
...Ceritaku...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Episode 3...
...[Awal Kisah]...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Sang Surya telah mengudara tinggi di atas langit. Cahaya nya memantul di atas aspal memberikan hawa panas di sepanjang jalan.
Bahkan saking panasnya orang orang yang berlalu lalang selalu mengeluh akan hal itu, membuka payung mereka lalu menggunakannya untuk mengurangi rasa panas yang dirasakan.
__ADS_1
Tak peduli dengan hal itu, seorang pemuda terus memecut langkahnya menyusuri trotoar yang sedikit ramai.
Pemuda itu adalah Kenan Narendra, seorang remaja yang baru berumur 17 tahun beberapa bulan yang lalu.
Kenan terus berlari menghiraukan beberapa teguran orang orang pada nya, bahkan sesekali kaki jenjang nya tersandung oleh batu kerikil yang membuatnya hampir terjatuh beberapa kali.
Keringat membasahi tubuhnya, nafasnya mulai memburu tak karuan. Langkahnya bertambah cepat kala ia melihat sebuah gedung sekolah dasar yang berdiri kokoh di depan sana.
Dirinya berhenti berlari saat hendak menyeberang, menoleh ke kanan dan ke kiri sebelum membawa kakinya melangkah ke tengah jalan lalu menghampiri seseorang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan kesal.
Mengatur pernafasannya sebentar dan mulai berbicara pada seorang anak laki laki berumur sekitar 10 tahun itu.
"Kevin, maaf ya..hosh.... kakak terlambat." ucapnya sekaligus mengatur nafasnya yang masih memburu dengan nada menyesal.
Anak laki laki itu yang diketahui bernama Kevin hanya menatapnya nya jengah.
"Hm" Hanya itu respon dari Kevin, lalu mulai berjalan mendahului Kenan.
"Tunggu Kevin! gimana kalo kakak beliin kamu eskrim? atau apa pun yang kamu mau."
Mendengar ucapan Kenan, kedua netra itu berbinar senang, ia tidak menyangka bahwa idenya mengerjai kakaknya Kenan akan berhasil.
Sebenarnya Kevin baru saja keluar dari kelasnya karena ada pelajaran tambahan, ia mengira bahwa kakaknya sudah menunggunya di depan gerbang tetapi sama sekali tidak ada, alhasil ia menunggu di halte bis selama kurang dari 5 menit.
Saat melihat kakaknya berlari dari kejauhan ia mendapatkan satu ide untuk mengerjai sang kakak dan ia berhasil, sekarang ia bisa meminta apa pun pada kakak nya.
...✧*。_________ ✧*。...
"haha kakak yang terbaik! terimakasih kak!" seru Kevin riang
Kini, kedua tangannya sibuk membawa 2 buah tas plastik putih penuh berisi makanan dan minuman ringan.
Sedangkan Kenan dibelakangnya juga menenteng tas plastik yang berisi bahan-bahan untuk kebutuhan dapur dengan wajah suram, ia baru saja memberikan semua uang nya pada kasir di supermarket yang baru saja selesai ia kunjungi.
"hahh.... jangan makan-makanan manis terlalu banyak itu akan membuat gigi mu sakit lagi."
"iya...iya... nanti saat sampai di rumah aku akan membaginya dengan kak Kirana dan akan menyisakan nya untuk kakak."
Saat Kenan dan Kevin berjalan beriringan di atas trotoar dengan Kevin yang memakan es krim nya, sebuah mobil hitam berhenti di samping mereka. Kenan yang melihat nya menjadi lebih waspada, takut kalau-kalau seseorang di dalam mobil itu bukanlah orang baik.
Tetapi ekspetasi nya tidak sesuai dengan kenyataan.
Seorang gadis cantik dengan rambut coklat panjang sebatas pinggang yang terurai dengan indah, kulit putih bersih dan kedua netra matanya yang berwarna coklat madu menambah pesona dalam dirinya.
Gadis itu bernama Kamila Anastasya, biasa dipanggil Kamila, Mila, atau Tasya.
Kamila adalah sahabat Kenan dari kelas 6 SD hingga sekarang. Ia merupakan anak kedua dari seorang pengusaha kaya dan ibunya adalah seorang designer terkenal.
__ADS_1
Kedua orang tuanya sering sekali sibuk dengan urusan mereka masing-masing, bahkan kadang tidak pulang selama beberapa hari.
Tetepi mereka tetap akan meluangkan waktu di saat hari libur atau sedang tidak ada pekerjaan, di hati mereka keluarga tetep nomor satu.
Kamila juga mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Ravindra Alexander. Saat ini kakaknya sedang berada di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan.
Sudah satu tahun berlalu sejak kakak nya pergi dan ia kadang sering mengeluh karena merindukan sang kakak.
"Hai Kenan, Kevin, apa yang kalian bawa? sepertinya banyak sekali?" Tanya Kamila saat melihat sahabat dan adik dari sahabatnya itu masing masing memegang tas plastik yang sudah penuh.
"hei Kak Mila" sapa Kevin dengan riang, sepertinya mood nya sangat baik.
"bukan apa apa, hanya beberapa bahan dapur dan cemilan saja." sahut Kenan seadanya.
Kamila mengangguk " apa kalian akan pulang sekarang? mau ku antar?"
"kebetulan aku juga ingin ke sana. Kenan, tolong bantu aku buat pr ya, hehe"
Kenan hendak menolak ajakan nya tapi setelah mendengar kalimat selanjutnya yang keluar dari belahan bibir ceri itu membuatnya mengurungkan niatnya.
"benarkah? Kak Mila akan berkunjung?"
"hihi, iya kakak akan ke sana. ayo naik." Kamila menuntun Kevin memasuki mobilnya. Sedangkan Kenan menaruh belanjaannya di bagasi mobil di bantu oleh supir sahabatnya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...✓[Continue]✓...
__ADS_1