Ceritaku

Ceritaku
Masih


__ADS_3

Aku pikir, aku telah melupakan mu sepenuhnya. Karena kita telah melewati jalan kita masing-masing. Hari ini ketika aku duduk sendirian dan mendengarkan sebuah lagu, aku teringat kepada mu. Lagu ini memang lagu yang sering aku dengarkan bersama mu. Pernah ada cerita disana. tapi itu masa lalu, dan kini aku berada dimasa ketika aku dan dirimu tidak lagi menjadi kita. aku tersadar semua itu hanya sebuah masa lalu yang tinggal lah masa lalu.


Aku melihat cincin dijari manis ku, cincin kecil yang melingkar disana adalah sebuah pengingat akan diriku yang telah menjadi milik orang lain. orang yang selama ini menjaga ku, bersamaku dalam suka dan duka ku.


Aku kembali berjalan, aku melihat langkah kecilku yang mulai meninggalkan masa lalu. sang waktu yang terus berjalan mu seakan mendorong ku terus maju.


" jangan melihat masa itu, lihat lah masa yang berada jauh didepan."


Sejenak aku berhenti, berbalik dan melihat bekas langkah-langkah ku yang telah aku tinggalkan. aku melihat jauh ke belakang. saat itu ada dirimu, tapi kini tak ada lagi dirimu. aku menunduk, harusnya aku tahu, waktu tidak akan berputar kembali kemasa itu, masa dimana aku dan dirimu menjadi kita. masa dimana setiap ada aku selalu ada kamu disitu.


" heiii... sadarlah...." suara bisikan hati kecilku terus berusaha menyadarkan lamunanku.


Mungkin masih ada sedikit rasa disitu. tapi kenyataan terus berusaha menyadarkan ku, bahwa dirimu memang bukan untukku.


Aku berbalik, perlahan melangkahkan kaki kecilku. terlihat seseorang menjulurkan tangannya kepadaku. aku melihat sosok yang ada di depanku. tiba-tiba air mataku menetes. dialah orang yang selalu menguatkan ku, menemaniku mendampingi ku dalam suka dan dukaku. harusnya aku bersyukur ada dia yang terus berada di sisiku. bukannya malah kembali melihat orang yang mungkin telah bahagia bersama orang lain disana.


Perlahan tangan ku menggapai tangannya. tangannya yang hangat senyuman yang menenangkan hati seakan membuatku yakin, " aku akan bahagia bersama dengannya"


Yang menjadi masa lalu, biarlah menjadi masa lalu. Mungkin benar kita tidak dapat menghapus masa lalu. tapi jadikan lah pelajaran dalam hidup kita agar menjadi yang lebih baik.

__ADS_1


Allah tahu siapa, apa dan bagaimana kita akan bahagia. kita boleh membuat skenario sepanjang apa pun, seindah apa pun. tapi Allah lah yang menentukan ending nya.


Masing-masing


Tak ada secuil kabar pun yang datang darimu


Waktu tak pernah mempertemukan kita


Kita telah berhenti memberi kabar


kamu telah melupakan ku seutuhnya.


Waktu telah berjalan, banyak hal yang sudah terlewati


aku telah menggenggam tangan orang lain


Dan mungkin begitupun dengan dirimu


Kita telah sama-sama melangkah kan kaki

__ADS_1


Memang jalan kita tak lagi seiringan.


Hanya sedikit harapanku, semoga kamu bahagia dimanapun, bagaimanapun dan bersama siapapun


Aku mungkin hanya sebagian dari masa lalu mu


Dan sekarang kamu bersama dengan masa depanmu


Dari kejauhan aku melihat mu


tanganmu menggenggam tangan seorang wanita


bibirmu tersenyum lebar dan kamu terlihat sangat bahagia.


Aku tersenyum, Bersyukur kamu telah menemukan dia.


Dia yang membuatmu bahagia, dia yang mau berjalan bersama mu, menggenggam tanganmu dan berjalan menyusuri waktu bersama mu hingga tua nanti.


Madiun, 06 September 2022

__ADS_1


Ratih Wahyuningtyas


Jangan pernah menyalahkan masalalu, jadikan dia pelajaran agar dimasa depan kita bisa lebih baik lagi


__ADS_2