Ceritaku

Ceritaku
Beban


__ADS_3

Marahnya aku "Diem"... kecewanya aku "Diem"... Dan ketika aku lelah menghadapinya, aku berharap itulah saatnya dimana kamu akan "Diem".


Jangan pernah dengarkan apa kata mereka. Mereka tidak mengetahui hidupmu, Bagaimana kesulitanmu, Apa saja yang kamu lewati.


Mereka cuma bisa menilai, mereka cuma bisa melihat. Bukan menjalani. jadi "Abaikan".


Apa gunanya mata, jika kau hanya menilai seseorang hanya mengunakan telingamu saja.


Jangan menilai seseorang tanpa tahu apa yang mereka jalani saat ini, begitu berat atau ringan hidup yang mereka jalani saat ini.


Pernah sekali aku mengabaikan perkataan mereka. Karna memang aku yang menjalani hidupku bukan mereka. Setidaknya itu sedikit membuatku kuat menghadapi pahitnya kehidupan ini. Dan setidaknya aku tidak pernah membenci mereka. Karna mereka lah yang memberi warna dihidupku walau kebanyakan adalah warna hitam.


" Jangan mempersulit hidupmu dengan membenci seseorang. karna sesungguhnya kebencian adalah Beban."


Sadarlah kita hidup di zaman dimana orang menilai kita tanpa tahu kita yang sebenarnya.


contohnya... mereka bilang aku cuek, egois tapi aku gak cuek kok sama kamu. malah aku yang dicuekin sama kamu.


Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain, karna tak semua bunga tumbuh dan mekar dalam waktu bersamaan. Proses mu akan menentukan hasil dari dirimu. Dan yakinlah itu akan membuatmu lebih berharga dari pada bunga yang lain.


Banyak orang pintar menilai orang lain. Tapi sayangnya kadang mereka terlalu bodoh untuk menilai diri sendiri. Memang sulit melihat pundak kita sendiri. Tapi cobalah menghargai jerih payah orang lain.


Terima kasih atas semua perbuatanmu sekaligus perkataanmu yang membuatku semakin kuat, semakin tangguh, dan semakin ikhlas menerima semua kenyataan saat ini. saat dimana kau tak lagi bersamaku ketika aku membutuhkanmu.


...Doaku...


...Ya Allah......


...Ketika aku mulai lelah menjalani hidup...


...Rangkul aku...


...Ketika masih terasa sakit dihatiku...


...Peluk aku......


...Ya Allah.. ...


...Jika saat ini hatiku masih terluka...


...itu bukan karena aku tidak ikhlas...


...Akan tetapi......

__ADS_1


...Aku butuh engkau tenangkan hatiku...


...Jika saat ini air mataku...


...Masih bersimbah...


...Itu bukan karena aku tidak mampu...


...Bersikap sabar...


...tapi karena aku ingin...


...engkau lebih tegarkarkan jiwaku...


...Ya Allah......


...Maafkan aku...


...Jika aku belum dapat...


...Mengerti akan takdir dan jalan ceritamu...


...Tolong aku......


...Dari setiap keadaan yang terjadi...


...Kuatkan aku...


...Yakinkan aku...


...Bahwa tak ada yang buruk ...


...Dari semua ketetapan atas diriku...


...Ya Allah......


...Lapangkan hatiku...


...Atas semua yang pernah terjadi kepadaku...


...Kebaikan yang berbalas luka...


...Ikhlas yang berbalas air mata...

__ADS_1


...ketulusan yang sia-sia...


...Hingga berakhir menjadi derita...


...Ya Allah......


...Kuatkan hatiku...


...Hingga sepedih apapun...


...Kenyataan hidup yang aku alami...


...Tak kan patahkan semangatku...


...Untuk terus tegar melangkah...


...Menyusuri jalanmu dengan ikhlas...


...Ya Allah......


...Yakinkan aku...


...Akan ada bahagia diujung jalanku...


...akan ada senyuman di setiap langkahku...


...Ya Allah......


...ikhlaskan hatiku...


...agar aku mampu terus dan terus ...


...Berada di jalanmu...


^^^Madiun, 20 Maret 2021^^^


^^^Ratih wahyuningtyas^^^


semua proses ini menjadikan diriku menjadi wanita yang tegar, ikhlas dan kuat menghadapi semua omongan yang tidak bermanfaat yang keluar dari orang yang tidak suka dengan diriku. Ya beginilah adanya diriku.


Mengabaikan semua omangan itu sulit looh.. mengabaikan tatapan itu juga sulit.


Tapi aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan berjalan lurus kedepan tanpa lagi melihat kebelakang. karna aku tahu waktu tidak akan berhenti situ.

__ADS_1


__ADS_2