Ceritaku

Ceritaku
Kecewa


__ADS_3

kecewa adalah sebuah konsekuensi. Dimana bahagia adalah " Bonusnya"


Kita biasanya banyak berharap dan pada akhirnya kita akan kecewa karena semua yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan.


Kita boleh saja kecewa dengan apa yang terjadi, tapi jangan pernah kehilangan harapan. Ingat suatu saat masa depan akan lebih baik.


Jangan menimbun rasa kecewa terlalu banyak. Semua itu akan membuatmu lebih terluka.


Lepaskanlah... Ikhlaskan lah...


Mungkin itu tidak akan mengobati, setidaknya akan sedikit mengurangi dan lebih baik dari pada terus menahannya.


Separuh dari kesulitan yang terjadi pada hidup disebabkan oleh terlalu cepat berkata "Ya" dan lambat untuk berkata "Tidak"


Kalau tidak dapat menemukan kebaikan yang bisa diceritakan tentang seseorang, lebih baik mengunci bibir erat-erat. Mungkin itu lebih baik dari pada melukai orang lain. Jika kamu merasa sakit dan kecewa dilukai orang lain, Apa lagi dengan orang lain?


Aku pikir dewasa terukur dari umur seseorang, yang menjadikannya berfikir lebih bijak dalam menghadapi sebuah masalah. Tetapi tidak jarang seseorang yang lebih dewasa kadang berfikir dangkal bak seorang anak kecil yang merengek kesana kemari mencari kebenaran untuk dirinya sendiri.


...Setia yang terluka...


...Aku, memang bukan orang yang sempurna...


...yang tak pernah berbuat salah...


...Dan membuat kecewa seseorang...


...terutama dirimu...


...Tapi luka yang harus aku bayar...


...dengan tetes demi tetes air mata...


...luka yang begitu dalam menggores hatiku...


...Tapi dengarkan aku......


...Aku benar-benar tulus...


...tulus meminta maaf kepadamu...


...Tanpa aku sadari ketulusanku...


...kini telah menjadi luka...


...baik dihatimu, dan dihatiku...


...Rasa yang didalamnya...


...ku beri percaya, setia dan doa...


...Kini telah hancur...


...Hari demi hari bersamamu aku berbagi...


...susah dan senangku...


...Tawa dan air mata ku...


...Mimpi dan harapanku...

__ADS_1


...bahkan kucurahkan semua kepadamu...


...semua itu tumbuh bersama rasa percaya...


...sampai suatu hari aku memberi luka dihatimu...


...Aku minta maaf atas itu...


...aku tahu......


...kepercayaanmu kulukai sepenuhnya...


...Dan kini kau pergi...


...tanpa kabar yang terdengar olehku...


...kini ku tahu......


...kau telah bersama orang lain...


...Bersamanya kini kau berbagi...


...Jangan tanyakan bagaimana rasanya kecewa...


...karna aku tahu lebih baik darimu...


...bahkan aku tak pernah membayangkan sebelumnya...


...kau akan merasakannya...


...ini bukan tentang rasa itu...


...bahkan setelah aku memberi hati seutuhnya untukmu...


...Ya... aku tahu kesalahanku...


...bukankah aku sudah dengan tulus...


...meminta maaf kepadamu...


...Aku harus belajar menerima dan mengikhlaskanmu...


...karna tidak semua hal yang kita inginkan...


...akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan...


...setelah hari itu...


...aku tak menuntut apapun darimu...


...Aku tetap percaya...


...kau orang yang baik...


...Yang harus kau tau...


...kau pernah menjadi seseorang yang istimewa dihatiku...


...atau mungkin saat ini...

__ADS_1


...kau masih menjadi orang istimewa itu...


...Dan sekali lagi...


...Rasa yang tulus dari hati...


...Tidak akan hilang begitu saja...


...kau akan tetap menjadi orang yang terbaik...


...Terima kasih......


...telah hadir dalam perjalanan hidupku...


...melengkapi langkahku...


...memberikan senyuman dalam hari-hariku...


...dan Maaf......


...karna aku telah mengecewakan mu...


...Ku harap kau bisa memaafkan ku...


^^^Awang, 7 April 2021^^^


^^^Ratih wahyuningtyas^^^


Setiap pengalaman yang dinilai tidak baik oleh orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku kehidupan yang tidak bermakna. Padahal kamu tahu setiap pengalaman itu tak lain adalah pondasi kehidupan yang selama ini menguatkan mu.


Tidak ada manusia yang tidak berbuat salah. yang penting adalah kita mampu memetik pelajaran dari kesalahan itu. tapi mengapa setelah aku petik, bukannya buah yang jatuh tapi batu yang jatuh bertubi-tubi kepadaku.


kecerdasan seseorang tidak banyak berperan dalam proses sebuah persahabatan. Hati dan ketulusan lah yang berperan lebih banyak disini untuk saling mengerti dan memberikan rasa nyaman ketika kita butuh sandaran.


Kebencian selalu membunuh, sedangkan cinta tak pernah mati. Itu yang membedakan antara keduannya. Apa yang diperoleh benci akan menjadi beban yang melahirkan kebencian baru. sedangkan cinta akan abadi, mampu melupakan segala yang buruk dan selalu berjalan pada jalan kebaikan.


Semua sudah terjadi, walau sudah berusaha untuk memperbaiki, tapi sepertinya semua sia-sia.


Kita harus menerima. jika memaksakan keadaan sesuai keinginan kita maka yang muncul adalah selalu " Keharusan". dan ketika "harus" maka akan ada tuntutan dari kita. dan ketika semua itu tidak terwujud, maka rasa kecewa itu akan muncul. Dengan itu akan terjadi gejolak dalam hati yang makin hari semakin sakit.


Tidak semua rasa sedih yang dialami seseorang mampu meluluh lantakkan begitu saja yang ada didalam hati seseorang.


Kita boleh menduga-duga dalamnya lautan terisi apa saja. tapi siapa yang tahu dalamnya hati seseorang. Kadang kita melihat seseorang tersenyum dengan manisnya, tapi siapa yang tahu tersimpan luka dihatinya. Jangan menilai seseorang dari luar tapi coba lihatlah ketulusan dalam hatinya.


Saat mulai merasakan kesedihan hasil dari kekecewaan, hal pertama yang terjadi adalah perasaan menyangkal.


Menyangkal kalau saat ini kau sedang bersedih, kecewa, dan merasa ingin menghilangkan dirinya dari kehidupanmu.


Tapi... ingatlah luka mu ini dan bandingkan dengan kehadirannya. Dan fikirkan bagaimana kamu dibutuhkan untuk bersamanya saat ini, untuk membagi keluh kesahnya. tidak dengan meninggalkannya, memojokannya.


Kamu tahu bagaimana terpuruknya saat ini dia tanpa sandaran dan dekapanmu.


kamu pernah membawa warna, mengetuk hati dan hadir membawa cerita.


Namun kini setiap warna yang kamu bawa menjadi pudar tanpa adanya dirimu disana.


Mungkin rasa kecewamu sudah menutupi hatimu untukku.


Baiklah... aku terima dan aku ikhlas

__ADS_1


__ADS_2