Cerita Di Kala Senja Dan Hujan

Cerita Di Kala Senja Dan Hujan
Bagian 13


__ADS_3

"Akkkhh aku tidak bisa tidur!!" kataku agak keras,


Drrtt.. Srek srek..


"Hm.?? Suara apa itu.?" bisikku,


Aku memeriksa asal suara itu, sayangnya bukan dari dalam kamarku. Aku sudah mencarinya dan tidak menemukannya..


"Apa dari kamar Kino, ya.?" gumanku,


Aku keluar dari kamar, berjalan dengan tenang ke pintu kamar Kino. Menguping ke dalam kamarnya, mencari tahu ada apa di dalam.


"Dia masih belum tidur.?" gumanku,


Tok tok,


Aku mengetuk pintu kamarnya pelan-pelan. Terdengar langkah kaki mendekat ke pintu, klak, pintu kamar dibuka.


"Kau masih belum tidur.? Kenapa.? Kepikiran sesuatu. Apa yang kau pikirkan.?" tanyaku,


"Bisa tidak kau tanya satu persatu.?" Kino tersenyum kesal,


"Ehehehe,"


Kino membiarkan aku masuk ke dalam kamarnya. Kamarnya masih rapi seperti biasa, hanya sajaa..


"Apa ini.? Kau masih belajar selarut inii.??!!" tanyaku heran,


"Aku tidak tahu harus apa, aku tidak bisa tidur," katanya,


"Kenapa.? Kau ada masalah.? Apa yang kau pikirkan.?" pertanyaanku meluncur begitu saja,


"Tanyakan hal itu pada dirimu juga kak!" ketusnya,


"Ehhkk.. yaa.. aku tahu," sahutku sedikit kesal,


"Jadi apa masalahmu.?" kataku membetak,


"Bukan apa-apa," jawabnya singkat,


"YA! Katakan saja!" teriakku,


"Ssstthh.. Jangan teriaakk.."


"Ah maaf, hehe"


"Kau bahkan tidak memberitahuku masalahmu, kenapa aku harus memberitahumu.?" jelasnya,


"Ya! Kau ini lama-lama jadi menyebalkan yaa..!" kataku kesal,


"Ceritakan dulu masalahmu!" katanya tegas,


"Nee.. nee.. iyaa.. kuceritakan," kataku mengalah,


Aku mulai bercerita tentang masalah hari ini. Mulai dari kejahilan Reiji, lalu berujung bertemu dengan anak laki-laki itu, kemudian pada akhirnya aku bertemu dengan Kak Ritcher.


"Apa.? Kak Ritcher masih menemuimu.?" kata Kino kesal,


"A. A. A. tidak, tidak. Itu bukan hal yang disengaja, hanya kebetulan bertemu di loker saja," kataku mencari alasan,


"Nahh.. jadi.. Apa masalahmu.?" tanyaku,


"Entahlah," jawabnya singkat,



"Cihh menyebalkan!!!" teriakku pada Kino, lalu meninggalkan kamarnya,


"Lain kali saja," katanya pelan,


"Cih"


"Apa-apaan itu.? Aku sudah cerita panjang lebar, berharap bisa mendengarkan dia balik bercerita. Lalu saat giliran dia bercerita dia hanya menjawab 'entahlah' ciiihhh!! ciihh!! ciiiiiiiiiiiiihhhh!!! Sebel beeett...!!!" kataku kesal,


*Keesokan harinya,


"AKKHH!!! Siaall.!! Aku terlambaat..!!" teriakku heboh,

__ADS_1


"Uuukkk.. Heiii!!" teriakku dan Kino bersamaan,


"Apaan ini.? Kau juga kesiangan.?" teriakku,


"Kau sendiri.?" teriaknya kesal,


Kami berdua bergegas mengambil roti dan susu kotak, memakai sepatu lalu berlari meninggalkan rumah,


"Gileeee.!! Kaenapa kau juga kesiangan.??!!" teriakku terengah,


"Diam dan cepatlah lari!" teriak Kino di depanku,


Setibanya di sekolah tubuhku berkeringat lagi, dengan nafas tersenggal kembali berlari menuju loker.


[Ukh.. Sial sekali, untung saja belum terlambat. Bagaimana nasib si Kino ya.?] pikirku


Aku mengambil barang-barang ku kemudian kembali menutup lokerku. Tepat ketika pintu lokerku tertutup, seseorang merangkulku dari belakang.


"YONAA SELAMAT PAGI!" teriak Jin-yu tepat di telingaku,


Brugh!!


Tanganku dengan cepat bereaksi untuk memukulnya. Hahhhh!! Anak ini tidak bisa dibiarkan berbuat seenaknya terus.


"Ukhhh.. HEI! Kenapa kau kasar sekali sih.?!" rintih Jin-yu,


"Sudah kubilang jangan lakukan itu," kata Reiji yang berjalan ke arah kami,


"Dari mana kalian.?" tanyaku,


"Dari kelas atas," jawab Reiji singkat,


"Hei Yona! Kami bertemu anak itu di atas!" Jin-yu memberitahu,


"Anak itu.? Siapa.?" tanyaku,


"Itu~ si- ummpphh" Reiji membekap mulut Jin-yu sebelum selesai bicara,


"Hah.?! Siapa sih.? Ayolah katakan saja!" paksaku,


"Ana aki-aki ang atu iu" Jin-yu meronta-ronta,


"Oh" jawabku singkat,


Jin-yu dan Reiji dengan cepat berhenti saling memukul. Mereka diam dan melihatku dengan tatapan heran. Dan aku balik melihat mereka dengan tatapan heran.


"Ahh sudahlah, cepat kembali ke kelas!" kataku sambil melangkah meninggalkan mereka,


"Hei tunggu! Hei Reiji berjalanlah lebih cepat!" suara Jin-yu terdengar keras di koridor,


"Tumben kau datang mepet.?" tanya Jin-yu,


"Aku dan Kino bangun kesiangan, Bibi juga tidak di rumah dari kemarin ." jelasku,


"Semalam ngapain.?" tanya Jin-yu,


"Hanya berbincang-bincang dengan Kino," jelasku lagi,


"Berbincang tentang apa.?" tanya Jin-yu lagi,


"Tent-" aku berhenti bicara,


Mataku menatap kesal ke arah Jin-yu, dan dia hanya terkekeh sambil memalingkan wajahnya. Reiji hanya memandangi setiap kelas yang kami lewati.


Kriing.. suara bel berbunyi,


"Sampai jumpa nanti Yona!" kata Jin-yu riang,


"Hm.." sahutku,


Semua siswa masuk ke dalam kelas, pelajaran pertama pun dimulai. Kenapa kelasku selalu mendapat pelajaran sejarah di jam pertama. Aku iri dengan kelas Jin-yu. Kelas Jin-yu mendapat jam olahraga di awal hari. Siswa di kelasnya meninggalkan kelas untuk berganti seragam.


"Hahh menyenangkan sekali, olahraga di jam pertama." bisikku,


Jin-yu yang lewat melihat ke arahku, melambai lambaikan tangan seperti anak TK. Yahh.. barangkali aku balas dengan senyuman.


"Haha menggemaskan," bisikku,

__ADS_1


Kalau diingat-ingat lagi, sudah dua tahun aku mengenal Jin-yu dan Reiji. Aku tidak begitu ingat kenapa kami bisa bertemu. Yang jelas Jin-yu sangat blak-blakan saat kami pertama bertemu.


2 tahun yang lalu ...



"Woaah.. Izumi siapa ini.?" teriak seseorang,


"Hei jangan berisik!" sahut Izumi,


"Hei Jin-yu! Cepat kemari!" Kak Robert memanggil seseorang itu,


"Sampai nanti cantik!" kata seseorang bernama Jin-yu itu,


"Hah!? Apa apaan dia itu.?" tanyaku heran,


"Dia anak yang aneh, jangan kau pedulikan," sahut Izumi,


"Siapa namanya tadi.?" tanyaku,


"Jin-yu," jawab Izumi singkat,


"Dia seangkatan dengan kita atau lebih tua.?" tanyaku lagi,


"Seangkatan, dia dari kelas 9D" jawab Izumi,


"Kenapa? Kau tertarik.?" lanjutnya,


"Emm bukan tertarik sebagai lawan jenis sih, hanya saja.. sepertinya dia anak yang asik jika di jadikan teman" jawabku,


"Ahh.." Izumi kembali memandangi gerombolan anak laki-laki tadi,


"Tunggu dulu, mereka semua anak SMA.?" tanyaku sedikit kaget,


"Tidak semua, dua dari delapan anak disana masih SMP" kata Izumi dengan santai,


"glup.." aku menelan ludah dengan sedikit panik,


"Hei! Hei! Jangan bercanda! Bagaimana-"


"Berhenti berpikir negatif!" Izumi memotong kalimatku,


"Kenapa kau bisa sesantai ini sih.?" teriakku heran,


"Pertama, karna aku mengenal mereka. Kedua disana ada Kak Lario, juga.. ehem.. ya begitulah," Izumi mengakhiri omelannya,


"Apa.? Juga apa.?" tanyaku kesal,


"Kau tidak perlu tahu!" balasnya,


"Sudahlah aku mau pulang! Kino menungguku di rumah!" kataku pamit,


"Ehh apaan niihh.?? Ayolaah temani aku lebih lama.." rengek Izumi,


"Tidak! Setidaknya aku harus belajar, nilaiku sedang bermasalah. Kau juga begitu!" kataku,


Aku mengemasi buku-buku dan alat tulisku di meja taman, memasukkan ke dalam tas. memakai lagi rompi seragamku, kemudian melepas ikat rambutku. Sesaat sebelum berdiri aku melihat ke arah anak-anak tadi, dan sekali lagi Jin-yu berulah. Entah apa yang di bisikannya pada Kak Lario.


"Nahh.. sampai besok Izumi," pamitku sambil melambai,


"Umm" balas Izumi dengan raut kesal,


"Kak Lario! Sampai besok!" teriakku,


"Sam-,"


"Sampai besok Yonaa.!!" teriak Jin-yu dengan riang,


"ah..haha.." aku hanya melambaikan tangan, lalu meninggalkan lapangan.


Kriing.. bel pergantian jam pelajaran berbunyi,


Aku berdiri dari tempat dudukku, merenggangkan tubuh, lalu berjalan ke arah pintu. Pas sekali Jin-yu dan Reiji sudah selesai berganti seragam dan hendak melewati kelasku.


"Woahh.. tampan sekali teman-temanku ini" godaku pada mereka,


"Tentu saja!" balas Jin-yu sambil mengacak-acak rambutku,

__ADS_1


"Hah! Kau baru tahu.?" lanjut Reiji yang juga menjitak dahiku,


"Hoi! Dasar ber*ndal!" teriakku pada mereka yang pergi begitu saja.


__ADS_2