Cerita Di Kala Senja Dan Hujan

Cerita Di Kala Senja Dan Hujan
Bagian 9


__ADS_3

“Bagaimana keadaanmu.?” Tanya bibi padaku,


“Ehh.. yaa.. emm..baik., ahh yaa.. sebenarnya sudah kembali normal. Bibi tidak perlu khawatir, hehe” kataku pada bibi,


“Apa yang terjadi di sekolah.?” tanya bibi cemas,


“Tidak ada sungguh..” kataku


“Katakan saja jika ada yang mengganggu pikiranmu!” pinta bibi,


“Tidak ada bi.. Sungguh, lagi pula teman teman bersamaku,” kataku meyakinkan,


“Sungguh.?”


Aku hanya tersenyum sebagai jawabanku. Bibi meninggalkan kamarku, kembali ke lantai bawah.


[Bagaimana dengan besok ya.. aku sudah baik baik saja, tidak ada lagi kecemasan berlebih. Hanya saja... Ukhh.. aku tidak siap dengan tatapan siswa siswa yang lain. Mereka pasti mengenaliku.. Aku tidak mau jadi pusat perbincangan seluruh sekolah. Itu hal yang menyebalkan. Mungkin.] pikirku.


Malam berlangsung cepat, pagi telah tiba.


[Apa yang harus ku lakukan.. Akhh.. aku tidak ingin sekolaah... Baiklah sudah ku putuskan aku tidak akan ke sekolah. Tapi bagaimana dengan nilai ulangan kuu.. Biarkan saja akan ada ulangan susulan nanti. Tapi aku tidak ingin susulan sendirian.. Akkhhh.. ] pikiranku kacau, bahkan pikiranku pun bertengkar hanya karna masalah sepele.


Tok tok


“Kak Yona, ayo turun!” Kino sudah mengetuk pintu kamarku,


“Aku tidak berangkat!” kataku,


“Apa.!?” tanya Kino sambil mengetuk pintu kamarku lebih keras,


“Aku tidak mau ke sekolaah..” kataku merengek,


“Memang apa yang terjadi.?” tanya kino sambil berusaha membuka pintu kamarku,


“Huaa.. Kinoo..” rengekku sambil membuka pintu,


“Heii.. Heii.. Apa apaan kau ini.?” wajah terlihat kaget sekaligus heran,


“Aku tidak ingin sekolaah.. biarkan aku membolos satu hari inii.” rengekku sambil memeluk kakinya,


“Hahh..??”


[Ck sial, apa apaan Kino ini. Apa salahnya sih membolos sekali. Menyebalkan! Huaa.. apa yang harus kulakukan.. Hee.. Kenapa aku tidak pakai masker saja ya.? Bodoh sekali.! Kurasa ada satu di dalam tasku.] pikiranku lagi lagi seperti orang bodoh,


“Nahh.. Sampai nan-...........-TI.!!??? Kenapa kau pakai masker.?” tanya Kino heran,


“Sstt.. aku tidak ingin jadi pusat perbincangan!!” kataku sambil merangkul Kino,

__ADS_1


“Haah.?? Kau gila.? Justru kalau kau pakai masker akan semakin mencolok! Dasar kau ini!” kata Kino,


“Ekkhh.. Kau inii.. tidak ada sopan sopannya dengan kakakmu!!” kataku sambil memukul kepalanya,


“Ettooohh..” keluh Kino,


“Heiii!! Yonaa!!” panggil seseorang,


“Yooo.. Kinoo!!” sapa Ellie,


“Neehh..?” jawab Kino masih kesakitan,


“Pfftt.. Apa apaan ini.??” tanya Izumi menahan tawa,


“Bukan apa-apa!” kata Kino sambil berjalan meninggalkan kami,


“Nahh sampai nanti, tolong jaga kakakku ya!” imbuh Kino,


“Ck menyebalkan!” ketusku sambil meninggalkan tempat,


Kami memasuki sekolah, berjalan menuju loker kami, mengambil barang-barang untuk hari ini, kemudian bergegas menuju kelas. Pelajaran segera dimulai, para siswa segera duduk di tempat masing-masing. Waktu terus berjalan, istirahat pertama telah tiba.


“Hey Yona.! Kau tidak ikut ke kantin.?” tanya Izumi,


“Ahh ikut!” kataku bergegas menyusul,


Mereka berdua bercakap cakap di depan, Aku dan Carla mengikuti langkah mereka menuju kantin.


[Carla terlihat aneh dari tadi, dia sakit.? Sudah dari tadi pagi dia begitu, ada apa dengan dia.?] pikirku,


“Ada apa Carla.?” tanyaku sambil menengokkan wajah ke arahnya,


“Ahh tidak apa-apa, emm anu.. Yona.. jangan lakukan hal itu lagi!” kata Carla malu-malu,


[Heee.. kenapa dia.? Tidak biasanya seperti ini. Memang kenapa sih.? Wajah kami memang sering berdekatan, lalu kenapa hari ini malu-malu.?] pikirku,


Carla berlari pelan ke arah Izumi dan Ellie. Langkahnya tiba-tiba terhenti, berputar kembali, berjalan cepat ke arahku.


“Nee..?? Kenapa kembali.?”


“Ee.. anuu.. bukan apa-apa, ayo bergegas!” kata Ellie tambah malu,


[Ekkhh apa siihh.??? Kau ini kenapa woeyy??] tanyaku dalam hati,


Kami bergegas menyusul Izumi dan Ellie yang sudah dari tadi membeli makanan. Mereka bahkan sempat sempatnya bertengkar disana. Kami menghabiskan makanan lalu kembali ke kelas kami. Carla dan Ellie giliran berjalan di depan. Izumi dan Ellie sedang bertengkar karena makanan tadi.


[Haihh.. ada ada saja mereka berdua ini,] pikirku,

__ADS_1


“Ehh Izumi!” bisikku,


“Hmm.?” Sahut Izumi,


“Kau tahu tidak.? Hari ini si Carla sikapnya aneh sekali” bisikku lagi,


“Bukannya Carla itu memang aneh.?” jawab Izumi sembrono,


“Ck bukan itu.. kau tahu tidak, hari ini sikapnya jadi malu-malu. Kau tahu sesuatu.?” tanyaku penasaran,


“Emm tidak..”,


“.. ku rasa” sambung Izumi sedikit ragu,


“Yakin.?” tanyaku penasaran,


“Emm.. Akhh tauu..” teriak Izumi,


“Hekhh.. Stttthhh..” bisikku sambil menutup mulutnya,


“Hmm..?? Apa yang kalian tahu.?” tanya Ellie penasaran,


“Ah-hahahaha..ha anuu.. itu edisi produk yang terbatas.. hehe..” kataku kaku


“Ouuhh..” Ellie kembali berjalan,


“Ck mulutmu itu tidak bisa dikendalikan yaa.?” ketusku,


“Hehe maaf”


“Jadi, apa yang kau tahu.?’ tanyaku,


“Kemarin, setelah mengantarmu,”


“He’em kemarin.? Kenapa.?” tanyaku makin kepo,


“Dia dan Reiji” imbuhnya,


“Ha.? Dia dan Reiji.? Kenapa.? Katakan dengan jelas cepat!”


“Ck sabar gih,” ketus Izumi,


“Iya iyaa,” sahutku,


“Reiji menggodanya” jelas Izumi,


“HAHH.???!!!” teriakku,

__ADS_1


__ADS_2