Cerita Pendek Cinta Islami

Cerita Pendek Cinta Islami
Aku Lebih Memilih Dia


__ADS_3

“Apa ini perasaan cinta? Semenjak dia mengumandangkan Adzan kemarin! Aku seperti selalu mendengar suaranya! Ya Allah tolong aku!” Gumam Salsa Lirih.


“Salsa! Ngomong apa sih? Kok gak jelas gitu?” Ucap Sandra yang penasaran yang sedari tadi memperhatikan Salsa. Tapi Salsa tidak mendengar perkataan Sandra.


“Salsaaaa…” Teriak Sandra sembari mencubit lengan Salsa.


“Aww… sakit tauk Sandra! ada apa sih?” Ringis Salsa sembari mengusap-usap lengannya yang sakit.


“Ihh dasar!!! Kamu gak denger apa yang aku ngomongin tadi ya?” Ucap Sandra cemberut. “Ya udah deh. Oh yah, siapa yang menang lomba adzan kemarin?” Tanya Sandra cemberut. Salsa membenarkan jilbabnya.


“Gak tau! Tanya aja sama jurinya!” Sahut Salsa cuek.


“Ya ampyuun Salsa. Kamu kan ketua OSIS masa kamu gak tau!” Ujar Sandra sambil menyeruput minumannya.


Mata Sandra terbelalak melihat seseorang di sana sedang memperhatikan mereka, tapi lebih tepatnya Salsa. “Salsa… Salsa” Ucap Sandra sambil menepuk bahu Salsa.


“Apa sih Sandra??” Ucap Salsa kesal.


“Kayaknya itu orang ngeliatin ke kamu terus deh!”


“Mana?” Tanya Salsa penasaran.


“Itu!” Sandra menunjuk salah satu lelaki yang sedang duduk di pojok kanan kantin. Ketika Salsa melihat ke arahnya, lelaki itu langsung tersenyum. Dan dibalas senyum dingin Salsa.


“Oh dia itu salah satu peserta lomba adzan kemarin. Itu tuh anak kelas sebelah!” Jelas Salsa

__ADS_1


“Masa sih? Kalo gak salah namanya Bayu yah? Terus katanya suaranya bagus yah? Ih pengen denger dehh!!” Ucap Sandra centil sembari menghayal mendegarkan suara Bayu. Seketika Salsa menjadi ilfeel dengan Sandra.


“Kepo banget deh!!” Ucap Salsa mengacak-acak poni Sandra. Dan seketika Sandra mengerucutkan bibirnya. “Udah lah! Jadi ngerumpi kita! Aku mau ke Musholla dulu!” Ucap Salsa bangkit. Dan di balas Sandra dengan anggukan kecil.


Salsa mengambil wudhu untuk sholat Dzuhur. Kebiasaan di sekolah Salsa. Semua siswa dan siswi saling menunggu untuk sholat berjama’ah. Ketika qomad samar-samar Salsa mendengar ada suara yang mempesonanya kemarin. Dan ternyata lelaki yang ia jumpai tadi menjadi imam sholat mereka.


“Ya Allah ini dia, iya ini Bayu.” Batinnya.


Ketika sholat Salsa menjadi tidak khusyuk karena mendengar suara Bayu. Wajah Bayu selalu ada di pikirannya. Dia mencoba khusyuk dengan cara memejamkan kedua matanya. Tapi wajah Bayu masih saja tetap ada!.


“Ya Allah tolong aku, jauhkan wajahnya dari pikiranku. Aku mohon Ya Allah!” Lirih Salsa dalam hatinya.


Ketika usai sholat Salsa memasang sepatunya dan tiba-tiba ada seseorang duduk di sampingnya. “Bayu?” Batinnya. tapi Salsa mencoba tidak menghiraukannya.


“Salsa, ada yang mau aku omongin!” Ucap Bayu ragu.


“Kamu mau jadi pacar aku?” Ucap Bayu sejurus. Salsa langsung terbelalak.


“Pacar?” Tanya Salsa memperjelas. Bayu mengangguk. Ada perasaan senang di hati Salsa tapi, ada rasa yang mengganjal karena pacaran itu dilarang dalam agamanya. Dan akhirnya dia lebih memilih agamanya “Maaf aku gak mau pacaran. Aku gak mau kehilangan kasih sayang-Nya, karena aku mendekati zina, maaf aku lebih memilih Dia!” Ucap Salsa sejurus. Bayu sudah tau ini akan terjadi. Karena dari penampilan Salsa, Salsa menggunakan Jilbab lebar yang menutupi seluruh tubuhnya.


Bayu menggangguk. Lalu berlalu dari Salsa. Ada perasaan kecewa di hati Bayu. Tapi, dia menghormati keputusan Salsa.


Seminggu kemudian Bayu mengungkapkan kembali isi hatinya tapi, kali ini bukan dengan Salsa. Tapi melainkan dengan adik angkatnya Salsa namanya Ayu. Sandra menghampiri Salsa, mengajak Salsa untuk melihat kejadian itu. Karena seluruh sekolah heboh karenannya. Dan sejurus Ayu menerima Bayu menjadi pacarnya. Dada Salsa terasa sesak. Karena menahan sakit di hatinya.


“Ndra aku ke toilet ya!” Ucap Salsa serak.

__ADS_1


“Kamu kenapa Salsa?” Tanya Sandra penasaran. Tapi Salsa tidak menghiraukannya. Salsa langsung berlari menuju toilet karena tidak sanggup menahan tangisnya. Sandra tetap mengikutinya dari belakang.


Salsa terduduk lemas. Lalu bangkit memukul mukul tembok sebagai pelampiasan kekesalannya.


“Sakit Bay! Sakit! Ternyata kamu tidak mencintaiku dengan tulus! Dan ternyata kamu bukan lelaki baik. Kamu mencari pelampiasan cintamu. Kenapa harus adikku? Kenapa? Aku mencintaimu Bay! Tapi tidak untuk berpacaran denganmu. Aku mencintaimu dengan caraku. Aku mecintaimu di setiap doaku. Dan aku benar dengan pilihanku, aku lebih memilih Dia. Yang tak pernah membuatku terluka” Keluh kesah Salsa selama ini keluar. Sandra yang mendengarkan perkataan Salsa juga ikut menangis. Salsa yang masih ada di dalam mencoba menghapus airmatanya dan mencoba tersenyum. Ketika Salsa keluar dengan senyuman. Sandra menangis dengan keras. Dia tidak sanggup melihat sahabatnya seperti itu.


“Kamu kenapa Ndra?” Tanya Salsa penasaran.


“CUKUP SALSA!” Bentak Sandra. Salsa terkejut” Cukup berpura-pura tegar di hadapanku! Kenapa kamu gak pernah mau cerita tentang isi hatimu? Kenapa Sal? Aku salah apa sama kamu? Aku sakit ngeliat kamu kayak gini!” Ucap Sandra dengan sesenggukan. Salsa memegang kedua bahu Sandra.


“Maaf Sandra aku gak pernah cerita sama kamu. Aku minta maaf!” Lirih Salsa.


Tujuh tahun kemudian


Salsa bertambah dewasa. Setelah lulus dia memilih untuk menjalankan usaha restaurant papanya. Ketika sedang melayani pelanggannya, dia bertemu lagi dengan orang yang tak asing baginya. “Bayu?” Batinnya. dia mencoba tidak menghiraukan Bayu. Tapi Bayu langsung menangkap tangan Salsa.


“Lepasin Bay kita ini bukan makhram!” Ronta Salsa. Bayu mengangkat kedua tangannya.


“Oke aku gak bakal pegang kamu. Tapi kamu harus dengerin aku!” Tegas Bayu. “Aku sudah dengar semuanya dari Sandra!” jelas Bayu. “Aku cinta sama kamu!” Ucap Bayu, Salsa terbelalak. Dan dia tersenyum tipis.


“Maaf Bay aku sudah dikhitbat dengan laki-laki yang mencintaiku karena Allah. Dia Dave Dimas Satria. Dia bersedia untuk menungguku sampai aku mau menikah dengannya.” Jelas Salsa. Bayu mencoba tersenyum setelah mendengar kata-kata Salsa. Lalu datang seorang laki-laki tampan menghampiri mereka.


“Sal Sholat yuk udah masuk waktu Ashar.” Ajak lelaki itu sambil melihat ke arlojinya.


“Iya Dave sebentar” Balas Salsa tersenyum dengan lelaki itu. “Aku pergi yah Bay. Assalamua’laikum” Ucap Salsa tersenyum dengan Bayu dan berlalu.

__ADS_1


“Wa’alaikummussalam. Ternyata aku sudah terlambat Sal” Lirih Bayu


__ADS_2