi,


“Laluu..?” tanyaku lagi,


“Entah ada angin apa Reiji tahu-tahu menyahut, ‘kenapa tidak mencoba dekat denganku?’ gilaa kau tahu.? Aku baru pertama melihatnya selembut itu dengan gadis!! Dia jelas-jelas mendekatkan wajah!!! Wajah mereka benar-benar dekat!!” jelas Izumi dengan menahan kehebohannya,


“WHAATTT.??!!!!” teriakku sekali lagi,


[Buseett.. Sumpaahhh.. apa apaan si Reiji ituu.?? Gileee..] pikiranku seketika heboh,


Kriing.. Kriing..


Bel telah berbunyi, kami kembali ke kelas, lalu duduk di kursi kami masing masing. Aku mengamati Carla diam diam.


[Ahhh.. begitu.. pantas saja dia malu-malu sepanjang hari. Ck dasar, si Reiji itu pintar juga menggoda gadis!] pikirku,


Pelajaran terus berlanjut, Carla terlihat tidak fokus, dia beberapa kali dipanggil guru karena melamun. Sesekali menengok ke arah jendela.


[Hoi hoii.. Reiji kau harus tanggung jawab dengan kelakuanmu tadi malam!] pikirku,


Baru saja ku pikirkan, manusia es itu melintas di depan kelas kami. Carla refleks menengok, memperhatikannya hingga hilang dari pandangan. Dia tidak sadar sudah menjatuhkan beberapa barang dari mejanya.


[Ck dasar gadis polos!]


Jam terus berjalan, istirahat kedua tiba.


Aku berjalan ke arah kelas Jin-yu dan Reiji. Mencari keberadaan dua makhluk itu.


[Aku harus memberi perhitungan Reiji! Dasar anak nakal!] pikirku kesal,

__ADS_1


“HOII REIJII!!” teriakku di pintu kelasnya,


Beberapa anak laki-laki terkejut mendengarku, menatapku heran. Aku tidak peduli itu.


“Heii.. heii.. apa yang kau lakukan di sini.?” tanya Jin-yu heran,


“Minggir! Aku tidak punya urusan denganmu!” ketusku,


“Hee.. apa apan kau ini.??” kata Jin-yu kesal,


“Hei Reiji!” panggilku sambil memukul mejanya,


“Brutal” bisiknya,


[Hekkhh.. itu sedikit menusuk] pikirku


“Kau iniii..!!!” ucapku kesal,


“Ada apa.?” tanya Reiji,


“Belajar dari mana kau ini.?!!” kataku sambil mencubit telinganya,


“Adu..du.duuhh..Ett..too” katanya mengaduh,


“Bertangggung jawablah sebagai laki-laki sejati!” kataku semakin kesal,


“Hweee..?? Tanggung jawab.??” heboh Jin-yu,


[Ekkhh bocah inii.. ***** sekali dia inii..]


“IDIOT!!” teriakku sambil memukul kepala Jin-yu,


“Tanggung jawab apa yang kau maksud.?” tanya Reiji,


“Tentu saja si Carlaaa..” teriakku semakin kesal,


“Ekhh.. He..?? Carla.?” Tanya Jin-yu yang masih mengaduh,


“Ahh diaa.. “ sahut Reiji,


“Hei Reiji! Kau menghamili Carla.?” Tanya Jin-yu,


“Tonjok jangan.?” balasku sambil tersenyum,


“Ahh.. hahahaha.. tidak perlu!!” kata Jin-yu cengengesan.


“Yahh.. tenang saja.. akan ku luruskan secepatnya!” kata Reiji malas,


“Apa kau bilang?” kataku sambil tersenyum,


“Ahh iya iyaa.. akan ku luruskan!”

__ADS_1


Aku berjalan meninggalkan kelas mereka, kembali menuju kelasku. Dalam perjalanan menuju kelas, seseorang menyenggol bahuku,


“Ahh maaf!” kata anak itu,


“Tak apa,” kataku,


[Akhh sial anak laki-laki ini lagii..]


Aku segera meninggalkan anak itu, berlari menuju kelas. Bergegas membuka tas, mencari obatku, segera meminumnya sebelum teman-teman yang lain melihat.


[Ukhh sial,] pikirku,


Waktu sekolah telah selesai, kami meninggalkan kelas, berjalan menuju loker. Menaruh kembali barang barang hari ini. Dan sialnya lagi, aku bertemu seseorang yang tak pernah ingin ku temui lagi.


[Kenapa hari ini aku bertemu orang-orang yang ingin kuhindari, pertama anak laki-laki itu, dan sekarang senior satu ini. Aku harus bergegas!] pikirku.


Aku bergegas, mengajak Carla, dan yang lainnya untuk segera meninggalkan loker. Sayangnya seseorang itu terlanjur menyadari keberadaan kami, tidak lebih tepatnya, keberadaanku.


“Hei Yona! Lama tidak bicara denganmu,” kata orang itu canggung,


“Emm.. ya” jawabku singkat,


“Untuk apa kau kemari? Kak Ricther.?” tanya Izumi dingin,


"Emm hanya menyapa," katanya mencari alasan,


"Tidak perlu!" sahut Ellie,


"Menjauhlah dari Yona! Atau pacarmu itu akan kembali berulah" kata Izumi ssmakin dingin,


"Anuu-"


"Ayo pulang" kata Izumi,


Izumi berjalan mendahului kami, aku menyusul langkahnya, diikuti Ellie yang menggandeng Carla.


[Hehh.. untuk apa dia menyapa.? Tidak ingatkah kejadian tahun lalu.? Aku tidak ingin berurusan dengan dia apalagi dengan pacarnya itu.] pikirku kesal.


"Hei Yona! menjauhlah dari dia sebisa mungkin! Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan pacarnya jika mendapati kalian berinteraksi" jelas Izumi kesal,


"Heh! Aku tahu apa yang harus kulakukan!" balasku,


"Untuk apa dia datang lagi.? Menyebalkan sekali!" ketus Ellie,


"Emm Yona.. apa kau baik-baik saja.?" tanya Carla,


"Ahhahah aku baik-baik saja.. tenanglah.." balasku sambil tersenyum,


[Akan merepotkan jika kami berdekatan, aku harus benar-benar menghindarinya] pikirku,


Kami kembali ke rumah kami masing-masing. Hari mulai gelap, matahari mulai tenggelam, sekali lagi senja yang elok di akhir hari.

__ADS_1


__ADS_2