Cerita Di Kala Senja Dan Hujan

Cerita Di Kala Senja Dan Hujan
Bagian 11


__ADS_3

Aku berdiam diri di atas kasur, menatap langit-langit kamarku.


"Kak Ritcher, tidak terasa ya. Sudah satu tahun berlalu, rasanya baru berapa bulan yang lalu kami masih melempar sapa. Dan rasanya baru berapa bulan yang lalu kami bertengkar." gumanku.


Dia, seseorang yang berhasil membuatku terkagum-kagum. Entah apa alasannya, aku selalu berhasil menemukannya di setiap kerumunan, pandangan mata yang tak bisa teralihkan, keinginan untuk selalu di dekatnya, rasa ingin tahu ku tentang dirinya, semua hal tentangnya. Aku tidak mengerti perasaan apa ini, wajah yang serasa menghangat jika berbincang dengannya, jantung yang berdegup kencang jika bersamanya. Aku selalu merasakan hal-hal aneh yang belum pernah ku alami saat bersamanya. Aku selalu kagum pada dirinya, sikapnya yang ramah pada semua orang, cara bicaranya yang lembut. Aku benar-benar mengaguminya.


Hari terus berlalu, aku mulai menyadari perasaanku. Yaahh.. aku menyukainya, aku menyukai kak Ritcher. Dan tanpa sadar aku terus berusaha di dekatnya, melakukan banyak hal bersamanya. Aku sungguh menikmatinya, hari-hari yang ku lalui serasa berbeda, aku mulai merasa bahagia jika bersamanya. Aku tidak ingin kehilangan masa-masa seperti ini. Aku menyimpan rapat-rapat perasaanku padanya, aku tahu apa yang akan terjadi jika dia tahu perasaanku yang sebenarnya. Hari kian berlalu, perasaanku pun kian menumpuk. Sayang sekali, tumpukan-tumpukan itu tidak berarti lagi, hari dimana tumpukan perasaan itu terbuang sia-sia tiba. Tepatnya pada festival perayaan ulang tahun sekolah, saat itu..


"Anu Yona!" panggil kak Ritcher,


"Yaa.?" balasku,


"Siapa gadis itu?" tanya kak Ritcher sambil menunjuk seseorang,


"Ahh dia? Dia temanku di kelas 10-1, namanya Iana. Ada apa?" tanyaku,


"Anuu, apa kau bisa mengenalkan kami?" tanya kak Ritcher,


"Apa?" balasku terkejut,


"Yaa.. Ku pikir karena kau dekat dengannya, mungkin aku bisa meminta tolong padamu. Apa tidak boleh?" tanya kak Ritcher,


"Ahh.. I-iya, te-tentu saja boleh. Ke-kenapa tidak?" kataku kaku,


"Benarkah?" tanya kak Ritcher senang,


"I-iya.." aku berusaha tersenyum,


[Hahh.. Sekarang apa? Apa aku masih akan menyukaimu? Bagaimana ini? Dadaku serasa sesak,] pikirku,


Kami berjalan menghampiri Iana yang sedang merapikan stan kelasnya.


"Hey Iana!" panggilku,


"Ehh, Yona? Ada apa?" balasnya,

__ADS_1


"Anu, ada temanku yang ingin kenalan denganmu" aku berusaha terlihat normal,


"He.?" dia terkejut,


"Nahh.. Iana ini kak Ritcher, dia dari kelas 11-2. Kak Ritcher ini Iana dari kelas 10-1." kataku berusaha tersenyum,


[Astaga ini sulit sekali, aku tidak bisa menahannya. Mataku terasa panas..]


"Ahh.. anu aku masih belum selesai membereskan stan kelasku, aku permisi dulu ya!" kataku


"KALIAN LANJUT BERBINCANG SAJA!!" teriakku agar terlihat normal.


Aku bergegas berlari menuju toilet, berusaha menutupi wajahku agar tidak terlihat siswa yang lain.


Hahh.. Hahh.. Hahh.. nafasku tidak teratur. Air mataku mulai menetes, berusaha menahan isak agar tidak terdengar.


[Ada apa denganku! Apa yang kau harapkan? Memangnya kau itu siapa? Kau hanya adik kelas yang tidak berarti baginya! Memangnya kau layak mendapatkannya? Akkhh.. ] pikirku


Setelah hari itu, aku mulai membatasi diri dengan kak Ritcher. Aku tidak lagi menempel padanya, hanya saja kami masih sering keluar bersama. Akhir pekan setelahnya kami berencana pergi ke pasar malam. Aku cukup bersemangat malam itu, kupikir hanya kami berdua saja. Ternyata aku masih saja berharap yang tidak-tidak.


"Ahh iya," sahutku,


Aku berlari ke arah kak Ritcher, langkahku perlahan menjadi pelan seiring munculnya Iana dari dalam toko aksesoris. Aku tidak bisa menahan wajah terkejutku,


"Ehh.?" ucapku spontan,


"Ahh maaf aku mengajak Iana pergi bersama, padahal sudah janji denganmu," kak Ritcher meminta maaf,


"Ehh.. ti-tidak apa, tidak masalah kok" sahutku,


[Bohong, kenapa aku harus berbohong] pikirku,


"Kak! Ayo ke sana! Di sana ada permainan yang bagus!" seru Iana sambil merangkul lengan kak Ritcher,


"Ahh.. iya iyaa~" balas kak Ritcher,

__ADS_1


[Memangnya sudah berapa lama mereka kenal? Sudah dekat saja,] pikirku kesal'


Aku hanya terdiam, melihat mereka tertawa, saling melempar canda, melakukan hal-hal yang terlihat mesra.


[Aku seperti orang bodoh yang menemani mereka kencan, ini menyebalkan!] pikirku,


Mereka terus melangkah dari satu tempat ke tempat lain, mencicipi makanan, bermain game, naik wahana, dan banyak lagi. Dan aku, aku hanya berjalan dibelakang mengikuti kemana mereka pergi, SENDIRIAN!


[Jadi, aku datang hanya untuk melihat kemesraan mereka saja? Aku mau pulang!] pikirku,


"Senior! Maaf, adikku baru saja menelepon Dia memintaku segera pulang, jadi maaf sekali aku harus pulang duluan!" kataku beralasan,


"ahh.. Sayang sekali, kalau begitu hati-hati di jalan!" katanya,


[Bohong! Kau senang bisa berdua dengannya,] pikirku,


Aku tidak menjawab, membalikkan badan dan pergi meninggalkan kak Ritcher Aku tidak perlu repot-repot berpamitan dengan Iana.


Aku terus mengalami hal yang sama setelahnya. Sama sekali tidak ada waktu untuk kami hanya berdua saja. Entah di perpustakaan, kelas, kantin, lapangan, taman, halaman belakang sekolah, loker ataupun koridor. Begitu pula sepulang sekolah. Aku mulai muak dengan hal ini. Perlahan aku mulai melepaskan diri dari pandangan kak Ritcher. Aku mulai menjauh sejauh yang aku bisa, menolak semua ajakan yang dia tawarkan.


[Kehadiranku bukan hal yang penting, bukankah lebih baik menjauh? Untuk apa terus menyiksa perasaan? Hargai diri sendiri! Masih banyak hal yang harus dilakukan. Jangan terus memikirkan persoalan hati yang tersakiti.] pikirku,


Seiring berjalannya waktu, jarak kami semakin jauh. Perlahan aku mulai terbiasa, bahkan tak lagi ingat sosok hangatnya. Hingga dua minggu setelahnya, terjadi sesuatu dengan mereka. Yahh.. bisa ditebak, pertengkaran antar pasangan.


"Hey Yona!" panggil Ellie,


"Hm?" sahutku,


"Ku dengar mereka bertengkar, beneran?" tanya Ellie,


"Ha? Siapa?"


"Ck, si senior.." jelas Ellie,


"Entahlah, bukan urusanku!" ketusku,

__ADS_1


__ADS_2