Cerita Di Kala Senja Dan Hujan

Cerita Di Kala Senja Dan Hujan
Bagian 6


__ADS_3


           Pagi telah tiba, cahaya matahari menyusup melalui celah-celah tirai kamar. Beranjak bangun, menyiapkan tas dan seragam, menyiapkan diri. Akhir pekan telah berakhir, hari senin yang sibuk telah dimulai. Aku melangkah keluar kamar, menutup pintu, berjalan ke arah kamar Kino. Belum sampai ke kamarnya, pintu kamar terbuka, Kino keluar dari kamarnya, membawa tasnya.


"Kau berangkat sekolah?" tanyaku meyakinkan,


"Tentu saja, memang kenapa aku tidak berangkat?" kata Kino heran,


"Ahh, tidak. Bukan apa-apa," kataku 


Yaa, kurasa keadaan Kino sudah membaik, aku terlalu mengkhawatirkan dia. Liatlah ini, dia bahkan hampir setinggi aku. Haha aku tidak sadar akan pertumbuhannya. Aku mengikuti langkah Kino, turun ke bawah menuju meja makan. Bibi sudah menyiapkan sarapan, dia sudah berangkat kerja pagi sekali. Sarapan telah usai, kami berangkat ke sekolah bersama, tentu saja karena sekolah kami searah. 


"Hei!! Kau tak ingin berjalan bersebelahan denganku?!" tanyaku kesal,


"Ahh...hahaha, bu-bukan begitu, hehe. Ha-hanya saja-"


"Hanya apa?!" tanyaku memotong ucapan Kino yang cengengesan, 


"Ayolah.. aku sudah besar!" katanya merengek,


Heh! Menyebalkan. Aku terus berjalan, tak mempedulikan Kino di belakang. Kami berpisah di depan sekolahku, Kino berhenti sejenak.


"Sampai nanti!" kata Kino sambil melambai,


"Hhmm.." sahutku malas,


Aku berjalan ke pintu masuk, melewati gerbang dan beberapa anak yang berkerumun di sana. Suara tawa dan canda terdengar di sana sini. Sesekali kendaraan pribadi berhenti di jalan, menurunkan siswa siswi. Terdengar juga suara Pak Chloris yang memarahi beberapa siswa yang tidak memakai atribut lengkap. Langkah ku terhenti sesaat, pandanganku terarah pada salah satu siswa yang berdiri di sana. Yoo.. bukankah itu anak laki-laki waktu itu. Haha hari yang sial untukmu. Neee.. apa ini? Ini sekedar perasaan ku saja atau mata kami memang berpapasan. Aku melangkah meninggalkan kerumunan, berjalan menuju loker, mengambil beberapa buku, berjalan menuju kelas.


         Jam terus berjalan, pelajaran terlewat satu per satu, hari berlalu begitu saja. Jam pelajaran yang membosankan sekali lagi berhasil terlewati. Suasana kelas yang risuh, murid-murid yang mengeluh. Terutama saat pelajaran sejarah, murid bahkan enggan terjaga dan mendengarkan. Sudah jadi suasana yang biasa, dan mungkin dianggap normal. 


"Sstt.. Yona!" bisik seseorang memanggil ku,

__ADS_1


"Ku beri tahu sesuatu saat istirahat nanti!" kata Ellie padaku,


Hehh.. Kenapa lagi anak ini? Semangat sekali hari ini, entah ulah apa lagi yang dia lakukan. 


"Hey.. Yona siniii.. cepaaat.. " omel Ellie sambil menarik tanganku.


"Hm?" tanyaku singkat.


"Itu, itu. Ituuu.." rengek Ellie sambil menunjuk seseorang.


"Apa yang kau maksud?" tanyaku sambil melihat arah tangannya menunjuk.


Hooo... Ternyata begitu, pantas saja dia semangat. Kou? Kou Jason? Kakak kelas? Ellie suka Kou? Hemm.. lalu untuk apa dia memberitahu ku? 


"Lalu?" tanya tak paham,


"Haissshhh.. Kau ini! Seriuslah sedikit, aku sedang sungguh-sungguh sekarang!" kata Ellie kesal,


"Kenalkan aku padanya!" pinta Ellie manja,


"Dihh! Kenapa aku?" tanyaku heran,


"Ayolaahhh.. Kau kan kenal Robert!" pinta Ellie semakin merengek,


"Minta tolong Izumi saja, dia kan kenal Robert!" 


Ellie berlari mendekati Izumi, merengek-rengek seperti tadi. Dasar.. Anak itu selalu membuat keributan setiap saat. Suasana kelas kembali tenang, Ellie dan Izumi pergi ke kantin, mereka meninggalkanku. 


         Angin berhembus kencang di luar jendela, menerbangkan daun-daun, beberapa kertas dan benda ringan lainnya. Aku menghembuskan nafas berat, menatap keluar jendela, mengamati ranting-ranting pohon yang mencuat ke setiap sisi. Yahh.. Setidaknya masih ada teman-teman dan kelas ini. Setidaknya aku masih terhibur di sekolah ini, setidaknya aku masih diperhatikan di kelas ini, setidaknya aku masih tersenyum dengan teman-temanku. 


"Hei!" panggil seseorang,

__ADS_1


Tubuhku spontan bergerak, menoleh ke arah orang yang memanggil ku, ahhh anak ini lagi. Raut wajahku berubah, aku muak dengan anak ini. Haiihh.. Aku heran apa yang membuatnya tertarik denganku, menyebalkan, dasar pengganggu.


"Apa?" balasku kesal,


"Hoi, hoi.. tidak perlu kesal begitu kan?" katanya,


"Tsk.. apa yang kau lakukan disini? Kembalilah ke kelasmu!" kataku,


"Apa-apaan kau ini-"


"HEIII... JIN-YU APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!!" teriak Ellie,


"Heii.. Panggil namaku dengan benar! Jin-yu, Bukan Jin-yu! Kau ini pintar membuat orang lain kesal yaa..." Kata Jinyu kesal,


"Huh, terserah padaku, lagipula namamu itu tidaklah penting, yang terpenting kau menoleh saat di panggil. Benar kan Izumi?" kata Ellie,


"Entahlah.." kata Izumi melewati mereka berdua,


Hhhh.. Dasar dua cecunguk ini, bisakah kalian hentikan itu, itu mengganggu. Kenapa kalian selalu berkelahi jika bertemu. Setelah ini si Jin-yu merengek di depanku, lalu si Ellie akan mengadu pada Izumi. Hhhhh 


"Hei Izumi! Kau tidak ingin menghentikan mereka?" tanyaku,


"Tidak, terima kasih. Aku sibuk." katanya 


Hoi, Hoi.. Sibuk apanya? Kau bahkan hanya melihat ponselmu. Dan apa apaan ekspresimu itu? Hahh.. dia sedang jatuh cinta. Dia itu sudah berkali kali jatuh cinta, patah hati, lalu jatuh cinta lagi. Dasar budak cinta. Izumi itu punya prinsip yang unik. "Kalau jatuh cinta ya jalani saja, bisa lanjut ya lanjutkan, tidak bisa lanjut ya tinggalkan, suatu hari pasti datang" dan ku akui dia memang hebat, jarang sekali aku melihat dia menangis karena cinta, mungkin bahan tak pernah.


"Heii Izumi! Dimana Carla?" tanyaku,


"Emm., dia ke kantor guru, eh tidak dia ke ruang OSIS, ehh tidak tidak dia di perpustakaan, ahh entahlah aku tidak tau kemana dia!" kata Izumi sambil asik mengetik di ponselnya.


Heihhhh, si kutu buku satu ini, pergi kemana sih dia ini. Setidaknya dia yang paling normal di antara mereka. Ahh tidak dia juga tidak normal. Ada apa dengan teman temanku ini, tidak ada di antara mereka yang normal. Jinyu si laki-laki perusak suasana, Ellie si mulut seribu, Izumi si maniak cinta, Carla si gila belajar, dan Reiji si pria es. Apa lagi yang kurang dari mereka semua? Ahhh tidak adakah yang bijak di sinii..??!! Aku pusing memikirkan setiap tingkah laku dan perbuatan mereka semua. Dasar.

__ADS_1


       Waktu terus berlalu. Jam pelajaran terakhir telah berakhir, pembelajaran hari senin yang melelahkan telah berakhir. Aku mengemasi barang barangku, memasukkan ke dalam tas, beranjak meninggalkan kelas. Ellie, Izumi dan Carla sudah menunggu di depan loker. Mereka pasti mengeluh lagi jika harus menunggu lebih lama. Aku melangkah cepat menuju loker, melewati anak anak yang berdiri di sepanjang koridor. Sesampainya di loker, betapa terkejutnya aku. 


__ADS_2