
Hari yang terik untuk fatimah, seoran siswa SMP yang rajin melaksanakan sholat dan taat akan agama.
“Assalamualaikum fatimah” suara laki-laki yang mengejutkan fatimah. ditolehnya sumber suara dan ternyata itu adalah azzam.
“Eeeh. waalaikum salam”. jawab fatimah malu-malu.
“Mau ke mushola ya fatimah. bareng aja?” tanya azzam.
“Iya mau ke mushala. bareng nggak papa”. balas fatimah seadanya.
Fatimah dan azzam jalan beriringan. Hati azzam terasa ingin meledak saat berjalan dengan wanita yang dikaguminya selama ini.
Setelah selesai sholat azzam menghampiri fatimah yang sedang duduk di mushola.
“Assalamualaikum fatimah”
“Waalaikum salam azzam”.
“Emm… fatimah aku mau ngomong tapi kamu jangan marah ya” pinta azzam.
“Iya ngomong aja. nggak papa kok”.
“Aku boleh minta pin bbm kamu nggak”.
“Buat apa?” tanya fatimah.
“Ya buat kalau ada kepentingan, sama chat tan gitu…, boleh ya” bujuk azzam.
“Emmm… boleh deh. tapi kalau malam jangan sering chat ya” pinta fatimah.
“Okey”.
“Catat ya”.
__ADS_1
“Makasih fatimah, jangan lupa kalau aku chat dibalas ya”
“Iya, insya allah. udah ya aku ke kelas dulu. Assalamualaikum”
“Wa alaikum salam”
Setelah kejadian itu azzam dan fatimah semakin dekat. mereka selalu mengingatkan satu sama lain untuk sholat, menyemangati, mendoakan, bahkan azzam sering bercanda dan menggombali fatimah.
Benih-benih cinta azzam semakin kuat, semantara benih-benih cinta fatimah tumbuh bersama harapan cintanya bersama azzam.
Alarm handphone fatimah membuatnya bangun dari mimpinya. dilihatnya jam menunjukkan pukul 03:00 waktunya sholat tahajjud. dalam sholatnya fatimah berdoa “Ya Allah, ya rabbi yang maha mengetahui segala isi hati ini. hamba memohom kepadamu ya Allah jadikanlah dia jodohku yang tertulis di lauhul mahfudz ya Allah. wujudkanlah harapanku ya Allah. jika dia bukan jodohku maka hilangkanlah rasa ini, jangan biarkan ada rasa sakit ya Allah. Rabbana atina fidduya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzab bannar. Amin”.
Adzan subuh pun berkumandang fatimah segera bergegas pergi ke masjid untuk jamaah.
Pagi yang cerah dengan embun pagi yang indah. fatimah berangkat menggunakan sepedanya. saat tiba di sekolah fatimah melihat azzam yang sedang menbantu bp memeriksa siswa.
Azzam menberikan senyuman kepada fatimah yang membuatnya dag dig dug. fatimah pun membalas dengan senyuman juga yang membuat azzam semakin terpana.
Jam pulang sekolah tinggal 20 menit lagi azzam dan teman-temannya sudah siap dengan rencana mereka.
“Cieeee… yang mau nembak cengar-cengir. kesambet nanti lo”. ejek ahsan salah seorang teman azzam.
“Eh, kamu san ngagetin aja. udah siap apa belum rencananya?”
“Udah dong tinggal ngarahin fatimah aja”
“Okey. aku ke kelas fatimah dulu ya” sambil berjalan ke kelas fatimah.
Memang fatimah dan azzam berbeda kelas tapi keduanya sering bertemu di mushola dan tempat lainnya.
Azzam pun merasa gerogi pada saat tepat di depan pintu kelas 8c kelasnya fatimah. tapi itu bisa diatasi oleh azzam. perlahan pintu dibuka.
“Assalamualaikum” Ucap azzam memecah kegaduhan kelas yang tengah ramai.
__ADS_1
“Waalaikum salam” jawab siswa-siswi serentak.
“Fatimah, sini” panggil azzam yang leluasa karena di dalam melas tidak ada guru yang mengajar.
“Emmm.. ada apa zam?” tanya fatimah.
“Nggak cuman mau ngasih tau kalau bel pulang sekolah nanti kamu jangan pulang dulu ya, nunggu di lapangan basket”. jelas azzam.
“Emangnya ada apa?” tanya fatimah bingung.
“Udah lakuin aja”
“Iy.. iya deh”
“Makasih, assalamualaikum”
“Waalaikum salam”.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. fatimah bergegas menuju ke lapangan basket. tak lama kemudiam azzam menghampirinya dengan siswa-siswi yang mengikutinya di belakang.
“Assalamualaikum fatimah”
“Waalaikum salam. apa maksud semua ini azzam?” tanya fatimah.
“Sebenarnya aku… aku ingin mengungkapkan isi hatiku, kalau aku mencintaimu. Maukah kau jadi pacarku?” dengan berlutut memberikan mawar kepada fatimah.
Fatimah tak percaya akan hal ini, fatimah senang dikala harapan cintanya terbalaskan. namaun fatimah juga tidak mau pacaran dan mendapat murka Allah.
“Aku sebenarnya juga mencintaimu. tapi aku tidak mau pacaran karena itu tidak diperbolehkan oleh Allah, azzam. Maaf azzam aku nggak bisa, aku lebih mwmilih rabb-ku. maaf azzam”.
Fatimah menangis dan berlari meninggalkan azzam dan menerobos kerumunan.
Azzam masih terpaku tidak percaya kalau fatimah mencintainya tapi menolaknya.
__ADS_1
Fatimah masih menangis di kamarnya.
“Ya Allah kenapa secepat ini ya allah kau mengabulkan harapan cintaku?. aku memang ingin bersamanya tapi bukan di jalan yang tidak engkau ridhoi. aku senang dikala aku tahu kalau cintaku terbalaskan, tapi haruskah berakhir seperti ini?”.