Cerita Di Kala Senja Dan Hujan

Cerita Di Kala Senja Dan Hujan
Bagian 7


__ADS_3

        Betapa terkejutnya aku saat tiba di loker, apa yang sedang mereka bicarakan. Ellie, Izumi dan Carla berbicara dengan anak laki laki yang aku jumpai waktu itu. Sedang apa mereka? Apa mereka saling mengenal? Apa yang mereka bicarakan? Pikiranku terus bertanya tanya, rasa cemas mulai melanda, jantung mulai berdegup kancang, tubuhku sedikit gemetar. Bagaimana ini? Aku tidak membawa obat, tubuhku terus gemetar, keringat dingin mulai keluar. Seseorang tolong aku, siapa saja, tolong!


" Yona!" panggil seseorang,


Suara ini, Jinyu. Jinyu.. tolong. Penglihatanku mulai kabur, tubuhku mulai hilang kendali. Syukurlah, Jinyu dapat diandalkan di saat seperti ini. Tubuhku terjatuh ke arah Jinyu,


"Heii.. tolong.. antar.. aku.. ke.. rumah.., aku.. mengandalkanmu.. Jin-yu.." kataku lemas,


"Ck apa apaan kau ini, kenapa bisa seperti ini.?" tanya Jinyu kesal,


"Tanya..kan hal.. itu nanti.." kataku,


"Reiji tolong bawakan tas Yona!" suruh Jin-yu ke Reiji,


"Maaf merepotkanmu.. manusia es.." kataku sedikit meledek,


"Ck diamlah.." kata Reiji,


Siswa siswi yang lain terlihat panik, mereka memasang wajah bingung. Izumi dan yang lainnya pun menyadarinya, mereka bergegas berlari ke arah kami. Hehe ini sedikit menghibur.


Jinyu mengantarku ke rumah, dan tentu saja mereka berempat pun ikut mengantarku. Sungguh treman teman yang baik hati. Sesampainya di rumah Kino memarahiku habis habisan, begitu juga si perusak suasana itu. Setelah di pikir pikir, kenapa penyakitku mendadak kumat ya. Sudah lama sekali sejak terakhir terjadi. Apa yang memicunya.?


"Kenapa kau tidak membawa obat mu.?" tanya Kino  yang terus marah marah,


"Apa yang kau pikirkan.?" si perusak suasana itu ikut menimbun,

__ADS_1


Ck, dasar kenapa mereka lebih berisik dari perempuan sih.? Harus ku sumpal mulut mereka itu. Ahh iya, aku ingat. Anak laki laki itu, dia yang membuat penyakitku kambuh, dia yang membuatku merasa cemas berlebih. Tapi kenapa saat kajadian 2 malam yang lalu penyakitku justru tidak kambuh.? Padahalkan seru jika kambuh di suasana seperti itu.


"Ahh Ellie, bolehkan aku bertanya.?" tanyaku pada Ellie,


"Yaa.. tentu, silahkan." jawab Ellie,


"Anu.. ituu.. apa yang kalian bicarakan dengan anak laki laki tadi.?" tanyaku penasaran


"Ouuhh... itu.." sahut Ellie,


"Dia mencarimu, lalu menanyakan namamu." kata Izumi,


Heeee....??? Mencariku.? Tanya siapa namaku.? Apa yang dia rencanakan.? Jangan jangan.. Astaga... Apa dia ingin mengutukku, membuatku menjadi batu, atau membuat wajahku jadi buruk rupa, atau mungkin membunuhku lewat dukun, bagaimana iniiii.... Aku tidak ingin terlibat denganyaaa... Masa mudaku masih lamaa.. Biarkan aku bahagia.. Aku terus menjerit dalam hati.


Apa apaan anak ini, tersambar apa dia? Dan lagi apa apaan wajah teman temanku ini.? Ellie dan Izumi yang terlihat menggoda, Carla yang hanya tersenyum, Reiji dengan wajah penasaran namun tetap dalam gaya cool nya, daaan.. si pengacau dengan wajah kesalnya. Hhhhh.. aku lelah dengan sikapnya,


"Nahhh.. cukup ini sudah malam, pulanglah kalian ke rumah masing masing!" kataku sambil mendorong mereka satu persatu.


"Hei heii.. tunggu sebentar lagii.. kami masih ingin berkunjung!" kata Jin-yu menolak,


"Ti~dak.. ti~dak.. kalian harus puu~lang sekara~ng, orang tua kalian pasti menunguu.." kataku


"Ayolaah hanya sebentar" kata Jin-yu mulai merengek,


"Nah hati hati di jalan!" kataku sambil menutup pintu,

__ADS_1


"Heiihh.. Apa apaan dia itu, dasar sudah di tolong juga, awas kau nanti!" kata Jin-yu kesal.


"Hoiii.. Terima kasih untuk hari ini..!! Sampai berjumpa besok..!! Hati hati di jalan..!! Aku sayang kaliaan..!!" teriakku dari jendela kamar,


Ahahahahaha liat wajah mereka, Jin-yu, Ellie dan Izumi terlihat senang, membalas lambaian tanganku, si manusia es itu! Tidak bisakah dia menunjukan sisi imutnya.? Haiihh dasar! Carla hanya berdiri tersenyum ke arahku, anak itu selalu tersenyum manis saat bersama kami.


Hahhh hari yang mengejutkan, melelahkan juga memusingkan. Tapi dengan begini aku jadi melihat lagi sisi pertemanan mereka, sungguh mengharukan.. Aku sayang kalian teman teman.


Aku memejamkan mata, mencoba untuk tertidur. Dan alhasil aku benar benar tertidur.


                                            ***


     Hhh.... Ada apa dengan Yona hari ini.? Dia sangat mengejutkanku, apa yang terjadi padanya.? Kenapa penyakitnya bisa kambuh.? Apa yang dia pikirkan.? Akkkhh sial ini terus mengganggu pikiranku. Dan lagi siapa anak laki laki itu? Untuk apa dia mencari Yona.? Ini membuatku tambah khawatir.


"Kau tidak perlu khawatir," kata Reiji memecah hening,


"A-apa.? Si-siapa yang khawatir.?" kataku


"Heh! Kau pikir ekspresimu itu tidak bisa di baca.?" kata Reiji,


"Apa.? A-apa begitu terlihat.? Akhhh sial bagaimana inii.?? Hei Reiji bicara yang benar!!"


"Berisik! Diam dan jalanlah lebih cepat!" kata Reiji,


"Heiii.. Tungguu..!!!"

__ADS_1


__ADS_2